Feature

Nonton Karnaval Sound Horeg, Guru Honorer Meninggal Dunia

85
×

Nonton Karnaval Sound Horeg, Guru Honorer Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Nonton karnaval sound horeg
Karnaval sound horeg merayakan selamatan desa dan HUT Proklamasi di Desa Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang, Sabtu (2/8/2025) malam.

Nonton karnaval di Desa Selok Awar-awar, Kec. Pasirian, Lumajang, sejak sore hingga malam, seorang guru honorer mendadak pusing, lalu pingsan. Dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia.

Tagar.co – Nonton karvanal sound horeg HUT Proklamasi, seorang penonton, Anik Mutmainah (38), tiba-tiba pingsan. Saat dievakuasi di RSUD Pasirian nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa ini terjadi Desa Selok Awar-awar, Kec. Pasirian, Lumajang, Sabtu (2/8/2025) malam.

Sampai malam sekitar pukul 21.00, Anik masih asyik nonton karnaval. Di tengah riuhnya musik keras dari sound horeg peserta, Anik yang guru honorer ikut merekam karnaval dengan ponselnya.

Tiba-tiba Anik jatuh lunglai. Mulutnya berbusa. Warga membawa ke RSUD Pasirian. Tapi dokter menyatakan Anik sudah tak bernyawa saat diperiksa pada pukul 22.00.

”Kondisinya sehat. Nggak punya riwayat jantung. Kami syok,” kata suaminya, Mujiarto, katanya kepada wartawan yang menemui di rumah duka Dusun Krajan II RT 46 RW 16 Desa Selok Awar-awar Kec. Pasirian, Kab. Lumajang.

Kerasnya suara sound horeg bisa jadi memengaruhi pingsannya Anik. “Suaranya keras sekali. Kalau dibilang tidak bahaya, menurut saya tidak masuk akal,” sambung Mujiarto. Tapi karena keluarganya sudah ikhlas dan menolak otopsi, penyebab pasti kematiannya tidak terkuak.

Baca Juga:  Puasa Orang-Orang Terdahulu Diceritakan di Acara Ini

Menurut informasi Mujiarto, awalnya Anik bersama dengan kakaknya, Sofia, melihat karnaval HUT Proklamasi Kemerdekaan di jalan raya dekat rumahnya mulai pukul 15.00 WIB hingga malam.

Pada saat itu Anik juga sempat merekam adegan tari-tarian di karnaval. Pada pukul 21.00 WIB pada saat rombongan salah satu peserta karnaval melintas, Anik dalam posisi duduk tiba-tiba merasa pusing. Lalu pingsan.

Mulut mengeluarkan busa sedikit. Melihat kondisi itu kakaknya, Sofia, bersama warga berusaha menolong dan membawa ke RSUD Pasirian. Setelah di rumah sakit Anik sudah meninggal dunia.

Menurut keterangan keluarga, Anik selama melihat karnaval tidak makan hanya menikmati jajanan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, takziah ke rumah duka pada Ahad (3/8/2025). Kepada wartawan Bupati Indah mengatakan, karnaval sound horeg untuk acara selamatan desa dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI  itu sudah ada izin keramaian dari kecamatan dan polisi.

Usai peristiwa ini, sambung Bupati Indah, Pemkab segera mengevaluasi dan rapat koordinasi dengan kepolisian untuk membuat pembatasan.

“Jadi segera kami akan evaluasi dan koordinasi dengan Pak Kapolres selaku pihak penerbit izin,” ujarnya.

Baca Juga:  Praktik Wawancara, Narasumber Dihujani Ragam Pertanyaan

Perubahan Budaya

Sound horeg yang sudah difatwa haram oleh MUI Jawa Timur karena ada mudaratnya tetap marak di masyarakat.

”Ini ekspresi masyarakat yang kehilangan panggung,” ujar warga Lumajang, Pardi. Saya.

Dia menyebut sound horeg juga bisa mengubah tradisi masyarakat. Dia mencontohkan, dulu, tiap malam Jumat, kampung ramai dengan suara rebana dan selawat dari musala. Anak-anak belajar ngaji, ibu-ibu ikut pengajian, bapak-bapak nyimak tausiah.

”Sekarang, suasananya berubah. Speaker raksasa 3000 watt dipasang di jalanan. Musik diputar kenceng dari sore sampai tengah malam,” tuturnya.

Isinya bukan lagi suara selawat, tapi dentuman remix dan bass jedag-jedug yang nyaris tanpa jeda.

Fenomena ini makin ramai juga saat malam takbiran Idulfitri dan Iduladha. Dulu diisi gema takbir keliling. Sekarang berubah jadi konvoi truk sound horeg.

”Takbirnya cuma formalitas, selebihnya techno remix, remix dangdut, atau DJ naik pitam,” kata Pardi.

Jurnalis Rizal Mazaki  Penyunting Sugeng Purwanto