
Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Kepemimpinan Pembelajaran STEM memompa semangat guru Muhammadiyah Gresik. Guru Smadiga menyatakan siap hadapi tantangan baru demi melahirkan siswa berpikir kritis.
Tagar.co – Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik di lantai 4 tampak ramai. Pukul 07.00 WIB, para peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Kepemimpinan Pembelajaran STEM untuk pendidik jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah Kabupaten Gresik mulai berdatangan. Antusiasme terpancar jelas dari wajah setiap peserta yang siap menimba ilmu baru.
Salah satu delegasi yang menonjol berasal dari SMA Muhammadiyah 3 (Smadiga) Gresik. Sekolah ini mendelegasikan seluruh guru mereka, total 18 orang, untuk aktif berpartisipasi dalam pelatihan. Mereka menunjukkan komitmen tinggi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Baca juga: Pola Pikir Bertumbuh, Fondasi Guru Menuju Transformasi Pembelajaran
Pukul 07.30 WIB, registrasi bermula. Para peserta segera menempati tempat yang telah panitia siapkan. Pelatihan ini menjadi sorotan utama bagi para pendidik, terutama dalam menghadapi paradigma baru pembelajaran.
Kepala Smadiga Gresik, Mufrikha, S.Pd., M.M., mengungkapkan, “Deep Learning adalah ilmu baru dan menjadi tantangan besar guru.”
Pasalnya, melalui pendekatan ini, mengajar bukan lagi soal menyampaikan materi. “Guru harus mampu membimbing siswa untuk berpikir mendalam, mengolah informasi, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, perlu ikut pelatihan agar paham betul bagaimana pengaplikasian di sekolah,” imbuh Mufrikha.
Ia menegaskan urgensi pelatihan yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik dengan dukungan penuh Pimpinan Daerah Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Gresik tersebut bagi peningkatan kompetensi guru.

Kualitas Guru, Kunci Kemajuan Sekolah
Dalam sambutannya, Ketua Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd., menekankan tiga landasan utama agar sekolah sukses menarik masyarakat.
“Pertama, sekolah tersebut memiliki guru yang berkualitas. Kedua, memiliki kepala sekolah yang kreatif dan inovatif dalam memajukan pendidikan. Ketiga, sekolah tersebut memiliki manajemen sekolah yang bermutu,” ujarnya.
Baca juga: Guru Hebat, Kepala Unggul: Kunci Meningkatnya Kepercayaan pada Sekolah Muhammadiyah Gresik
Suasana pelatihan aktif dan interaktif. Hal ini memicu semangat belajar para peserta, termasuk para guru Smadiga Gresik. Menurut Mufrikha, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Peserta pelatihan pun terfasilitasi dengan optimal.
Tepat pukul 15.35 WIB, pelatihan berakhir dengan khidmat. Para peserta kembali ke lembaga masing-masing, siap mengaplikasikan ilmu baru kepada para siswa. (#)
Jurnalis Muhammad Haris Nurdiansyah Penyunting Sayyidah Nuriyah












