Feature

Guru Hebat, Kepala Unggul: Kunci Meningkatnya Kepercayaan pada Sekolah Muhammadiyah Gresik

32
×

Guru Hebat, Kepala Unggul: Kunci Meningkatnya Kepercayaan pada Sekolah Muhammadiyah Gresik

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik M. Fadloli Aziz (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Mengapa orang tua semakin percaya pada sekolah Muhammadiyah Gresik? Karena di balik peningkatan jumlah siswa, ada peran guru yang mendidik dengan kasih dan kepala sekolah yang memimpin dengan visi.

Tagar.co –  Sabtu pagi, 19 Juli 2025, aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik dipenuhi semangat dan komitmen para pegiat pendidikan Muhammadiyah.

Dalam forum Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Kepemimpinan Pembelajaran STEM, M. Fadloli Aziz, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, tak hanya memberi sambutan, tapi juga menyampaikan arah dan strategi pendidikan ke depan yang dibalut dengan data dan refleksi tajam.

Acara diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik dengan dukungan penuh Pimpinan Daerah Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Gresik.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas amanah anak-anak yang dititipkan kepada kita tahun ini,” ujarnya membuka. “Baik yang sesuai target, melebihi, ataupun belum mencapai, semua adalah karunia yang harus kita syukuri dan kelola sebaik-baiknya.”

Fadloli menegaskan, peningkatan jumlah siswa bukanlah sekadar capaian administratif. “Kalau kita layani mereka dengan optimal, insyaallah jumlahnya akan terus bertambah. Umat kita makin luas, dan dakwah kita makin kuat,” katanya optimistis.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise

Baca juga: Hasil Survei: 85,72 Persen Wali Siswa Puas dengan Layanan Pendidikan SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik

Ia lalu mengungkap hasil survei wali murid yang menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai islami menjadi alasan utama mereka memilih sekolah Muhammadiyah. “Dari hampir lima ribu responden, pendidikan karakter menempati urutan pertama, disusul program-program unggulan seperti kelas tahfiz, internasional, dan ekskul pilihan,” jelasnya.

Kepuasan wali murid pun terbukti tinggi. Dari 5483 responden, 85,72 persen menyatakan puas. “Yang paling tinggi skornya adalah pernyataan bahwa guru melayani dengan penuh kasih sayang. Itu berarti, guru kita tidak hanya mengajar, tapi hadir sepenuh hati,” ujar Fadloli disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kualitas guru dengan mengutip data riset dari Tennessee. “Anak yang diasuh guru hebat selama tiga tahun bisa naik dari persentil 50 ke 90. Tapi kalau guru biasa-biasa saja, malah turun ke 37. Ini selisihnya sampai 53 poin! Artinya, guru menentukan masa depan.”

Suasana Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Kepemimpinan Pembelajaran STEM (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Tak hanya guru, kepala sekolah juga memegang peran kunci. Berdasarkan meta-analisis dari 69 studi tentang kepemimpinan sekolah yang melibatkan lebih dari 14.000 guru dan 1,4 juta siswa, pergantian kepala sekolah dari yang “rata-rata” menjadi yang “unggul” dapat meningkatkan capaian belajar siswa lebih dari 20 poin persentil.

Baca Juga:  Serap Energi Muhammadiyah, Hariyanto Dorong Kepemimpinan Positif di Sekolah

“Kepala sekolah yang berkinerja tinggi dan luar biasa mampu menciptakan ekosistem belajar yang kondusif, menginspirasi guru, dan menumbuhkan budaya mutu di sekolah,” jelasnya.

Hal tersebut relevan dengan data Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik. Menurut Aziz jumlah siswa Muhammadiyah di Gresik meningkat signifikan pada tahun ajaran 2024/2025.

“Jumlah siswa SD/MI naik dari 7.865 menjadi 8.045. SMP/MTs dari 2.449 ke 2.725, dan SMA/MA/SMK dari 3.351 menjadi 3.566 siswa,” papar Aziz. “Totalnya, dari 13.733 menjadi 14.403 siswa. Hanya SLB yang mengalami penurunan satu siswa, dari 68 menjadi 67.”

Menurutnya, kenaikan ini menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah makin kokoh. “Pelayanan yang baik, nilai-nilai keislaman, dan suasana belajar yang menyenangkan menjadi daya tarik utama,” ujarnya.

Fadloli menutup arahannya dengan ajakan untuk menjaga dan memperkuat layanan pendidikan. “Kalau satu anak puas, biasanya adik, saudara, bahkan tetangga ikut menyusul. Loyalitas lahir dari mutu layanan yang konsisten,” katanya. Ia juga mengajak guru dan kepala sekolah untuk menulis praktik baik dari sekolah masing-masing agar bisa dibukukan dan dibagikan ke seluruh jaringan Muhammadiyah.

Baca Juga:  Dari Semangat ke Pendampingan: Peran Guru dalam Kurikulum Berbasis Cinta

“Sekolah hebat tidak dibangun dalam sehari. Tapi bisa dimulai hari ini, dari guru yang mencintai murid, kepala sekolah yang memimpin dengan hati, dan sistem yang menjamin mutu pendidikan,” tutupnya mantap. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni