
Layanan pendidikan SD/MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik mencapai skor IKM 85,72 persen. Artinya pelayanannya “Baik Sekali”.
Menarik menyimak alasan mereka menyekolahkan anaknya ke Muhammadiyah.
Tagar.co – Layanan pendidikan sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik mencapai 85,75 persen atau kategori “Baik Sekali.”
Hasil survei yang dilakukan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik itu menjadi bahan evaluasi dalam rapat kerja majelis di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (28/12/24).
M. Fadloli Aziz, ketua majelis, menyampaikan survei dilakukan pada 18-31 Januari 2024 melalui link Google Form yang dikirim ke WhatsApp group wali siswa masing-masing.
Baca juga: Rapat Kerja serasa Pertemuan Keluarga
Dia menerangkan survei ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat, dalam hal ini wali murid, terhadap layanan pendidikan di 38 SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.
Pengukuran dilakukan melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi kualitas pelayanan publik sesuai dengan Permen PAN-RB No. 14 Tahun 2017.
Survei melibatkan 5.483 responden dari total 7.834 wali murid. Rata-rata IKM yang diperoleh sebesar 85,75, yang masuk dalam kategori mutu layanan A dengan kinerja layanan “Baik Sekali”.
IKM dihitung berdasarkan survei dengan 26 pertanyaan yang mencakup aspek tangible (bukti fisik), empathy (empati), responsive (tanggap), reliability (keandalan), dan assurance (jaminan).
Dari lima pilar itu didapat hasil sebagai berikut:
Bukti Fisik: Azis menjelaskan, beberapa aspek seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium komputer memiliki nilai IKM di bawah 85. Hal itu menunjukkan bahwa ada area yang perlu diperbaiki.
Kebersihan toilet dan ruang makan atau kantin juga mendapatkan nilai—yang meskipun berada di rentang baik 78,9—tetapi paling rendah dari keseluruhan. “Fakta itu menandakan pentingnya meningkatkan kebersihan dan kerapian fasilitas fisik,” ujarnya.
Empati: Nilai IKM tinggi pada pertanyaan yang berkaitan dengan pengawasan dan perhatian guru terhadap siswa, seperti dalam pengajaran dengan cinta kasih (90,51) dan layanan peminjaman buku perpustakaan (86,11).
“Ini menunjukkan bahwa pihak sekolah mampu memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap siswa, menciptakan lingkungan belajar yang positif,” jelasnya.
Tanggap: Nilai IKM 86,11 untuk guru yang cepat tanggap dalam menyelesaikan masalah menunjukkan bahwa sekolah cukup responsif terhadap kebutuhan siswa dan wali murid.
Keandalan: Pertanyaan terkait konsistensi dalam penyampaian program dan kegiatan sekolah menunjukkan nilai IKM yang baik sekali (87,91).
“Artinya pimpinan sekolah dapat diandalkan,” katanya.
Jaminan: Nilai IKM yang baik dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa (86,71) serta perlindungan dari ancaman perundungan menunjukkan bahwa sekolah mampu memberikan jaminan kepada orang tua dan siswa.
“Program pembiasaan seperti salat dan membaca Al-Qur’an juga menunjukkan komitmen sekolah dalam mendidik karakter siswa,” katanya.
Aziz menambahkan, hasil survei ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kepuasan layanan pendidikan di SD Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik berada pada kategori “Baik Sekali”.
Namun, ada beberapa area yang perlu diperhatikan, terutama dalam meningkatkan fasilitas fisik dan kebersihan untuk meningkatkan pengalaman belajar.
“Prioritas perbaikan sebaiknya difokuskan pada aspek tangible, sementara elemen lainnya menunjukkan performa yang sangat baik dalam hal empati, responsivitas, keandalan, dan jaminan,” tuturnya.
Menurut dia, melakukan tindakan perbaikan yang tepat dapat lebih meningkatkan kepuasan masyarakat dan mendukung misi pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Alasan Memilih SD/MI Muhammadiyah
Menarik untuk mengetahui alasan wali siswa menyekolahkan anaknya di SD dan MI Muhammadiyah.
Untuk pertanyaan ini disediakan tujuh pilihan jawaban tertutup (pilihan) dan satu jawaban terbuka (bebas).
“Tiap wali siswa memilih dua alasan tertutup dan satu jawaban terbuka jika wali siswa merasa tidak ada jawaban yang sesuai dari opsi jawaban yang disediakan,” terangnya, Senin (30/12/24).
Baca juga: Allah Menciptakan Alam Semesta dari Diri-Nya Sendiri?
Ternyata mayoritas adalah karena pendidikan karakter melalui kebiasaan nilai-nilai Al-Islam di sekolah yakni sebanyak 4.776.
Di urutan kedua karena program khusus yang disediakan sekolah seperti ekstrakurikuler atau kelas tahfiz, sebanyak 1.843.
Alasan lainnya: dekat dengan rumah (1.224); pembelajaran yang menyenangkan (984); pembinaan siswa dalam meraih prestasi (935), dan fasilitas sarana dan prasarana lengkap (600); serta layanan prima (480).
Yang menarik dari jawaban terbuka atau bebas, ternyata menjaring 87 item alasan.
IKM Tertinggi per Sekolah
Jika dilihat per sekolah, maka IKM tertinggi diraih oleh MIM 2 Banyuurip sebesar 92,12. Namun dari 59 walis siswa hanya 12 (20,34 persen) yang menjawab angket.
Posisi kedua diraih SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) dengan IKM 89,22. Yang menarik dari 524 wali siswa sebanyak 522 atau 99,62 persen yang mengembalikan angket.
Posisi ketiga diraih MIM 4 Wotan dengan IKM 88,76. Dari 108 wali siswa yang disurvei, ada 105 (97,22 persen) yang menjawab angket. (#)
Jurnalis Mohammad Nurfatoni












