Feature

Belajar dari Usamah bin Zaid: Empat Karakter Pemuda Baik ala Wakil Ketua PDM Gresik

66
×

Belajar dari Usamah bin Zaid: Empat Karakter Pemuda Baik ala Wakil Ketua PDM Gresik

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Hasan Abidin, M. Pd. I saat memberikan sambutan pada Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 14 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Di hadapan puluhan siswa Spemaju, Wakil Ketua PDM Gresik berbagi kisah inspiratif Usamah bin Zaid dan empat karakter yang wajib dimiliki pemuda zaman sekarang. Apa saja?

Tagar.co — Empat karakter pemuda yang baik menjadi pesan utama Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Hasan Abidin, M.Pd.I., dalam kegiatan Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX di halaman SMP Muhammadiyah 7 (Spemaju) Cerme, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (14/6/2025).

Di hadapan puluhan siswa kelas IX beserta orang tua mereka, Hasan membuka mauizah hasanah dengan sebuah kisah teladan: Usamah bin Zaid. Sosok pemuda yang oleh Rasulullah Saw. dipercaya memimpin pasukan perang di usia belia.

Baca juga: Spemaju Lepas 74 Siswa, Kepala Sekolah: Beranilah Bermimpi dan Berjuang!

“Usamah bin Zaid pada masa mudanya, ketika berumur 16–17 tahun, sudah ditunjuk menjadi panglima perang. Taruhannya nyawa dan memimpin orang banyak yang usianya jauh lebih tua,” kisah Hasan, menegaskan betapa pentingnya kualitas kepribadian bagi generasi muda.

Usamah, kata Hasan, pernah dipertanyakan kelayakannya oleh para sahabat. Namun Rasulullah Saw. menjawab dengan empat alasan mendasar: Ia pemberani. Ia berakhlak mulia. Ia jujur. Dan Ia bertanggung jawab

Baca Juga:  Rintik Hujan Mengiringi Tarawih Perdana di Baitul Hasanah Ambarawa

Keempat poin inilah yang kemudian Hasan tekankan sebagai contoh karakter ideal pemuda masa kini. “Jadilah anak yang pemberani, jujur, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Jangan pernah lari dari tanggung jawab,” pesannya, disambut anggukan para orang tua dan guru yang hadir.

Hasan menegaskan, siapapun yang memiliki empat karakter itu akan bernilai di hadapan siapa saja.

“Di depan siapapun, ketika empat poin ini ada dalam diri kalian, maka kalian akan memiliki nilai yang lebih baik dari yang lain,” ujarnya mantap.

Prosesi pemberian apresiasi kepada sisa-siswa kelas IX pada Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 14 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Pesan untuk Orang Tua

Tak hanya berpesan pada siswa, Hasan juga mengingatkan para orang tua agar selalu mendampingi putra-putrinya dalam jalur pendidikan yang benar. Menurutnya, memilih sekolah adalah keputusan besar yang patut disyukuri.

“Terima kasih atas kepercayaan bapak ibu memilih Spemaju sebagai tempat putra-putri menuntut ilmu. Harapan besar kami, bapak ibu tetap mempercayakan kami untuk pendidikan di jenjang selanjutnya,” pintanya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Gresik terdapat banyak sekolah Muhammadiyah yang bisa menjadi opsi pendidikan lanjutan.

Baca Juga:  Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan

“Mari kita tentukan pilihan yang benar dan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga putra-putri kita,” imbaunya.

Ahmad Wildan Pradana dari kelas IX-C saat menerima apresiasi dari guru kelasnya, Ririn Sri Wahyuni, S. Pd pada Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX di halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 14 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Tiga Pilar Pendidikan

Hasan juga menyoroti tiga komponen penting dalam pendidikan anak: keluarga, sekolah, dan lingkungan luar. Dari ketiganya, lingkungan di luar rumah dan sekolah, menurutnya, kerap luput dari perhatian.

“Orang tua harus bisa menakar berapa jam anak di rumah, di sekolah, dan di luar keduanya. Dari situ akan kelihatan, mana yang lebih dominan mempengaruhi anak: nasihat orang tua, guru, atau teman di luar,” jelasnya.

Ia mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada agar kelak tidak menyesal.

“Jangan sampai kita merasa sudah benar mendidik, tapi bagi anak belum cukup. Maka, komunikasikan dengan baik, dengarkan anak-anak kita,” pesannya.

Hasan juga mengingatkan bahwa masa SMA/SMK sarat dinamika, termasuk soal pilihan kuliah. Ia berharap komunikasi orang tua dan anak terjalin erat agar tidak terjadi konflik.

“Tentukan pilihan dengan benar, insyaallah anak-anak kita menjadi pribadi unggul, sukses dunia akhirat,” tuturnya optimistis.

Baca Juga:  Bangkit dari Sakit, Queen Juara Pencak Silat IPSI Cup Lamongan 2026

Harapan untuk Lulusan Kelas IX

Menutup mauizah hasanah, Hasan mengajak para siswa kelas IX untuk tidak hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi juga akhirat.

“Kejarlah kesuksesan dunia akhirat. Insyaallah, sukses duniamu akan menenteramkan. Kalau hanya dunia, hidupmu akan gelisah. Tapi kalau dua-duanya, kamu akan tenang,” katanya.

Ia berpesan agar para siswa terus belajar tanpa batas waktu.

“Belajarlah terus, jangan berhenti. Kewajiban menuntut ilmu tak ada batasnya,” pungkas Wakil Ketua PDM Gresik ini diiringi tepuk tangan hangat dari hadirin. (#)

Laporan Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni