
Gedung baru SD Negeri 020 Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara resmi diresmikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Kini, siswa bisa belajar di ruang yang lebih layak dan aman, hasil kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.
Tagar.co — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan gedung baru SD Negeri 020 Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Jumat (13/6/25). Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan kerjanya di wilayah tersebut.
“Pada hari ini, 13 Juni 2025, saya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, meresmikan gedung SD Negeri 020 Sepaku,” ujarnya saat menyampaikan sambutan. Setelah itu, peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sekolah.
Baca juga: Puisi Anak Disleksia yang Menggetarkan Hati Menteri Abdul Mu’ti
Gedung baru ini dibangun sejak 2023 untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi sekolah, seperti lokasi yang rawan banjir, paparan kebisingan dari jalan raya, serta keterbatasan ruang kelas dan fasilitas penunjang.
Kini, bangunan tersebut telah dilengkapi dengan lebih banyak ruang kelas, ruang kantor, ruang tata usaha, UKS, perpustakaan, laboratorium, toilet yang memadai, dan area parkir.
Mendikdasmen menyempatkan diri berkeliling untuk melihat langsung fasilitas yang tersedia. Ia juga menyapa para siswa yang tengah beraktivitas. “Semangat belajarnya harus lebih tinggi, ya!” katanya.

Pembangunan gedung baru SD Negeri 020 Sepaku merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Mendikdasmen menyampaikan apresiasinya kepada PT Astra Indonesia atas dukungan dalam pembangunan ini.
“Ini adalah contoh partisipasi semesta—dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan visi besar Pendidikan Bermutu untuk Semua. Mudah-mudahan Astra bisa terus membantu di tempat lain, sehingga program seperti ini dapat kita lanjutkan dan replikasi,” ujarnya.
Perubahan lingkungan sekolah ini disambut baik oleh para siswa. Fathir, siswa kelas 6 SD Negeri 020 Sepaku, mengungkapkan rasa senangnya. “Senang, sekolah dan ruang kelasnya lebih bagus. Di sekolah yang lama, sering banjir, sekarang sudah tidak,” ujarnya.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pembangunan ini sejalan dengan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan dasar yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, termasuk di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara. Ruang belajar yang layak dipandang sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu dan merata di seluruh wilayah. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












