Feature

Sarana Dakwah di Depan Kamera: Ibu-Ibu Aisyiyah Sidoarjo Latihan Jadi Public Speaker Andal

37
×

Sarana Dakwah di Depan Kamera: Ibu-Ibu Aisyiyah Sidoarjo Latihan Jadi Public Speaker Andal

Sebarkan artikel ini
Ibu-ibu Aisyiyah Sidoarjo belajar jadi public speaker andal, sampaikan dakwah dengan percaya diri di era digital.
Istiqomah, pemateri public speaking yang digelar PDA Sidoarjo (Sunarsih/Tagar.co)

Ibu-ibu Aisyiyah Sidoarjo belajar jadi public speaker andal, sampaikan dakwah dengan percaya diri di era digital.

Tagar.co — Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Public Speaking.

Sasaran pelatihan ini yakni dari Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sidoarjo. kurang lebih 130 peserta dari PCA dan Majelis Pembinaan Kader PCA se Kabupaten Sidoarjo hadir di Aula Lantai 2 Kantor DP3AKB Sidoarjo, Senin (9/6/25).

Acara bertema “Pelatihan Kepemimpinan dalam Membentuk Pemimpin Perempuan yang Kapabel” ini menghadirkan

Redaktur Tagar.co Darul Setiawan, S.Pd, dan Istiqomah, M.Med.Kom menjadi pemateri di acara ini.

Walaupun suasana pagi mendung, namun tidak mengurangi semangat semua peserta mengikuti pelatihan ini. Acara diikuti dengan antusias karena menjadi bekal yang sangat krusial dalam kepemimpinan di cabang masing-masing.

Materi Public Speaking disampaikan Istiqomah, M. Med.Kom, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Bu Isti, sapaannya, menyampaikan materi berjudul “Transform Your Speaking Skill for Digital Age”.

Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Sidoarjo itu mengungkapkan, “Di era media sosial penting bagi seorang pemimpin memiliki platform media sosial, yakni menjadi salah satu sarana dakwah,” ujarnya.

Pesan audio visual, sambungnya, lebih mudah sampai ke audiens dan mudah dilihat responnya. “Sayangnya 62 persen orang dewasa mengalami kesulitan berbicara di depan kamera,” tuturnya.

Gestur dan Postur Tubuh 

Maka, siapkan diri dengan beberapa hal berikut, yaitu persiapkan materi dan pilih diksi dan struktur yang jelas dan runut, artikulasi harus jelas, pahami audiens dan bangun koneksi dengan audiens dengan eye contact disertai dengan ekspresi yang otentik atau tidak dibuat-buat.

Selain itu, gestur dan postur tubuh hendaknya yang proporsional didukung dengan intonasi dan ekspresi yang natural.

“Saat sedang syuting, perhatikan pencahayaan dan background. Jangan sampai background syuting sesuatu yang tidak pas. Proses terakhir yang harus dilalui adalah rekam, ulangi, perbaiki hingga sempurna,” jelasnya.

Selanjutnya, diakhir sessi beberapa peserta secara acak diminta untuk praktik membaca teks dengan gestur dan intonasi yang sesuai. Adapun rencana tindak lanjut (RTL) dari sesi ini adalah setiap cabang diminta untuk membuat video presentasi selama tiga menit mulai pembukaan, isi dan penutup dengan tema bebas. Tiga video terbaik akan diunggah di akun Instagram PDA pukul 19.00.

Semua peserta dengan semangat segera membuat video pendek dengan melakukan syuting bersama tim masing-masing dan mengunggahnya di grup pelatihan. (#)

Jurnalis Sunarsih. Penyunting Darul Setiawan.