Feature

Air Mata Haru di Munaqasah Tahfizul Quran Mimsix Gresik

52
×

Air Mata Haru di Munaqasah Tahfizul Quran Mimsix Gresik

Sebarkan artikel ini
Suasana pelaksanaan Munaqasah kelas 6 Mimsix (Tagar.co/Indah Purnama Sari)


Hafalan Al-Qur’an para siswa MI Muhammadiyah Sekapuk diuji terbuka di depan orang tua. Suasana berubah haru ketika usaha mereka membuahkan air mata bangga.

Tagar.co – Suasana haru menyelimuti aula MI Muhammadiyah 6 (Mimsix) Sekapuk, Ujungpangkah, Gresik, saat siswa kelas 6 mengikuti Munaqasah Tahfizul Quran Juz 30 dan 1 sebagai bagian dari tugas akhir menjelang kelulusan. Dalam ujian hafalan tersebut, mereka diuji menghafal juz 30, beberapa ayat dari surah Al-Baqarah, dan surah Al-Kahfi, disaksikan langsung oleh orang tua masing-masing.

Kegiatan yang telah dilaksanakan rutin selama empat tahun ini menghadirkan Nafis Abdulkarim, Lc., pengajar dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Gosari Ujungpangkah, sebagai penguji utama. Kehadiran orang tua sebagai pendamping menjadi momen penting yang memperlihatkan keterlibatan emosional mereka dalam proses pendidikan anak-anaknya, terutama dalam program tahfidz.

“Karena yang saya tahu anak saya memang hafalannya tertinggal dari teman-temannya, jadi kemarin saat tes ada beberapa ayat yang terbata-bata. Tapi yang salut, Radit tetap tenang dan berusaha mengingat. Setelah dibetulkan ustaz, akhirnya bisa melanjutkan lagi,” ujar Nurul Syofiyah, ibu dari M. Raditya Wardhana, dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  MJHS Expo 2026 Mimsix, Membuka Peta Masa Depan Pendidikan Siswa Kelas VI

Ia mengaku sangat terharu saat mendengar langsung putranya melafalkan hafalan yang selama ini terasa sulit ketika di rumah. “Kegiatan munaqasah ini walaupun sangat menegangkan, tapi bisa jadi kejutan yang luar biasa buat wali murid, khususnya saya sendiri. Sangat terharu mendengarkan ananda menghafal sampai sebanyak itu. Padahal kalau di rumah diajak menghafal sepertinya agak susah,” ungkapnya.

Syofiyah, begitu ia akrab disapa, menyampaikan dukungannya agar program tahfiz dan munaqasah terus berlanjut. Menurutnya, pembiasaan tahfiz di sekolah sangat membantu anak-anak dalam membentuk kedisiplinan belajar dan bekal yang berguna hingga jenjang lebih tinggi.

“Tahfiz yang dijadikan pembiasaan di sekolah akan mempermudah siswa dalam menghafal, dan hasilnya pasti sangat berguna sekali. Saya sudah membuktikan dari kakaknya Radit yang juga alumni Mimsix, dan manfaatnya terasa sampai sekarang,” tuturnya.

Ia juga menilai, pelaksanaan munaqoasah menjelang kelulusan menjadi ajang penting untuk melatih keberanian, rasa percaya diri, serta kesadaran anak terhadap proses belajarnya. “Selain itu, wali murid juga bisa langsung melihat hasilnya,” ujarnya. (#)

Baca Juga:  Deg-degan di Depan Penguji: Kisah 54 Siswa SD Muri Menaklukkan Munaqasah

Jurnalis Indah Purnama Sari Penyunting Mohammad Nurfatoni