
Menelusuri 14 masjid di Amerika Serikat, penulis menyaksikan wajah Islam yang damai, profesional, dan hangat. Dari California hingga Seattle, ukhuwah Islamiah hidup dalam beragam budaya.
Catatan Perjalanan ke Negeri Paman Trump (Seri 4, Tamat) Oleh dr. Mohamad Isa
Tagar.co – Pada seri keempat ini, saya ingin menceritakan pengalaman mengunjungi dan melaksanakan ibadah di masjid-masjid serta tempat ibadah Islam selama berada di Amerika Serikat pada tahun 2023 lalu.
Saya mengunjungi masjid-masjid tersebut bersama suami ponakan saya, Muhammad Yusuf Effendi, putra asal Ambarawa yang telah bekerja di bidang teknologi informasi di Amerika Serikat selama hampir 20 tahun.
Ia dulu berangkat melalui program pengiriman mahasiswa ke luar negeri pada masa Presiden B.J. Habibie. Yusuf belajar di Universitas Toyama, Jepang. Sementara istrinya, Wiwied Irfianti—ponakan saya—merupakan alumnus SMA Negeri 5 Surabaya dan lulusan Kimia Universitas Indonesia.
Bisa mengunjungi berbagai tempat ibadah umat Islam di Amerika merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami.
14 Tempat Ibadah yang Kami Kunjungi
1. Masjid Darul Islam (Walnut Creek Islamic Center), California
Masjid ini cukup besar dan memiliki kegiatan yang lengkap. Kami melaksanakan salat Subuh di sini. Jaraknya sekitar 12 mil (20 km) dari tempat tinggal kami di Martinez, ditempuh sekitar 20 menit dengan mobil.
Salat Jumat dilaksanakan dua kali karena jemaah sangat banyak. Sesi pertama pukul 13.00 menggunakan bahasa Inggris, dan sesi kedua pukul 15.00 menggunakan bahasa Arab. Setelah salat Jumat, disediakan bahan makanan, sayuran, dan roti secara gratis. Juga ada program buka puasa dan pendidikan Islam.
2. Islamic Center of Vallejo
Untuk salat Subuh di masjid ini, kami harus berangkat lebih pagi karena jaraknya 14 mil (22 km) dan harus melewati jembatan yang membentang di Teluk San Francisco. Masjid ini besar, terletak di tepi jalan utama, dan memiliki halaman parkir yang luas. Dikelola oleh komunitas keturunan Palestina. Kami disambut hangat, bahkan diberi buah kurma dari kebun yang berada di halaman masjid.

3. Masjid MCC (Muslim Community Center of The Bay), San Francisco
Kami salat Zuhur di masjid ini yang dikelola secara profesional oleh komunitas keturunan Mesir. Masjid sedang dalam proses renovasi dan perluasan. Penggalangan dana dilakukan secara digital dan cukup efektif.
4. Salat Iduladha di Konsulat Indonesia, San Francisco
Kami berkesempatan melaksanakan salat Iduladha di Konsulat RI bersama masyarakat Indonesia di San Francisco dan sekitarnya. Perjalanan dari tempat tinggal kami memakan waktu dua jam.
Khotbah disampaikan dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Seusai salat, dilanjutkan dengan ramah tamah dan menikmati hidangan khas Indonesia.
5. Masjid Fiji, San Francisco
Saat mencari tempat salat Zuhur, kami menemukan masjid ini melalui Google Maps. Terletak di pinggiran kota, masjid ini didirikan oleh komunitas Fiji. Kami disambut hangat, diperkenalkan sebagai jemaah dari Indonesia, lalu dijamu dengan makanan dan minuman yang ada.
6. Masjid BMMC (Brentwood Muslim Community Center), California
Kami memilih salat Magrib di masjid ini yang berjarak 27 mil (43 km) dari rumah, ditempuh 35 menit. Terletak di tengah permukiman, jemaahnya berasal dari berbagai latar belakang: Nigeria, Mesir, Turki, Pakistan, India. Kami disapa sebagai “new brother”. Perluasan masjid sedang berlangsung dan informasi penggalangan dana dipasang di papan pengumuman.
7. Masjid Pittsburg, California
Kami melanjutkan salat Isya di masjid ini yang tampak seperti rumah biasa. Setelah mengetuk pintu, kami dipersilakan masuk. Suasana tertutup karena sedang berlangsung kelas Al-Qur’an untuk anak-anak oleh guru dari Yaman dan Niger. Masjid ini rapi dengan fasilitas wudu yang bersih.
8. Masjid At-Thohir, Los Angeles
Kami melaksanakan salat Isya dan bersilaturahmi dengan jemaah yang mayoritas berasal dari Indonesia. Saat itu berlangsung kegiatan gathering family dengan makan bersama menu khas Indonesia. Masjid ini awalnya bangunan kecil yang disewa, lalu dibeli berkat dukungan dana dari keluarga Thohir di Indonesia.
9. Masjid Irvine, Los Angeles
Saat berkunjung ke Irvine, kami salat Zuhur dan Asar secara jamak. Masjid ini megah, memiliki fasilitas wudu yang mewah dan tempat salat yang bersih dengan karpet tebal.
10. Masjid Everett, Seattle
Bersama Pak Irfan Rosidi, Ketua Majelis Pendidikan Islam di Everett, kami mengunjungi masjid ini yang merupakan hasil swadaya komunitas untuk memiliki tempat ibadah sendiri.

Seattle (kanan)
11. Masjid Puget (Muslim Association of Puget Sound), Seattle
Merupakan masjid terbesar di Seattle dengan fasilitas lengkap: ruang utama, perpustakaan, ruang konsultasi, aula resepsi, sekolah, dan lapangan basket. Dipimpin oleh Ustaz Jodan asal Padang, yang telah lama bertugas di sana.
12. Masjid Concord, California
Kami salat Subuh di sini. Letaknya dekat dari rumah, namun kami harus menunggu karena kunci masih dibawa oleh pengurus. Imam masjid berasal dari Afganistan. Mereka sangat senang jika ada jemaah baru, apalagi dari Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang ramah.
13. Masjid San Ramon (Valley Islamic Center)
Kami sempat melaksanakan salat Zuhur di sini. Masjid ini berbentuk rumah tinggal yang disulap menjadi ruang ibadah.
14. Musala Muhammad Yusuf Effendi – Martinez, San Francisco
Rumah ponakan saya dijadikan mushala keluarga karena tidak ada tempat ibadah di lingkungan tersebut. Saat ini, komunitas Muslim di Martinez sedang menggalang dana untuk membangun masjid baru.
Penutup
Masjid harus dikelola secara profesional: baik dari segi sarana, pelaksanaan ibadah, maupun manajemen keuangan. Masjid-masjid di Amerika Serikat rata-rata dikelola dengan baik dan menjadi pusat dakwah yang efektif.
Ukhuwah Islamiah harus terus dijalin dan dikembangkan di seluruh dunia sebagai wujud kebersamaan untuk membangun peradaban yang mulia.
Banjarmasin, 14 Mei 2025
Penyunting Mohammad Nurfatoni












