FeatureUtama

AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan, Teheran Ajukan 10 Syarat

563
×

AS–Iran Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan, Teheran Ajukan 10 Syarat

Sebarkan artikel ini

Kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran dicapai dengan sejumlah syarat dari masing-masing pihak.

Tagar.co — Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, Selasa (7/4/2026), hanya kurang dari dua jam sebelum tenggat pukul 20.00 waktu setempat untuk melancarkan serangan besar yang ia sebut mampu “menghancurkan sebuah peradaban.”

Keputusan ini diambil dengan satu syarat utama: Iran harus segera membuka kembali Selat Hormuz—jalur vital bagi perdagangan minyak dunia.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump mengungkap bahwa kesepakatan tersebut juga dipengaruhi oleh komunikasi dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir dari Pakistan.

“Berdasarkan pembicaraan tersebut, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Trump.

Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melampaui seluruh target militernya, serta kini berada pada tahap lanjut menuju kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran dan kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Tujuh Sikap Muhammadiyah untuk Krisis Timur Tengah

Menurut Trump, Washington telah menerima proposal 10 poin dari Teheran yang dinilai cukup solid sebagai dasar negosiasi. Ia mengklaim sebagian besar isu utama yang selama ini menjadi sumber konflik sudah mencapai titik temu.

“Dua pekan ini akan digunakan untuk merampungkan dan mengesahkan kesepakatan tersebut,” tambahnya, sembari menyebut perkembangan ini sebagai langkah penting menuju stabilitas kawasan.

Di Teheran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menerima gencatan senjata tersebut secara bersyarat.

Dalam pernyataan resmi atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tertanggal 7 April 2026, Araghchi menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan pimpinan militer Pakistan atas peran mereka dalam mendorong upaya penghentian konflik di kawasan.

Iran menegaskan bahwa penghentian operasi militernya bersifat kondisional. Teheran menyatakan pasukan bersenjatanya akan menghentikan operasi defensif hanya jika serangan terhadap Iran dihentikan. Pernyataan ini menegaskan posisi Iran yang tetap siaga dan membuka kemungkinan respons militer apabila situasi kembali memanas.

Selain itu, Iran menyatakan bahwa selama periode dua pekan, jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka kembali dengan jaminan keamanan. Namun, operasionalnya tetap berada di bawah koordinasi Angkatan Bersenjata Iran, dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keamanan.

Baca Juga:  Clickbait Geopolitik dan Krisis Fokus Dunia

Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses diplomatik yang lebih luas, menyusul adanya proposal negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Iran menyebut adanya kerangka proposal yang dapat menjadi dasar pembicaraan lanjutan untuk mencapai kesepakatan jangka panjang.

Periode dua pekan tersebut dipandang sebagai masa krusial untuk merampungkan negosiasi dan menguji komitmen kedua pihak dalam meredakan konflik yang berpotensi berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan jalur energi global.

10 Syarat Iran

Kesepakatan ini turut didasarkan pada proposal 10 poin yang diajukan Iran sebagai kerangka negosiasi dengan Amerika Serikat, yang mencerminkan tuntutan strategis Teheran:

  1. Jaminan non-agresi dari AS
  2. Pengakuan kontrol Iran atas Selat Hormuz
  3. Pengakuan hak pengayaan uranium
  4. Pencabutan seluruh sanksi ekonomi utama
  5. Pencabutan sanksi sekunder
  6. Penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran
  7. Penghentian resolusi badan nuklir internasional (IAEA)
  8. Pembayaran kompensasi kepada Iran
  9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan
  10. Penghentian konflik di semua front, termasuk yang melibatkan sekutu Iran

Penyunting Mohammad Nurfatoni