Feature

Bazar Kolaborasi PCA Pitu dan Ngawi, Beras 3 kg Hanya 20 Ribu

46
×

Bazar Kolaborasi PCA Pitu dan Ngawi, Beras 3 kg Hanya 20 Ribu

Sebarkan artikel ini
Bazar kolaborasi PCA Pitu dan PCA Ngawi betul-betul menggoda. Beras 3 kg hanya dijual 20 ribu rupiah. Baju baru juga super murah. Masih bonus cek kesehatan gratis.
Bazar kolaborasi PCA Pitu dan PCA Ngawi betul-betul menggoda. Beras 3 kg hanya dijual 20 ribu rupiah. (Tagar.co/Supriyati)

Bazar kolaborasi PCA Pitu dan PCA Ngawi betul-betul menggoda. Beras 3 kg hanya dijual 20 ribu rupiah. Baju baru juga super murah. Masih bonus cek kesehatan gratis.

Tagar.co – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pitu dan PCA Ngawi Kabupaten Ngawi Jawa Timur berkolaborasi menggelar bakti sosial (baksos) berupa Bazar Murah di Desa Dumplengan Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, Ahad (23/3/2025)

Sebelum pelaksanaan baksos, kedua PCA melaksanakan rapat persiapan baksos sekaligus buka bersama di Sekretariat PCA Ngawi. Alamatnya gang Mawar, Kauman Ngawi, Selasa (18/3/2025). Dalam kultumnya, Ketua PCA Ngawi Dra. Lailatul Hasanah menyampaikan tentang green ramadhan.

Dia mengajak warga Aisyiyah agar ada perubahan perilaku atau pola hidup yang ramah lingkungan. Juga mengajak meningkatkan amal ibadah dengan tidak hanya bermakna bagi diri sendiri dan sesama, tetapi bermakna bagi pemuliaan bumi dan kelestarian alam.

“Allah telah berfirman dalam Surat Ar-rum ayat 41 yang artinya, telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” kutipnya saat kultum.

Baca Juga:  Jelajah Penuh Tantangan Warnai Malam Mugeb on Scout Camp 2026

Green Ramadan

Untuk mendukung Green Ramadan, aktivitas yang dilakukan PCA Ngawi diantaranya, pertama, mengurangi penggunaan bahan plastik karena plastik sulit terurai.

“Contohnya tempat makan dan minum yang biasanya menggunakan bahan plastik, diganti dengan menggunakan gelas atau tumbler atau piring yang terbuat dari kaca. Atau tempat makan menggunakan pincuk yang terbuat dari anyaman bambu dilapisi daun pisang. Tas belanja plastik diganti dengan tas kain atau keranjang anyaman bambu,” ungkapnya.

Kedua, tidak memubazirkan makanan dengan mengambil makanan secukupnya. Yang ketiga adalah mengurangi konsumsi daging dengan memperbanyak konsumsi sayur mayur .

“Aktivitas keempat adalah hemat penggunaan air. Misalnya memanfaatkan sisa air wudhu untuk menyiram tanaman. Terakhir kelima adalah hemat listrik. Misal alat elektronik yang sudah tidak terpakai atau tidak digunakan, seperti AC, lampu dan yang lainnya, harus dimatikan,” paparnya.

Aneka Sayuran dan Produk UMKM

Aneka kebutuhan sehari-hari disediakan di Bazar Murah pada Ahad (23/3/25). Diantaranya yang paling laris manis adalah beras yang sudah dipacking 3 kg dijual dengan harga hanya Rp. 20.000,-. Untuk beras ini panitia menyiapkan sebanyak 150 paket.

“Ada juga sayuran seperti kacang panjang, terong, jagung, bayam, kangkung, wortel, dan tomat. Semua merupakan hasil dari tanaman masyarakat setempat yang dijual dengan harga yang relatif murah,” jelasnya.

Baca Juga:  Strategi Muhammadiyah Bojonegoro Menembus Batas Tradisional lewat Layar

Produk UMKM masyarakat setempat, seperti peyek dan keripik pisang juga tersedia di bazar murah ini. Bahkan pakaian baru dari cuci gudang sebuah toko juga telah siap. Harga mulai dari Rp. 3000.- sampai dengan Rp. 15.000,-.

“Pengunjung bazar murah juga bisa mendapatkan pakaian pantas pakai secara gratis. Kami juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis. Pengunjung bisa cek tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Pokoknya semua gratis,” paparnya.

Aisyiyah Garap Ekonomi

Dia juga mengungkapkan bahwa bakti sosial sosial ini bertujuan, pertama, untuk membangun jiwa sosial dengan masyarakat. Kedua, membiasakan saling berbagi dengan sesama. Dan ketiga, saling menolong antar sesama.

“Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’un ayat 2-3, juga surat Al-Isra’ ayat 26-27. Mengajarkan tentang pentingnya berbuat baik pada orang tua, kerabat dan tetangga, Al-Qur’an mendorong manusia untuk membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, saling menghormati dan membantu satu sama lain,” tuturnya.

Menurutnya yang lebih penting juga adalah mengenalkan keberadaan Aisyiyah. PCA Pitu ini baru saja berdiri. Aisyiyah merupakan organisasi yang bergerak tidak hanya di bidang dakwah saja, tetapi juga bidang ekonomi, seperti pemberdayaan UMKM.

Baca Juga:  Siapkan Lomba Edukatif dan Kreatif, IPM Spemdalas Gelar Colorful Ramadan

“Alhamdulillah, sudah berdiri Suryamart PDA Ngawi sebagai tempat pemasaran produk UMKM. Di bidang pendidikan PCA Ngawi punya lima TK ABA. D bidang kesehatan dengan cek kesehatan rutin dan senam lansia. Bahkan di cabang yang lain, yaitu di Kecamatan Sine sudah berdiri Klinik Pratama Aisyiyah. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi kita,” harapnya.

Kiprah Dakwah PCA Pitu

Ketua PCA Pitu Amin Priyati, S.Pd yang didaulat menjadi tuan rumah menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi yang baik antara PCA Pitu dengan PCA Ngawi. Juga terima kasih kepada Kepala Desa Dumplengan yang bisa menerima dengan terbuka keberadaan Aisyiyah.

“Meski baru berdiri, kiprah PCA Pitu di bidang dakwah dengan pengajian rutin sudah berjalan sejak lama. Kami mempunyai lima Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA).”

“Masyarakat sekitar sangat antusias dalam meramaikan kegiatan bazar murah. Terbukti untuk sayuran dan produk UMKM sangat diminati sampai harus mengambil beberapa kali,” ungkapnya sambil tersenyum bahagia. (#)

Jurnalis Supriyati. Penyunting Sugiran.