
Ramadan adalah kesempatan emas untuk bertumbuh. Dengan perencanaan dan niat yang kuat, kita bisa menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri menuju kebaikan.
Oleh Ridwan Ma’ruf; Oleh Ridwan Ma’ruf: Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo
Tagar.co – Setiap orang yang memiliki kecerdasan spiritual pasti menginginkan pertumbuhan dan perkembangan ke arah yang lebih baik. Ramadan adalah momen yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut.
Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya:
إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’du: 11)
Ayat ini mengandung motivasi bahwa Allah tidak akan mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik kecuali dengan usaha dan jerih payahnya sendiri. Oleh karena itu, Ramadan dipenuhi dengan berbagai amalan sunnah yang memiliki keutamaan, sehingga seorang Muslim didorong untuk berusaha meraih keberkahan bulan ini.
Sebagaimana sabda Nabi Saw.:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ، مُكَفِّرَاتُ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
“Salat lima waktu, salat Jumat ke salat Jumat berikutnya, dan puasa Ramadan adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dijauhi dosa-dosa besar.” (H.R. Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan mendorong seseorang untuk berkembang secara progresif agar lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Pentingnya Perencanaan dan Target
Agar ibadah puasa di bulan Ramadan tidak terasa monoton, penting bagi seseorang untuk membuat planning (perencanaan) dan menetapkan target amalan yang ingin diunggulkan. Misalnya, mengikuti daurah tahsin Al-Qur’an, belajar bahasa Arab, atau meningkatkan ibadah sunnah lainnya. Dengan perencanaan yang matang dan target yang jelas, seseorang akan lebih mampu mengembangkan kebiasaannya di luar bulan Ramadan.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)
Ayat ini menunjukkan pentingnya memiliki rencana dan target yang jelas dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam memanfaatkan bulan Ramadan untuk pengembangan diri.
Menjadi Lebih Baik setiap Hari
Rasulullah Saw. bersabda:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
Artinya: “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.” (H.R. Al-Hakim)
Hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus selalu berusaha meningkatkan kualitas dirinya setiap hari. Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, kaum Muslimin harus mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












