
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tengah bersiap menyambut Muktamar Muhammadiyah 2027 dengan menghadirkan dua fasilitas megah: Auditorium Berkemajuan dan Sporthall Walidah.
Tagar.co – UMSU bangun Auditorium Berkemajuan dan Sporthall Walidah untuk Muktamar Ke-49 Muhammadiyah tahun 2027. Hal itu dipaparkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Agussani, MAP. saat hadir di Kajian Ramadhan 1446 PWM Jatim di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Sabtu (8/3/2025).
Mengawali sosialisasi perkembangan muktamar 2027, Agussani menyampaikan, Sumatera Utara merupakan propinsi keempat terbesar di Indonesia. Sesuai dengan keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah muktamar akan diadakan di Sumatra Barat dan Sumatra Selatan. Tetapi setelah disurvei ternyata dua wilayah tersebut belum siap melaksanakan muktamar.
Baca juga: Umla Siap Bersaing dengan UMM Jadi Kampus Internasional
“Maka kemudian PP Muhammadiyah memberikan kepercayaan kepada Sumatera Utara, khususnya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai penyelenggara,” ujarnya.
Pada Januari 2025 lalu, lanjutnya, kita telah memulai perencanaan ground breaking membangun fasilitas sarana untuk muktamar Muhammadiyah 2027. Sumut merupakan daerah dengan etnis beragam. Ada 8 etnis besar di Sumut termasuk juga Jawa.
“Kalau orang mengenal Sumut sering disebutkan dengan orang Batak, tetapi sebetulnya yang paling besar adalah suku Jawa. Kami yakin, kalau Lamongan terkenal dengan makanannya, maka muktamar Muhammadiyah 2027 nanti akan diwarnai oleh kuliner Lamongan karena sudah mendunia,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sumut juga provinsi terluas di Sumatra. Jumlah penduduk terbesar keempat se-Indonesia dengan total populasi 15 juta, sementara Jatim 40 juta. Sejalan dengan ground breaking, kami mencoba untuk membangun kampus keempat UMSU. Saat ini UMSU memiliki tiga kampus.
“Ada satu lahan seluas 25 ha yang di situlah nantinya menjadi tempat pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027. Sekilas info program kerja mulai Januari 2025.
566 tiang pancang telah tertanam di kampus 4 UMSU siap mewujudkan Auditorium megah UMSU,” jelasnya.
Kami bersyukur penunjukkan oleh PP Muhammadiyah kepada PWM Sumut khususnya UMSU. Beberapa laporan perkembangan, pertama, ide dari Ketua PP Muhammadiyah Dr. M. Saad Ibrahim, bagaimana ada ikon yang menjadi sejarah nanti.
“Pada waktu Tanwir Muhammadiyah di NTT telah diputuskan agar di lokasi muktamar, PP Muhammadiyah memberikan 100 pohon durian untuk ditanam. Sekali lagi terima kasih Pak Kiai Saad,” ucapnya.
Kami berharap Rektor Umla bisa ikut menanam. Kami siapkan satu lokasi khusus durian Musang King Umla. “Saat ini sudah ada 60 pohon durian yang sudah berbuah. Diperkirakan tahun 2027 akan ada 167 pohon durian yang berbuah saat muktamar Muhammadiyah 2027,” kembali tepuk tangan bergemuruh di Dome Umla.
“Kata Kiai Saad, kalau seandainya durian ini tak berbuah, kita akan beli durian untuk kita gantungkan di sana nanti. Ini murni ide Ketua PP Muhammadiyah Kyai Saad. Kali ini tinggal 30 pokok durian yang belum tertanam,”
Sekarang kami berusaha untuk muktamar adalah membangun gedung berdempetan antara Muhammadiyah dan Aisyiyah. Artinya Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah akan berada di satu lokasi selama beberapa hari di Sumut.
“Kami sudah mempersiapkan semua kemampuan untuk menjamu tamu dari seluruh Indonesia, khususnya Jawa Timur. Baik rumah warga, sekolah, AUM, dan hotel-hotel sudah siap semuanya. Kami sedang membangun dua gedung, yaitu Auditorium Berkemajuan dan Sporthall Walidah dengan anggaran 351 miliar rupiah. Tentu didukung penuh PP Muhammadiyah, PWM Sumut serta UMSU,” tutupnya. (#)
Jurnalis Sugiran Penyunting Mohammad Nurfatoni












