
Lazismu Lumajang diminta untuk memperkuat sinergi internal dan memperluas jangkauan sosialnya di tahun 2025. Dengan target pembentukan kantor layanan di setiap cabang dan fokus pada daerah terpencil, Lazismu siap memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Tagar.co – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, dr. Halimi Maksum, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Lumajang yang digelar Cafe Alka, Sukodono, Kabupaten Lumajang, Ahad (23/2/25), menyampaikan fokus utama lembaga tersebut untuk tahun 2025: penguatan sinergi internal dan perluasan sosialisasi kepada masyarakat.
Halimi menekankan pentingnya pembentukan Kantor Layanan Lazismu (KLL) di seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang hingga saat ini belum memilikinya. “Kami berharap seluruh PCM yang belum memiliki KLL dapat segera membentuknya pada tahun 2025, dan ini akan kita kawal bersama-sama,” ujarnya.
Baca juga: Lazismu Lumajang Didorong Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk memulai tahun 2025 dengan meningkatkan infaq dan sedekah melalui Lazismu. “Kinerja harus lebih tertata, internal Muhammadiyah harus bisa. Kita juga perlu mengkampanyekan tata cara berinfaq dan mensosialisasikan kembali peran Lazismu,” tegasnya.
Lazismu, menurut Halimi, telah memiliki sistem penghimpunan dan penyaluran dana yang tertata dengan baik, bahkan laporan keuangannya telah memenuhi standar wajar tanpa pengecualian (WTP).
“Seluruh elemen diajak untuk mengawal gerakan infak agar semakin optimal dalam lingkup internal,” kata Halimi. Selain itu, Lazismu berencana melakukan sosialisasi keliling ke setiap cabang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai program dan manfaat Lazismu.
Selain penguatan internal, rakerda juga menyoroti perlunya Lazismu memperluas jangkauan programnya, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih minim perhatian. “Masih banyak wilayah terpencil yang membutuhkan bantuan, baik dalam bidang pendidikan maupun sosial. Lazismu perlu turun langsung untuk memastikan programnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap dr. Halimi.
Edukasi dan literasi keuangan di kalangan warga Muhammadiyah juga menjadi poin penting yang dibahas. Dr. Halimi menekankan perlunya pemahaman yang lebih dalam mengenai zakat, infaq, dan sedekah, serta bagaimana dana yang disumbangkan dapat dikelola secara profesional dan berdampak luas. “Kampanye masif terkait manfaat infaq dan sedekah akan terus digencarkan,” janjinya.
Meskipun telah memberikan kontribusi besar, Lazismu dinilai masih memiliki beberapa aspek yang perlu diperbaiki. “KLL hampir tidak ada cacatnya, tetapi Lazismu masih memiliki banyak kekurangan. Semua tergantung KLL dan bagaimana ke depannya kita bisa memperkuat sinergi,” jelasnya.
Untuk meningkatkan efektivitas penghimpunan dan penyaluran dana umat, Lazismu tengah memprakarsai program baru yang akan segera dijalankan. Dengan dukungan penuh dari warga Muhammadiyah, Lazismu diharapkan dapat terus berkembang menjadi lembaga yang lebih profesional dan terpercaya dalam mengelola dana infaq, sedekah, dan zakat di Lumajang. (#)
Jurnalis Umi Fauzia Yuniarsih Penyunting Mohammad Nurfatoni












