Feature

Lazismu Lumajang Didorong Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil

28
×

Lazismu Lumajang Didorong Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil

Sebarkan artikel ini
Yunirnaningsih dalam Rapat Kerja Daerah Lazismu Lumajang, di Cafe Alka, Sukodono, Kabupaten Lumajang, Ahad (23/2/25).

Lazismu Lumajang terus bergerak membantu pendidikan di daerah terpencil. Dengan manajemen transparan dan dukungan muzaki, mereka menyalurkan bantuan pendidikan demi masa depan anak-anak yang lebih cerah.

Tagar.co – Lazismu Lumajang mendapat dorongan untuk lebih aktif dalam meningkatkan pendidikan usia dini di daerah terpencil. Yunirnaningsih, seorang muzaki (pembayar zakat) terbaik Lazismu Lumajang, menyoroti masih banyaknya sekolah yang kekurangan fasilitas, gedung, dan tenaga pengajar akibat minimnya perhatian dari pemerintah.

Ia berharap Lazismu bisa lebih terjun langsung ke lapangan untuk membantu kebutuhan pendidikan di wilayah yang jarang tersentuh bantuan. Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja Daerah Lazismu Lumajang, di Cafe Alka, Sukodono, Kabupaten Lumajang, Ahad (23/2/25).

Baca juga: CFD Sudirman: Lazismu Hadirkan Oase Kebaikan Sambut Ramadan

Menurut Yunirnaningsih, pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan anak-anak, terutama di daerah yang minim akses terhadap sarana belajar. “Kalau AUM (amal usaha Muhammadiyah) dipegang warga Muhammadiyah, manajemennya pasti bagus dan selalu mendukung kegiatan apapun,” ujarnya. Ia meyakini, dengan pengelolaan profesional, Lazismu mampu menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan di daerah tertinggal.

Baca Juga:  Lomba Tahfiz MI Tempeh Lor, Siswa Hafalan sambil Menangis

Sebagai seorang muzaki, pensiunan guru itu merasa bangga dan bersyukur bisa berkontribusi melalui Lazismu. Ia juga menekankan pentingnya bersedekah, berinfak, dan berzakat untuk mendukung program-program sosial yang dijalankan oleh Muhammadiyah. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi, manfaat yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan pun semakin besar.

Amanah

Sementara itu, Kuswantoro, seorang fundraising Lazismu Lumajang, dikenal gigih dalam menjalankan tugasnya. Tanpa mengenal lelah, ia tetap berkeliling menjemput donasi langsung dari rumah ke rumah, meski harus menghadapi panas dan hujan. Menurutnya, sistem manajemen Lazismu yang transparan dan profesional menjadi alasan utama ia tidak ragu mengamanahkan infaknya kepada lembaga tersebut.

Bagi Kuswantoro, amanah dalam mengelola dana umat adalah prioritas utama. Ia melihat bagaimana Lazismu mampu menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Kepercayaan yang dibangun ini menjadi modal penting bagi Lazismu untuk terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Selain itu, ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara Lazismu dan Baznas. “Kalau Baznas jelas dari pemerintah, sementara Lazismu berjuang sendiri dengan mengandalkan kepercayaan masyarakat,” katanya. Meskipun tanpa dukungan langsung dari pemerintah, Lazismu terus berkembang dan mampu menjalankan berbagai program sosial, termasuk bantuan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:  Tarhib Ramadan dalam Bayangan Asap Semeru

Keberadaan Lazismu di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat peran Muhammadiyah dalam kegiatan sosial dan dakwah. Dengan sistem pengelolaan yang baik dan dukungan dari para muzzaki, Lazismu dapat menjadi pilar penting dalam membantu masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan yang masih membutuhkan perhatian lebih. (#)

Jurnalis Umi Fauzia Yuniarsih Penyunting Mohammad Nurfatoni