Feature

Famgath Crew Ambulanmu Jatim, Bawa Oleh-Oleh untuk Dinikmati Bersama

64
×

Famgath Crew Ambulanmu Jatim, Bawa Oleh-Oleh untuk Dinikmati Bersama

Sebarkan artikel ini
Famgath Crew Ambulanmu Jatim memanfaatkan Muhammadiyah Training Center di Wonosalam Kabupaten Jombang. Uniknya para peserta membawa oleh-oleh dari daerah masing-masing untuk dinikmati bersama. 
Famgath Crew Ambulanmu Jatim di Muhammadiyah Training Center, Wonosalam, Kabupaten Jombang. (Tagar.co/Istimewa)

Famgath Crew Ambulanmu Jatim memanfaatkan Muhammadiyah Training Center di Wonosalam Kabupaten Jombang. Uniknya para peserta membawa oleh-oleh dari daerah masing-masing untuk dinikmati bersama.

Tagar.co – Cuaca cerah menghangatkan Muhammadiyah Training Center (MTC) sore itu, Sabtu (1/2/2025). Beberapa ambulance Lazismu dari berbagai kabupaten dan kota se-Jatim mulai terparkir di sekitar area MTC. Lokasinya di Arjosari Panglungan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Jatim.

Wajah-wajah ceria Crew Ambulance Muhammadiyah (Ambulanmu) Jatim saling bersalaman dan saling sapa. Mereka bersemangat menyambut event Family Gathering 1 Crew Ambulanmu Jatim, Sabtu-Ahad (1-2/2/2025). Peserta segera registrasi sambil membawa oleh-oleh atau makanan dan minuman dari daerahnya masing-masing.

Sejak akhir Desember 2024 para peserta sudah mulai ancang-ancang dengan oleh-oleh atau makanan apa yang dibawa. Cita-citanya untuk bisa dinikmati bersama di MTC Wonosalam yang terkenal dengan cuaca dinginnya.

Arif KL Lazismu Sidayu Gresik menyiapkan ikan laut dan kepiting untuk menu bakaran. Begitu juga dengan Aris dari Pacitan siap membawa ikan. Yakub Trijuna Kaharuddin Lazismu Magetan membawa polo pendem, air mineral, dan gula. Ahmad Ridho Pambudi Lazismu Kabupaten Probolinggo siap menghangatkan dari kedinginan dengan sirup jahe. Cak Hur dari Lazismu Kota Surabaya menyumbang ikan, beras, kopi, kerupuk, minyak goreng, terasi. Super lengkap.

Baca Juga:  Tutor Sebaya, Jalan Asyik Menaklukkan Pelajaran Bahasa Arab

Kaos Cantik dan Topi Gratis

Urunan cukup 100 ribu rupiah sudah berbonus kaos cantik berwarna hijau bertuliskan Family Gathering 1 Crew Ambulanmu Jatim. Masih dapat topi gratis sumbangan dari Ketua Panitia Tri Wahyudi (KL Lazismu RSU Ahmad Dahlan Kota Kediri). Air mineral akhirnya melimpah dengan tambahan sumbangan dari Pak Nur dan Huda.

Driver gemoy Lazismu Situbondo, M Rifky Ahmad Zidane tak ketinggalan berpartisipasi dengan membawa tape manis. Direktur baru Lazismu Bondowoso, Lulus juga mempersembahkan oleh-oleh khas Bondowoso, tape manis.

Beberapa personil berpartisipasi dalam bentuk dana tunai untuk membantu kebutuhan panitia. Ada Dja’far, Ahmad Ridho Pambudi, Kang Peno, Moh. Arif, Yakub, Aditio Yudono, dan Ahmad Saifu.

Famgath Crew Ambulanmu Jatim memanfaatkan Muhammadiyah Training Center di Wonosalam Kabupaten Jombang. Uniknya para peserta membawa oleh-oleh dari daerah masing-masing untuk dinikmati bersama. 
Peserta Famgath Crew Ambulanmu Jatim menyerbu durian yang baru datang. (Tagar.co/Istimewa)

Pesta Durian

Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim drh. Zainul Muslimin yang hadir di Famgath 1 Crew Ambulanmu Jatim tiba-tiba ikut mengeluarkan amplop tebal. “Alhamdulillah ada tambahan dana dari Ustadz Zainul Muslimin. Cocok untuk beli durian,” ungkap ketua panitia Tri Wahyudi. Maka pesta durian pun tak terhindarkan.

Zainul Muslimin merasakan kesan istimewa dari kegiatan ini. Menurutnya, Crew Ambulanmu Jatim luar biasa. Mereka saling memberi kebermanfaatan padahal secara finansial kondisi mereka juga sedang tidak baik-baik saja. Ketika silaturrahim terikat kuat tanpa sekat, karena mungkin muncul dari perasaan senasib dan seperjuangan, itulah kemudian lahir soliditas dan kesetiakawanan yang kuat.

Baca Juga:  AUM sebagai Ujung Tombak Dakwah Muhammadiyah

“Semangat bersama sehingga melahirkan even yang super mewah. Real mewah dengan biaya yang murah. Bagaimana tidak super mewah? Sajian menunya lengkap dan komplit plit. Mulai dari kelapa muda (degan), kopi manis, kopi pahit, teh, kolak durian, legen, sirup jahe, dan tentu ada air mineral. Itu baru minumannya saja,” ungkapnya.

“Menu makannya mulai dari kepiting, asem-asem bandeng, asem-asem mujair, ikan goreng, tahu goreng, tempe goreng, aneka kerupuk, dan rempeyek. Yang unik lagi tersaji 4 jenis sambal. Tiap selesai makan mereka mencuci piringnya sendiri, tentu termasuk saya. Bagaimanapun saya harus memberikan keteladanan,” tambah Zainul sambil tersenyum.

Teladan Kebaikan

Zainul teringat ketika mulai mengelola Lazismu dan ingin setidaknya punya 10 ambulance. Ternyata sekarang sudah ada lebih dari 50 unit ambulance. Kita berikan kepercayaan kepada mereka, support dan keteladanan. Apalagi kondisi mereka secara ekonomi tentu tidak seberuntung kita.

“Maka bantuan, uluran tangan, nasihat, teguran, dan sekali lagi yang paling penting dari kita semua adalah keteladanan kebaikan. Keteladanan kejujuran, amanah, semangat kebersamaan. Intinya keteladanan kebaikan,” pesan mantan Ketua Lazismu Jatim ini. (#)

Baca Juga:  Ikuti Olympicad 2026, Asa Smamio Berkibar di Timur Nusantara

Jurnalis Sugiran Penyunting Sayyidah Nuriyah