FeatureUtama

Sekolah Coding ‘Sang Surya’ Resmi Dibuka Muhammadiyah Gresik, Targetkan Siswa Bikin Game dan Animasi

51
×

Sekolah Coding ‘Sang Surya’ Resmi Dibuka Muhammadiyah Gresik, Targetkan Siswa Bikin Game dan Animasi

Sebarkan artikel ini
Dari kiri: Imanullah Ali Ubaid, Zaki Abdul Wahid, Dodik Priyambada dan Didin Rosyidi (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Sekolah Coding ‘Sang Surya’ resmi dibuka oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik. Di sekolah berbiaya seikhlasnya ini siswa ditargetkan bisa membuat game dan animasi serta pemrograman.

Tagar.co – Sebuah gambar muncul di layar proyektor: seorang bocah sedang menggiring bola. Di depannya ada bendera yang siap dikibarkan di sebuah tiang. Gambar animasi itu muncul saat Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Imanullah Ali Ubaid, S.T., S.Kom., mengklik mouse alias tetikus tanpa kabel yang sudah disiapkan panitia.

Bismillahirrahmanirahim,” ucap Imanullah Ali Ubaid sambil menglik mouse berwarna hitam. Tepuk tangan hadirin pun bergemuruh. Itu artinya Sekolah Coding ‘Sang Surya’ secara resmi dibuka.

Dalam peresmian tersebut Imanullah Ali Ubaid didampingi Zaki Abdul Wahid (Direktur Sekolah Coding Sang Surya), Dodik Priyambada (Anggota Tim Penasihat Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik); dan Didin Rosyidi (Koordinator Divisi Pendidikan Nonformal dan Teknologi Informasi Komunikasi).

Grand Opening Sekolah Coding ‘Sang Surya’ itu berlangsung di Dining Room SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik yang Sabtu (18/1/25) pagi itu disulap menjadi ruang pertemuan. Mulanya acara akan digelar di aula lantai 4, tetapi karena pesertanya banyak, akhirnya tempat dipindahkan ke ruang yang sehari-hari berfungsi sebagai ruang makan siang para siswa SDMM tersebut.

Maklum, selain siswa, dalam acara pembukaan ini diundang juga orang tua untuk menerima penjelasan tentang program ini. Peserta saja ada 87, belum termasuk orang tua yang mendampingi mereka.

Antusiasme siswa dan orang tuanya saat mengikuti yel-yel tagline Sekolah Coding Sang Surya Belajar Coding Menyenangkan dalam Grand Opening di SDMM, Sabtu (17/1/25) (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Terpaksa Menolak Siswa

Pada 16 November 2024 lalu Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) PDM Gresik telah melakukan soft luanching sekolah coding berbayar seikhlasnya ini. Ada waktu dua bulan untuk menyiapkan segala sesuatunya, termasuk sosialisasi dan pendaftaran peserta yang terbagi ke dalam tiga kelompok: kelas A untuk siswa kelas 1-3 (28 kuota), kelas B untuk siswa kelas 4-6 (28 kuota), dan kelas online bagi yang tak memungkinkan hadir secara fisik (100 kuota).

Baca Juga:  Doa di Balik Jendela Universitas Tsukuba: Saat Salju Menjemput Impian yang Hampir Gugur

Ternyata kuota itu—terutama untuk kelas tatap muka—sudah terpenuhi di awal Januari 2025 lalu. “Sebenarnya masih banyak yang ingin mendaftarkan diri, tapi karena tempat terbatas, maka keinginan itu dengan terpaksa tak bisa kami penuhi,” kata M. Fadloli Aziz, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, pada Tagar.co, Kamis (16/1/25).

Baca juga: Sekolah Coding ‘Sang Surya’ Diluncurkan di Festival Faqih Usman

Ustaz Aziz, sapannya, menjelaskan, program baru ini masih bekerja sama dengan SDMM terkait penggunaan laboratorium komputer (labkom) sebagai tempat belajar coding. Ada 28 personal computer (PC) dengan spesifikasi teknis sangat memadai yang disediakan SDMM. Oleh karena itu kuota menyesuaikan dengan kapasitas Labkom SDMM.

Bukan hanya sarana dan prasarana, SDMM juga ‘meminjamkan’ dua guru komputernya untuk program ini. Yaitu Zaki Abdul Wahid dan Nur Wahyu Mahdiyan. Aziz berharap, ke depan akan dilakukan pengaderan instruktur untuk kelas coding ini. Di masa mendatang dia juga berharap sekolah Muhammadiyah mapan lainnya bisa menyokong program ini.

Aziz menambahkan, saat ini peserta dibatasi hanya untuk jenjang sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Gresik. Karena itu saat ada anak SMP negeri yang ngotot mendaftar, terpaksa ditolak, meskipun dia alumnus salah satu SD Muhammadiyah di Gresik.

Dari 87 siswa yang mengikuti kelas ini, mereka berasal dari berbagai SD/MI Muhammadiyah di Gresik, baik wilayah utara seperti Bungah, tengah kota Gresik, maupun selatan seperti Balongpanggang.

Baca Juga:  PDM Gresik Targetkan Mutu Sekolah Muhammadiyah Merata seperti Sistem Franchise
Zaki Abdul Wahid memberi pengarahan pada kelas A SekolaCoding Sang Surya di Lbkom SDMM, Sabtu (17/1/25) (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Biaya Seikhlasnya

M. Fadloli Aziz menjelaskan, meski program seperti ini sebenarnya berbiaya mahal, tetapi Sekolah Coding ‘Sang Surya’ ini berbiaya seikhlasnya. Pada setiap pertemuan hanya disediakan amplop kosong dan wali murid bebas mengisi nominal rupiahnya.

Di samping karena didukung sepenuhnya oleh SDMM, dengan konsep seikhlasya itu Aziz berharap semua lapisan masyarakat bisa mengikuti program ini. Meski begitu dia berharap konsep seikhalsnya tidak dipahami sebagai ala kadarnya

Menurutnya seikhlasnya bisa juga dimaknai sebagai ‘yang terbaik’ sesuai kemampuan masing-masing sebab ikhlas merupakan manifestasi tauhid.

Konsep seikhlasnya ini juga didukung oleh Imanullah Ali Ubaid. Dalam sambutan sebelum peresmian, dia mengatakan konsep seperti ini bisa membuka peluang agar semua kalangan siswa dapat belajar coding.

Namun begitu dia mengusulkan agar ke depan ada semacam subsidi silang. Siswa dari keluarga mampu bisa dipungut biaya yang layak sementara siswa lainnya tetap menggunakan infak seikhlasnya di dalam amplop kosong. Dia pun mengaku pernah memberi kursus coding dengan biaya mahal pada anak-anak dari keluarga mampu.

Salah seorang siswa Sekolah Coding Sang Surya sedang membuka aplikasi Scratch (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Target Membuat Game dan Animasi

Zaki menjelaskan tagline Sekolah Coding ‘Sang Surya’ adalah Belajar Coding Menyenangkan. Oleh karena itu kurikulum dirancang mudah untuk diterapkan oleh siswa sekolah dasar mulai umur 7 tahun hingga kelas menengah atas.

Pada delapan pertemuan awal yang diadakan tiap hari Sabtu itu, peserta akan mendapatkan materi dasar pemrograman serta logika dan algoritma pemrograman. Dengan aplikasi Scratch, siswa akan diajak membuat game serta belajar animasi dan pemrograman.

Dia berpesan kepada peserta agar mengikuti program ini secara istikamah dan tidak putus di tengah jalan karena setelah mendapat materi berbasis blok dengan Scratch, peserta akan diajak menggunakan sistem teks dengan menggunakan aplikasi lanjutan.

Baca Juga:  Peluncuran Dua Buku Karya Guru Menandai Milad Ke-22 SDMM

Secara teknis dia menerangkan, untuk kelas A waktu belajarnya pada pukul 07.00-08:15 sebanyak delapan kali pertemuan dengan menggunakan Scratch Junior. Kelas B pukul 08:30-10:15, juga delapan kali pertemuan dengan Scratch 3.0. Sementara kelas online pukul 09:30-10:15 juga delapan kali pertemuan dengan Scratch Junior.

Pertemuan dilakukan setip hari Sabtu, mulai 1 Februari 2025. Untuk Sabtu akhir bulan tidak ada pertemuan diganti dengan pengerjaan proyek. “Nanti proyek akan dipersentasikan oleh setiap pererta di akhir pertemuan,” katanya, saat menjelaskan hal ihwal Sekolah Codong ‘Sang Surya’ di hadapan siswa dan orang tua, Sabtu (18/1/25) pagi.

Dirgham Haidar irhab Afrian bersama ibunya, Shofiyatul Rohmah (Tagar.co/Mohammad Nurfatoni)

Siswa dan Orang Tua Antusias

Usai pertemuan, para siswa secara per kelompok diajak ke Labkom SDMM di lantai 3 gedung sisi utara. Ada waktu 10 menit bagi mereka untuk menggenal Scratch yang aplikasinya sudah terpasang di setiap PC. “Ayo anak-anak, dibuka aplikasinya,” kata Zaki sambil mencontohkan bagaimana membuka aplikasi tersebut. LED ukuran lebar yang menduplikasi layar monitor PC-nya pun menampilkan langkah-langkah awal Scratch Junior.

Salah satu siswa yang mengikuti instruksi tersebut adalah Dirgham Haidar irhab Afrian, siswa kelas 3 SD Al Islam ‘Muhammadiyah’ Cerme. Wajahnya tampak bahagia saat kali pertama bisa membuka Scratch Junior. Shofiyatul Rohmah, sang ibu yang ikut mengantarkan Dirgham mengungkapkan, di sekolah anaknya belum ada pelajaran coding, karena itu dia sangat antusias mengikutkan anaknya dalam program ini.

Dia berharap dengan mengikuti Sekolah Coding ‘Sang Surya’, Dirgham bisa mengajari teman-temannya jika pemerintah sudah menerapkan pembelajaran coding dalam kurikulum sekolah. “Semuanya sekarang kan pakai coding ya, jadi Dirgham nanti bisa mengajari teman-temannya,” ujarnya, sambil tersenyum. (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni