Feature

Terjun ke Masyarakat, Santri MA Maskumambang Praktikkan Ilmu Dakwah di Kedanyang

88
×

Terjun ke Masyarakat, Santri MA Maskumambang Praktikkan Ilmu Dakwah di Kedanyang

Sebarkan artikel ini
Santri Muhammad Fachry menyampaikan kultum Subuh (Tagar.co/Istimewa)

Sebelas Santri MA Maskumambang, Dukun, Gresik, mempraktikkan ilmu dakwah di dengan terjun langsung ke masyarakat, seperti di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Selain di sekolah mereka juga mengajar ngaji dan berdakwah di masjid.

Tagar.co – Sebelas santri Madrasah Aliyah (MA) Maskumambang Dukun, Gresik, mendapatkan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan dakwah mereka dalam kegiatan Pekan Dakwah Santri dan Bakti Sosial (PDS-SB) yang berlangsung pada 13-23 Januari 2025. Mereka diterjunkan langsung di tengah-tengah masyarakat Ranting Muhammadiyah Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Indra Hermawan, Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang sekaligus Sekretaris Takmir Masjid At-Taqwa Kedanyang, Rabu (15/1/2025), menjelaskan bahwa para santri ini terlibat dalam berbagai aktivitas dakwah. “Pagi hingga sore, kesebelas santri ini berdakwah di SD Almadany. Selepas itu, mereka berkegiatan di sekitar Masjid At-Taqwa Kedanyang,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan para santri meliputi mengajar mengaji anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Masjid At-Taqwa pada sore hari. Mereka juga berlatih menjadi imam salat magrib, isya, dan subuh. Tidak hanya itu, setelah salat Subuh, mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum).

Baca Juga:  Dari 15 Siswa Menuju 366: Kisah Tumbuh SD Almadany di Usia Ke-8

Baca juga: 11 Santri MA Maskumambang ‘Serbu’ Kedanyang: Misi Dakwah dan Pengabdian Dimulai!

Muhammad Fachry, salah satu santri yang bertugas, menyampaikan kultum tentang keutamaan menuntut ilmu setelah salat Subuh. Ia mengaku merasa terhormat dan sedikit gugup saat menyampaikan kultum di depan jemaah masjid yang memenuhi ruangan.

“Saya merasa terhormat menjalani tugas ini,” ungkapnya. Remaja kelahiran Sidayu, Gresik, ini juga berterima kasih kepada gurunya di MA Maskumambang yang telah memberikan kesempatan berharga ini.

Pembimbing kelompok di PRM Kedanyang, Syaifudin Yuchal, S.Pd., S.E., menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan kepada para santri. “Matur suwun,  atas segala bantuannya,” ujarnya kepada pihak yang telah membantu. Ia berharap agar para santri dapat menjalankan kegiatan PDS-SB dengan baik sehingga mendapatkan banyak manfaat.

Baca juga: Angkat Semangat Kebersamaan, MA YKUI Maskumambang Gelar Pekan Dakwah

Syaifudin menambahkan bahwa PDS-SB ini bertujuan untuk melatih santri agar memiliki rasa tanggung jawab dalam berdakwah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembangkan sikap sosial santri sebagai perwujudan insan yang paripurna, meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam kelompok, serta mengembangkan sikap kedewasaan dalam menghadapi masalah di masyarakat.

Baca Juga:  Penilaian Sumatif Akhir Jenjang 2026: SD Almadany Mengukur Capaian Belajar Murid Angkatan 3

Kesebelas santri MA Maskumambang yang bertugas di PRM Kedanyang adalah Muhammad Fachry (Sidayu), Arham Ardiyansyah (Dukun), Muhammad Anwar (Dukun), Akmal Pranata (Dukun), Muhammad Ashif Barkhiya (Dukun), Muhammad Syahrur Rohmatullah (Dukun), Bahrul Ulum Assiddiqi (Dukun), A’an Setiawan Saputra (Dukun), Utsaimin (Sidayu), Muhammad Zaky Al Baihaqi (Surabaya), dan Ibnu Abdullah M. Balafif (Kupang, NTT). (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni