
Pengajian PRM Sekapuk dilaksanakan di Masjid Al-Azhar dengan menghadirkan penceramah Ustaz Suwito Ibnu Kasby. Dia menyampaikan soal Taman Surga hingga pentingnya Ilmu Hadis.
Tagar.co – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekapuk menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Azhar, Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ahad (12/1/2025). Kegiatan yang rutin diadakan setiap bulan ini selalu dipadati jemaah, menghadirkan suasana khusyuk dan penuh keilmuan.
Ratusan jemaah dari berbagai desa di Kecamatan Ujungpangkah, Panceng, dan Sidayu, serta seluruh karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk tampak antusias mengikuti pengajian. Suasana masjid yang luas pun terasa sesak oleh semangat menuntut ilmu jemaah.
Baca juga: Ujungpangkah Berpesta saat Muhammadiyah Merayakan Milad Ke-112
Ustaz Suwito Ibnu Kasby, M.Pd.I., sang penceramah, mengawali kajian dengan doa yang menghangatkan hati. “Semoga jemaah menjadi penduduk surga yang bertetangga, duduk bersama di taman surga yang penuh dengan rahmat,” ucapnya, disambut amin oleh hadirin.
Dia lalu mengutip sabda Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan bahwa saat seorang Muslim duduk di majelis pengajian, bagaikan duduk di raudah, taman surga. “Tidak ada manusia yang berkumpul membaca dan mempelajari isi Al-Qur’an di masjid melainkan diturunkan, diselimuti rahmat, dinaungi sayap malaikat, dan diumumkan kepada penduduk surga,” jelasnya, seolah membawa suasana surga ke tengah-tengah pengajian.
Ilmu Hadis: Menyelami Sunah Rasulullah
Lebih lanjut, Wakil Mudir Bidang Pendidikan dan Madrasah Pondok Pesantren Al-Mizan Lamongan menerangkan tema kajian kali ini, yaitu Ilmu Hadis. Ia menjelaskan bahwa hadis secara bahasa berarti sesuatu yang baru, bisa juga berarti khabar (berita) dan qarib (dekat).
“Sedangkan secara istilah, hadis adalah semua yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw, baik berupa ucapan, perbuatan, diamnya, ketetapan, sifat fisik, atau karakter Nabi,” terangnya, memberikan pemahaman komprehensif tentang pengertian hadis.
Ustaz Suwito mengingatkan tentang pentingnya memahami hadis dengan benar. Ia menyinggung tentang pemikiran liberal yang cenderung meragukan hadis. “Orang liberal itu menuhankan akal, tidak percaya Al-Qur’an dan hadis yang tidak sesuai dengan akalnya. Ribuan hadis yang ada dikatakan sebagai banyak omong, ‘ternyata Muhammad itu banyak omong’,” kutipnya, menyayangkan pemahaman yang keliru tersebut.
Sebagai contoh pentingnya memahami hadis, Ustaz Suwito mengutip sabda Nabi tentang salat: “Shalluu kamaa ra-aitumuunii ushallii” (Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat).
“Hadis ini menghimpun ucapan dan perbuatan Nabi yang menyuruh salat seperti melihat cara sholat Nabi, baik gerakan maupun bacaan salat,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa salat yang dilakukan selama 60 tahun pun bisa tidak diterima Allah Swt jika tidak memenuhi syarat, yaitu iman, tauhid, ikhlas, dan sesuai tuntunan Rasulullah Saw.
Bakti Sosial dan Sarapan Pagi, Lengkapi Kebersamaan
Pengajian rutin PRM Sekapuk ini tak hanya berisi siraman rohani, tetapi juga diwarnai dengan aksi sosial. RS PKU Muhammadiyah Sekapuk, sebagai bagian dari perserikatan, selalu terlibat aktif dengan mengadakan bakti sosial pengobatan gratis bagi jamaah setelah pengajian selesai. Tak ketinggalan, takmir Masjid Al-Azhar juga menyediakan sarapan pagi, menambah kehangatan dan kebersamaan di antara para jamaah.
Kegiatan pengajian rutin PRM Sekapuk ini menjadi bukti nyata bahwa semangat menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran Islam tetap hidup di tengah masyarakat. Dengan perpaduan antara siraman rohani, pemahaman ilmu agama, dan aksi sosial, kegiatan ini menjadi oase di tengah hiruk pikuk kehidupan, membawa kedamaian dan keberkahan bagi yang mengikutinya. (#)
Jurnalis Muhammad Khoirum Penyunting Mohammad Nurfatoni












