
Mereka tidak hanya dapat melihat langsung karya seni, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi dan bertanya langsung kepada para pelukis
Tagar.co – Siswa kelas X SMK Pemuda Krian Sidoarjo mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda Kamis (9/1/25). Mereka mengikuti Out Door Learning (ODL) mata pelajaran Seni Rupa di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Kegiatan ini bertepatan dengan digelarnya pameran “Gelar Seni 2025” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pendidikan dan Budaya bersama mahasiswa FPIP Umsida di Gedung GKB 7 Umsida, 8-10 Januari 2025.
Kegiatan ODL ini khusus diikuti oleh siswa kelas X, karena mata pelajaran Seni Rupa hanya terdapat di kelas tersebut. Menurut Inang Ayu, S.Pd., guru mata pelajaran Seni Rupa SMK Pemuda Krian, ODL ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi hal baru di luar lingkungan sekolah.
“Dengan adanya ODL Mapel Seni Rupa di Umsida ini, siswa dapat menggali jiwa seni mereka, menemukan minat dan bakat, serta memperluas wawasan,” ujarnya.
Baca juga: SMK Pemuda Krian: Investasi Masa Depan Cerah, Sebuah Testimoni
Pameran “Gelar Seni 2025” menampilkan berbagai karya seni yang unik, mulai dari aliran realis, naturalis, ekspresif, hingga abstrak. Media yang digunakan para seniman pun beragam, seperti cat minyak, cat air, dan akrilik.
“Banyak sekali karya yang menarik di pameran ini. Siswa dapat melihat langsung bagaimana seniman menggunakan berbagai teknik dan media untuk mengekspresikan diri,” ungkap As Anthsori, S.Pd., guru pendamping yang turut serta dalam ODL.

Antusiasme terlihat jelas di wajah para siswa. Bagi mereka, ODL Seni Rupa ini merupakan pengalaman pertama yang menyenangkan. Mereka tidak hanya dapat melihat langsung karya seni, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi dan bertanya langsung kepada para pelukis. Lebih dari sekadar melihat, siswa juga diberikan tugas untuk menggali informasi dari para seniman terkait karya yang dipamerkan.
Safira, siswi kelas X DKV, mengungkapkan bahwa ODL ini memberikan banyak inspirasi. “Kegiatan ini membuat kami lebih kreatif dan memahami bahwa melukis bisa menjadi cara untuk mengapresiasikan suasana hati,” ungkapnya.
Salah satu contoh nyata bagaimana seni dapat menjadi media ekspresi adalah karya Vidi Riyanto, salah satu seniman yang berpameran. Ia menghadirkan lukisan berjudul Doa Kami untuk Palestina.
Lukisan menggambarkan suasana yang tenang dan kontemplatif. Perpaduan warna-warna natural seperti hijau, abu-abu, dan biru, ditambah dengan figur perempuan yang duduk tenang di tepi air, menciptakan kesan damai dan harmonis. Suasana seperti itu yang seharusnya dirasakan oleh warga Palestina. Dan lukisan ini menjadi bukti bahwa seni dapat menyampaikan pesan yang kuat dan mendalam.

Kepala SMK Pemuda Krian Desy Kartikaningtyastuti, S.Pd. berharap kegiatan ODL di pameran seperti “Gelar Seni 2025” ini dapat menjadi agenda tahunan. “Pameran ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan seni rupa kepada pelajar. Semoga ke depannya, semakin banyak pelajar yang mendapatkan inspirasi dari dunia seni rupa,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Pemuda Krian tidak hanya belajar tentang teknik seni rupa, tetapi juga memahami kekuatan seni sebagai media ekspresi dan komunikasi. (*)
Jurnalis Inggar Tri Agustin Mawarni Penyunting Mohammad Nurfatoni












