
Lima puluh siswa SD Muhammadiyah 6 Surabaya memilih mengisi waktu liburan mereka dengan cara yang produktif dan menyenangkan.
Tagar.co – Liburan semester ganjil telah tiba! Alih-alih hanya bersantai di rumah, 50 siswa SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Surabaya memilih mengisi waktu liburan mereka dengan cara yang produktif dan menyenangkan.
Selama sepekan, mulai Senin hingga Ahad (23-29/12/2024), mereka mengikuti program English Camp di ‘Kampung Inggris’, Pare, Kediri. Tak hanya belajar bahasa Inggris, tahun ini ada yang spesial, mereka juga dikenalkan dengan bahasa Korea!
Pagi itu, Senin (23/12/24), suasana haru dan semangat bercampur aduk di halaman SD Musix. Lima puluh siswa beserta lima guru pendamping bersiap berangkat menaiki bus wisata yang akan membawa mereka ke Kampung Inggris.
Baca juga: SD Musix Surabaya Pertahankan Gelar Juara Umum di Aksi Spotic 2024
Sebelum berangkat, Hidayatun Ni’mah, S.Ag., M.Pd., Kaur Kesiswaan, memberikan wejangan penting. “Anak-anak, selama satu pekan kalian akan jauh dari rumah. Jaga nama baik sekolah dan keluarga,” pesannya.
Dia juga mengingatkan pentingnya disiplin dan mengikuti aturan yang berlaku di tempat baru. “Ingat, tujuan utama kalian adalah belajar. Jika ada waktu luang, anggap itu sebagai bonus,” tambahnya.
Suasana semakin menghangat ketika para orang tua murid turut mengantar keberangkatan. Lambaian tangan dan doa mengiringi kepergian bus. “Ustaz-ustazah, jangan lupa kirim foto-foto anak-anak, ya!” seru seorang ibu, mewakili kecemasan sekaligus kebanggaan para orang tua.
Anisah Herawati, S.Pd.I, Kaur Kurikulum, menjelaskan di sela perjalanan, bahwa program kali ini berbeda. “Ada materi baru, yaitu belajar bahasa Korea,” ungkapnya. “Bahasa Korea saat ini menjadi bahasa yang populer, setelah bahasa Inggris,” lanjutnya, menjelaskan alasan di balik penambahan materi tersebut.
Disambut Hujan
Hujan lebat menyambut kedatangan rombongan di Jazz Rooms Syariah, Jalan Yos Sudarso, Pare, Kediri.
Setelah menurunkan koper-koper, para peserta beristirahat sejenak sebelum mengikuti opening ceremony. Momen-momen awal ini pun langsung diabadikan dan dibagikan oleh para pendamping melalui WhatsApp group wali murid.
Sontak, grup tersebut ramai dengan komentar. “Terima kasih foto dan videonya, ustaz-ustazah,” tulis salah satu wali murid.
“Almaira dengan teman sekamarnya belum difoto ustazah, tolong segera kirim,” pinta Indri Yuliana, orang tua Almaira Shasmeen Qonita, siswi kelas VI-A, dengan antusias.
Begitulah, berbagai tanggapan, pertanyaan, dan pujian membanjiri grup, mencerminkan rasa ingin tahu para orang tua tentang kondisi dan kegiatan anak-anak mereka.
Selama di Kampung Inggris, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, terdiri dari siswa kelas III dan IV, fokus pada pengenalan vokal dalam bahasa Korea. Sementara kelompok kedua, yang terdiri dari siswa kelas V dan VI, mendalami materi introduction dalam bahasa Inggris.
Liburan kali ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi sebuah petualangan belajar yang seru dan bermanfaat. Para siswa SD Musix tak hanya memperkaya kemampuan bahasa mereka, tetapi juga belajar tentang kemandirian, disiplin, dan adaptasi di lingkungan baru.
Pengalaman di Kampung Inggris ini pasti akan menjadi kenangan tak terlupakan dan bekal berharga bagi masa depan mereka. (#)
Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni












