
Dari kursus rias pengantin kini Moch Ikhsan punya usaha dengan omzet puluhan juta. Ini kisah sukses hasil pendidikan nonformal.
Tagar.co – Lampu sorot menerangi panggung Gelar Hasil Karya Peserta Didik Kursus dan Pelatihan 2024 di Jakarta, Selasa (17/12/24). Di tengah gemerlap acara, mata tertuju pada seorang pemuda 24 tahun, Moch Ikhsan.
Dengan cekatan, tangannya menari di wajah seorang model, mengaplikasikan makeup pengantin Sunda Siger dengan detail yang memukau.
Siapa sangka, di balik kepiawaiannya, Ikhsan adalah bukti nyata keberhasilan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang digagas Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ikhsan, alumnus Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, adalah satu dari 82.336 peserta didik yang merasakan manfaat program PKW dan PKK tahun ini.
“Saya tertarik di dunia rias pengantin sehingga ikut kursus melalui program PKW,” ungkap Ikhsan. Kecintaannya pada desain kebaya dan rias, yang dipupuk sejak SMK Program Keahlian Tata Busana, kini berbuah manis. “Saat ini satu kali projek rias pengantin sudah mendapatkan omzet Rp25-35 juta,” tuturnya bangga.

Memperkuat Pendidikan Nonformal
Kesuksesan Ikhsan tak lepas dari komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga nonformal seperti kursus dan pelatihan.
“Untuk menjadi bangsa maju dan hebat, tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga harus memperkuat pendidikan nonformal,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya saat membuka acara.
Mu’ti menyatakan LKP telah terbukti menjadi mitra strategis pemerintah. “LKP terbukti telah melahirkan tidak hanya pekerja yang terampil tetapi juga wirausahawan dan keterampilan mereka juga diakui hingga luar negeri,” tambahnya.
Gelar Hasil Karya ini, menurutnya, adalah langkah awal untuk membuka peluang pendidikan seluas-luasnya bagi anak bangsa.
Gelar Hasil Karya 2024 yang bertajuk ‘Kursus dan Pelatihan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’ ini memang menjadi etalase keberhasilan program-program Direktorat Kursus dan Pelatihan.
Selain demonstrasi makeup pengantin oleh Ikhsan dan kawan-kawan, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai pameran fisik dari berbagai bidang keahlian vokasi, mulai dari teknik, kecantikan, koleksi mode, terapi sehat, sampai industri perhotelan. Tak ketinggalan, pertunjukan drama teatrikal yang memukau turut memeriahkan suasana.
Jawaban atas Tantangan Duna Kerja
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kursus dan pelatihan hadir sebagai jawaban atas tantangan dunia kerja yang dinamis.
“Program prioritas nasional PKK dan PKW yang telah menyasar 82.336 peserta didik telah menghasilkan praktik baik yang perlu diapresiasi dan dipublikasikan ke masyarakat luas,” jelas Tatang.
Acara ini juga menjadi momen apresiasi bagi LKP, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), pemerintah daerah, dan mitra lainnya yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program-program Direktorat Kursus dan Pelatihan melalui Penghargaan Kursus dan Pelatihan 2024.
Tatang berharap, Gelar Hasil Karya ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kursus dan pelatihan sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Kisah sukses Ikhsan dan ribuan alumni lainnya menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi melalui kursus dan pelatihan mampu mengantarkan anak bangsa meraih mimpi dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












