
80 Siswa SD Musix mengikuti munaqasah, sebuah ujian kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Munaqasah kali ketiga ini menggunakan metode Ummi.
Tagar.co- Masjid SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya dipenuhi oleh 80 siswa berpakaian serba putih, Rabu (18/12/2024).
Aura khidmat bercampur semangat terpancar dari wajah-wajah mungil . Hari itu, mereka akan mengikuti munaqasah, sebuah ujian kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an metode Ummi yang ketiga kalinya digelar di sekolah ini.
Acara pagi itu diawali dengan salat Duha berjamaah. Setelahnya, para peserta yang terdiri dari santri putra dan putri berkumpul di masjid, menyimak arahan dari panitia sebelum berjuang dalam ujian munaqasah. Anak-anak perempuan tampak anggun dalam balutan busana serba putih, sementara anak laki-laki tampil rapi dengan baju muslim putih dan peci hitam.
Baca juga: basirunSD Musix Surabaya Pertahankan Gelar Juara Umum di Aksi Spotic 2024
Dalam sambutannya, Munahar, S.H.I., M.Pd., Kepala SD Musix, menganalogikan Al-Qur’an sebagai peta penunjuk jalan bagi umat Islam. “Siapapun yang akan menuju ke Surga dengan lancar, gunakan Google Map, yaitu Al-Qur’an,” ujarnya, menyemangati para santri. Sebuah analogi yang sederhana namun mengena, membuat anak-anak semakin termotivasi.

Perwakilan Ummi Foundation turut memberikan suntikan semangat. Dia menganalogikan perjuangan belajar Al-Qur’an dengan kegigihan seorang pelari yang pantang menyerah mencapai garis finish. “Demikian juga anak-anak, kalian tidak boleh menyerah dalam belajar Al-Qur’an, tidak boleh menyerah hingga sampai garis finish, yaitu munaqsah,” jelas Manajer Ummi Foundation Surabaya Ahmad Mufti Hidayat, M.H.I
Munaqasah kali ini terasa istimewa dengan hadirnya ujian Turjuman, tahapan akhir pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi. “Yang beda munaqasah ke-3 ini adalah munaqasah turjuman, karena ini tahapan terakhir pembelajaran Al-Qur’an,” ujar Abdul Ghani Zubair, ketua panitia, menjelaskan keistimewaan munaqasah tahun ini. Turjuman merupakan metode menerjemahkan ayat Al-Qur’an per kata, per kalimat, dan memahami inti sari dari ayat-ayat pilihan.
Abdul Ghani Zubair memaparkan rincian peserta munaqasah, mulai dari Tartil yang diikuti oleh 29 siswa, Tahfiz Juz 1 (7 siswa), Juz 4 (2 siswa), Juz 5 (1 siswa), hingga Turjuman yang diikuti oleh 7 siswa.
“Peserta munaqasah yang paling banyak adalah tartil Al-Qur’an sedangkan peserta yang paling sedikit adalah Tahfiz Juz 5. Jumlah peserta keseluruhan ada 80 siswa,” ungkapnya.

SD Musix memprogramkan munaqasah dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Desember dan Februari, yang kemudian dilanjutkan dengan wisuda santri pada bulan April. “Insyaallah peserta wisuda nanti akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” kata Abdul Ghani Zubair, penuh harap.
Usai pembukaan, 80 santri cilik ini diarahkan menuju delapan ruangan terpisah. Di setiap ruangan, seorang munaqis (penguji) siap menguji kemampuan mereka.
Lantunan ayat suci pun menggema, mengiringi perjuangan para santri dalam menapaki tangga demi tangga kecintaan pada Al-Qur’an. Hari itu, SD Musix menjadi saksi bisu semangat generasi muda Qur’ani yang siap menjadi pelita bagi masa depan. (#)
Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni












