
Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menggelar Diklat. Melalui kegiatan ini harapannya tercipta organisasi pelajar yang lebih inovatif dan berdaya saing.
Tagar.co – Aula SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menjadi saksi pelaksanaan Diklat Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM), Sabtu (14/12/2024).
Peserta kegiatan ini adalah seluruh personalia baru. Tujuannya untuk memberikan bekal kepemimpinan dan pemahaman organisasi kepada jajaran struktural periode 2025/2026.
Acara ini melibatkan Pimpinan Daerah IPM, Pimpinan Ranting IPM, ustaz-ustazah sekolah, serta pelatih Hizbul Wathan (HW). Diklat berlangsung meriah dengan pembahasan materi yang relevan dan inspiratif.
Sejak pagi hari, terlihat para peserta sudah ramai memenuhi meja registrasi di depan Aula SMA Muhammadiyah 1 Lumajang. Panitia memilih lokasi ini karena fasilitasnya memadai dan strategis, sehingga terjangkau oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah. Puluhan peserta hadir dengan semangat mengikuti kegiatan yang berlangsung sehari penuh.
Materi meliputi kepemimpinan, administrasi, ke-IPM-an, akidah akhlak, Kemuhammadiyahan, serta dinamika kelompok. Semua pemateri adalah guru SMAM 1 Lumajang, antara lain; Fras Suyono, S.M., Saiful, S.Pd. dan Ustaz Hasan Ali Mansyur, S.Pd.I. Selain itu ada satu guru ngaji yakni Ustaz Angger.
Ada berbagi wawasan dan pengalaman oleh pemateri dengan gaya penyampaian yang menarik.
Pembina IPM Fras Suyono mengatakan, Diklat ini penting untuk membentuk pengurus IPM yang kompeten dan memiliki visi organisasi yang jelas. “Diklat ini adalah fondasi awal untuk pengurus baru agar memahami peran dan tanggung jawab mereka. Dengan kegiatan ini, harapannya IPM bisa terus bergerak maju dan berkembang,” ujarnya.
Peserta Terlibat Diskusi dan Simulasi
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga terlibat dalam praktik, diskusi dan simulasi sidang. Mereka belajar aturan sidang, tata cara interupsi, maupun etika dalam menyampaikan pendapat.
“Materi ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terlibat aktif dalam musyawarah organisasi, baik di tingkat komisariat maupun cabang,” ungkap Alfi, salah satu peserta.
Kegiatan semakin meriah dengan dinamika kelompok yang bertujuan meningkatkan kerja sama dan solidaritas antar peserta. Menurut panitia, bagian ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam interaksi sehari-hari di organisasi.
Saiful, salah satu pemateri, menegaskan pentingnya Diklat ini untuk menciptakan generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
“IPM bukan hanya organisasi pelajar, tetapi juga wadah pembentukan karakter pemimpin masa depan. Harapannya, peserta bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang mereka pelajari di sini untuk membangun IPM yang lebih solid,” tambahnya.
Respons positif juga datang dari peserta lain, yakni Fajar. Ia merasa bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru. “Diklat ini memberikan banyak wawasan, terutama tentang administrasi dan kepemimpinan. Saya merasa lebih percaya diri untuk menjalankan amanah di organisasi,” katanya.
Sesi refleksi menutup kegiatan ini. Selain itu juga ada penyampaian komitmen peserta untuk mengembangkan organisasi ke arah yang lebih baik. Dengan semangat yang tercipta dalam kegiatan ini, IPM SMA Muhammadiyah 1 Lumajang harapannya mampu menjadi organisasi pelajar yang lebih inovatif dan berdaya saing. (#)
Jurnalis Umi Fauzia Yuniarsih Penyunting Nely Izzatul












