FeatureTelaah

7 Amalan Utama di Bulan Zulhijah

36
×

7 Amalan Utama di Bulan Zulhijah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI

Bulan Zulhijah bukan hanya waktu ibadah haji dan kurban. Ada banyak amalan lain yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah. Manfaatkan momen istimewa ini untuk memperbanyak amal saleh!

Oleh Ridwan Manan Anggota Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo. Pengajar Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, Jawa Timur.

Tagar.co – Zulhijah adalah salah satu nama bulan di antara bulan-bulan haram (asyhur hurum), yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Dinamakan Zulhijah karena pada bulan ini umat Islam sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam mulai melaksanakan ibadah haji.

Berikut tujuh amalan sunah di bulan Zulhijah:

1. Keutamaan Sepuluh Hari Pertama

Dari Ibnu Abbas Ra., Rasulullah saw. bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ. (رواه البخاري)

Artinya: “Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (Rasulullah menghendaki sepuluh hari awal Zulhijah.) Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Rasulullah saw. menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu apa pun (mati syahid).” (H.R. Bukhari)

Baca Juga:  Ponpes Al-Fattah Jadi Tuan Rumah Ramadan Ceria SD Muhammadiyah 3 Surabaya

Hadis ini memotivasi umat untuk tidak menyia-nyiakan sepuluh hari pertama Zulhijah karena banyak keutamaannya. Amalan yang dimaksud mencakup amalan wajib, sunah, bahkan amalan mubah, selama diniatkan untuk ibadah kepada Allah.

Baca juga: Jagalah Agama-Nya, Niscaya Allah Menjagamu

Ibnu Rajab dalam Lathāif al-Ma‘ārif menjelaskan, ketika amal pada sepuluh hari ini lebih utama dan dicintai Allah dibanding hari-hari lain sepanjang tahun, maka amal di dalamnya meski kurang utama akan lebih unggul daripada amal di hari lain meski besar. Karena itulah para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah.”

2. Zikir dan Bertakbir

Zikir dengan ucapan takbir, tahlil, tasbih, tahmid, dan istigfar dianjurkan pada seluruh waktu dan keadaan. Allah Swt. berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

“… Apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, duduk, dan berbaring.” (An-Nisa’: 103)

Salah satu sunah yang kerap ditinggalkan adalah bertakbir. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar dan bertakbir untuk mengingatkan orang-orang di sana; lalu orang-orang pun mengikuti takbir mereka.

Baca Juga:  Ramadan Show Al-Fattah Sidoarjo Asah Bahasa dan Kepemimpinan Santri

3. Sedekah

Amalan yang paling diinginkan manusia ketika dihadapkan ajalnya adalah sedekah. Mereka berharap ditangguhkan dari ajal agar bisa bersedekah. Allah Swt. berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkanku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.’” (Al-Munafikun: 10)

4. Berpuasa

Puasa adalah amalan yang sangat disukai Allah dan pahalanya langsung dari-Nya. Di bulan Zulhijah, ada hari agung, yaitu hari Arafah (9 Zulhijah), di mana disunahkan puasa bagi yang tidak sedang berhaji. Rasulullah saw. bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ. (رواه النسائي)

“Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun: setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (H.R. An-Nasa’i)

Baca Juga:  Hardiknas di Al-Fattah Sidoarjo, Kiai Ainun Ajak Santri Doakan Tokoh Pendidikan

5. Berkurban

Pada 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik (11–13 Zulhijah), umat dianjurkan untuk berkurban jika mampu. Ibnu Umar bercerita bahwa Rasulullah Saw. tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dan senantiasa menyembelih kurban. Kurban ini termasuk sunah muakad bagi yang mampu. Allah Swt. berfirman:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (Al-Hajj: 37)

6. Salat Iduladha

Bagi yang tidak berhaji, disunahkan melaksanakan salat Iduladha di lapangan. Laki-laki dewasa, perempuan (selama tidak berhalangan), dan anak-anak dianjurkan untuk ikut salat Iduladha. Bahkan perempuan yang sedang haid pun diperintahkan hadir untuk menyaksikan khutbah meski tidak ikut salat.

7. Haji dan Umrah

Bagi yang mampu, diperintahkan melaksanakan haji dan umrah karena keduanya termasuk rukun Islam. Rasulullah saw. bersabda:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ. (متفق عليه)

“Umrah ke umrah berikutnya adalah pelebur dosa di antara keduanya, sedangkan haji mabrur, tidak ada balasan baginya selain surga.” (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah Ra. ) (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni