Opini

Tupoksi Pemimpin dalam Kereta Cepat Whoosh

61
×

Tupoksi Pemimpin dalam Kereta Cepat Whoosh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mohammad Nurfatoni/AI

Presiden Prabowo Subianto mengambil alih tanggung jawab atas utang dan pengelolaan Kereta Cepat Whoosh. Dalam menjalankan salah satu tupoksi pemimpin ini tidak boleh menutupi kesalahan orang lain atau menggunakan posisi untuk membalas budi.

Oleh: dr. Mohamad Isa

Tagar.co – Tupoksi, akronim dari tugas pokok dan fungsi, menjadi panduan penting dalam menjalankan organisasi, baik yang kecil maupun yang besar. Di dalam organisasi, selalu ada pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap individu.

Pemimpin atau ketua memegang peran sentral karena keputusan penting berada di tangannya. Keputusan itu bisa bersifat formal maupun nonformal, dan di balik setiap keputusan selalu ada tanggung jawab yang harus dipikul.

Hakekat Pemimpin

Pemimpin adalah seseorang yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Pemilihan dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Setiap kelompok membutuhkan pemimpin dan orang yang dipimpin.

Baca juga: Tanggung Jawab Saya, Kata Prabowo

Seperti yang dijelaskan dalam hadis: “Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya.” (Abu Dawud dari Abu Hurairah)

Baca Juga:  Menelisik Resep Kemajuan Cina: Catatan Perjalanan ke Shenzhen

Hadits ini menegaskan pentingnya seorang pemimpin yang akan menjadi panutan dalam kelompoknya.

Tugas Pemimpin

Seorang pemimpin memiliki berbagai tugas yang saling terkait, antara lain:

  • Mengarahkan visi dan tujuan organisasi.

  • Memberi motivasi dan inspirasi kepada anggota.

  • Mengelola dan menyelesaikan konflik secara bijaksana.

  • Mengembangkan kemampuan dan potensi tim.

  • Mengambil keputusan yang tepat dan tegas.

  • Menjadi teladan bagi seluruh anggota tim.

  • Mengelola perubahan dengan fleksibilitas.

  • Menciptakan budaya kerja yang positif.

  • Memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif.

  • Menjaga konsistensi dan integritas dalam setiap tindakan.

Pemimpin Negara

Di tingkat negara, pemimpin dapat berupa presiden, raja, ratu, kaisar, atau emir, tergantung sistem pemerintahan yang dianut.

Presiden sebagai pemimpin republik bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan dan pengelolaan negara. Tugasnya termasuk membuat keputusan strategis dan mempertanggungjawabkan keputusan tersebut.

Presiden Indonesia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara terbuka mengambil alih tanggung jawab terkait masalah utang pembuatan dan pengelolaan Kereta Cepat Whoosh.

Seorang presiden, baik diminta maupun tidak, harus bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Pengambilan keputusan adalah titik krusial ujian kepemimpinan, di mana berbagai pertimbangan harus diperhatikan: rasa keadilan, kemampuan, regulasi, kepentingan, urgensi, sistem pembayaran, dan aspek lain yang relevan.

Baca Juga:  Tenggarong yang Tenang: Menyusuri Jejak Sejarah dan Wajah Kota di Tepian Mahakam

Dalam menjalankan tanggung jawab ini, pemimpin tidak boleh menutupi kesalahan orang lain atau menggunakan posisi untuk membalas budi.

Pemimpin memiliki tupoksi yang jelas, yaitu memikul tanggung jawab atas kelompok atau organisasi yang dipimpinnya. Setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Opini

Detak jantung tidak pernah berhenti bekerja—tetapi kita sering…