Feature

Teladan Nabi dengan Meniru Empat Sifatnya

36
×

Teladan Nabi dengan Meniru Empat Sifatnya

Sebarkan artikel ini
Teladan Nabi sudah banyak diceritakan dalam hadis dalam hidup sehariannya. Tinggal umatnya meniru sifat-sifatnya sehingga memberi kedamaian bagi dunia.
Heny Dian Setyaningrum menyampaikan Kultum di rapat pagi Lazismu Lumajang. (Tagar.co/ Kuswantoro)

Teladan Nabi sudah banyak diceritakan hadis dalam hidup sehariannya. Tinggal umatnya meniru sifat-sifatnya sehingga memberi kedamaian bagi dunia.

Tagar.coLazismu Lumajang memulai hari kerja dengan Kultum dan doa dalam rapat pagi, Senin (28/7/2025).

Kultum disampaikan oleh Heny Dian Setyaningrum, staf keuangan Lazismu Lumajang.

“Di dalam diri Rasulullah saw sudah tertanam sifat dan akhlak baik yang harus dicontoh dan menjadi panutan anak muda di zaman sekarang,” kata Heny membuka ceramahnya.

Kemudian dia membaca potongan ayat Al-Quran surah Al-Ahzab: 21.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh, ada dalam diri Rasulullah Saw teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah Sw. dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Teladan Nabi, kata dia, bisa dilihat dari empat sifatnya yang terus relevan hingga hari ini. Yaitu sidik, amanah, fathonah, tabligh.

“Sidik artinya jujur, amanah adalah dapat dipercaya, fathonah berarti orang yang cerdas, dan tabligh artinya menyampaikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

Lalu dia menguraikan, sifat pertama: sidik. Sifat ini bukan sekadar jujur dalam ucapan. Tapi berkata benar dalam setiap keadaan. Heny pun menautkan pesan ini dengan surah Al-Hujurat: 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

Ia mengingatkan, sekarang ini, banyak orang terjebak membagikan informasi tanpa saring. Tanpa pikir. Padahal bisa jadi yang kita sebarkan adalah dusta yang berdampak fatal.

Sifat kedua: amanah. ”Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah,” kata Nabi dalam hadis riwayat Ahmad.

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah, dan tidak (pula) beragama orang yang tidak menepati janji. (H.R. Ahmad)

Heny mengambil contoh yang dekat. Tentang mahasiswa yang diberi amanah ilmu. Seharusnya, katanya, gelar mahasiswa itu dijaga, bukan dijadikan dalih untuk lalai dalam pergaulan.

Baca Juga:  Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

Sifat ketiga: fathonah. Cerdas tak cukup hanya dalam urusan dunia. Menurut Heny, seorang muslim yang cerdas adalah yang paling siap menghadapi kematian.

Ia mengutip hadis Nabi:

أَكْيَسُ النَّاسِ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ هُمُ الْأَكْيَاسُ، ذَهَبُوا بِشَرَفِ الدُّنْيَا وَكَرَامَةِ الْآخِرَةِ

Orang yang paling banyak dalam mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, merekalah yang paling cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat. (H.R. At-Tirmidzi)

Hidup, katanya, harus dijalani dengan penuh kesadaran bahwa kita semua sedang menabung bekal.

Sifat keempat: tabligh. Artinya menyampaikan. Tapi bukan sembarang menyampaikan. Melainkan mengajak pada kebaikan, memberi pemahaman, dan menebar cahaya.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana orang yang melakukan kebaikan itu. (H.R. Muslim)

Maka dari itulah, ia mengajak peserta rapat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Kebaikan yang sesuai dengan syariat yang ditetapkan Allah Swt.

Baca Juga:  Rakerda Lazismu Bakorwil 3 Digelar di Situbondo

Kultum itu singkat. Tapi pengingat sunyi bagi siapa saja. Bahwa teladan Nabi bukan sekadar mengenakan surban dan memanjangkan janggut. Tapi menghadirkan sidik, amanah, fathonah, dan tabligh dalam laku, dalam hidup. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto