
Achmad Muzayyin, Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, menekankan, pajak bukan sekadar kewajiban, tapi wujud nyata cinta daerah. Edukasi pajak bagi pelajar dan mahasiswa jadi kunci peningkatan PAD.
Tagar.co – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak cukup hanya melalui kebijakan dan regulasi. Edukasi publik, terutama bagi generasi muda, juga menjadi langkah strategis yang tak kalah penting.
Hal itu ditegaskan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Achmad Muzayyin, S.Sos.I., saat menjadi pemateri dalam kegiatan TaxCited Sidoarjo 2025: Inovasi Pajak untuk Kemajuan, Selasa (28/10/25).
Baca juga: Taxcited 2025: Pajak Kini Jadi Ruang Ekspresi Anak Muda
Acara yang digelar oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo tersebut berlangsung di Gedung GKB 2 Lantai 7 Mas Mansur, Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Mengusung tema “Semangat Pajak, Semangat Berkarya,” kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk memahami pentingnya pajak sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Menumbuhkan Kesadaran Pajak Sejak Dini
Di hadapan ratusan peserta, Muzayyin menekankan bahwa pajak adalah bentuk kontribusi nyata warga terhadap kemajuan daerah. “Pendapatan Asli Daerah bersumber dari berbagai jenis pajak daerah. Kesadaran membayar pajak dengan benar dan tepat waktu akan berimbas langsung pada pembangunan,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi B DPRD yang membidangi perekonomian dan pendapatan daerah, Muzayyin menjelaskan peran lembaganya dalam mendorong optimalisasi sektor pajak dan retribusi.
Ia menegaskan, peningkatan PAD tak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat, terutama generasi muda yang kelak akan menjadi wajib pajak produktif.
Dorong UMKM “Naik Kelas”
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Menurutnya, ketika pelaku UMKM tumbuh dan “naik kelas,” dampaknya akan langsung terasa pada peningkatan penerimaan pajak daerah.
“Kalau masyarakat, terutama pelaku UMKM, bisa naik kelas dan pendapatannya meningkat, maka secara langsung penerimaan pajak daerah juga ikut naik. Kondisi ekonomi Sidoarjo saat ini bagus, ini menjadi modal penting bagi peningkatan PAD,” jelasnya.
Peran Strategis DPRD
Muzayyin turut mengedukasi peserta tentang peran DPRD dalam tata kelola pemerintahan daerah. Ia menjelaskan bahwa anggota dewan memiliki tiga fungsi utama: legislasi (membentuk dan membahas peraturan daerah bersama pemerintah), anggaran (menyusun dan menetapkan APBD), serta pengawasan agar program pemerintah sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, DPRD juga menampung dan menyalurkan aspirasi warga, khususnya di bidang ekonomi dan pajak daerah. “Kesadaran pajak dimulai dari pengetahuan. Kalau anak muda paham fungsi pajak, mereka akan jadi generasi yang peduli dan ikut menjaga transparansi pembangunan,” tambahnya.
Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Melalui TaxCited Sidoarjo 2025, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Edukasi pajak kepada generasi muda menjadi langkah konkret membangun budaya taat pajak sekaligus memperkuat fondasi pembangunan Sidoarjo yang inklusif dan berkelanjutan. (#)
Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunitng Mohammad Nurfatoni












