Telaah

Takwa Memberi Jalan Keluar

36
×

Takwa Memberi Jalan Keluar

Sebarkan artikel ini
Takwa menjadi derajat tinggi orang yang beriman. Allah lewat Al-Quran banyak menyeru orang-orang beriman supaya bertakwa.
Ilustrasi mencari jalan takwa

Allah menguji setiap manusia dengan kebaikan dan keburukan untuk mengetahui pilihan jalan hidupnya.

Tagar.co – Takwa menjadi derajat tinggi orang yang beriman. Allah lewat Al-Quran banyak menyeru orang-orang beriman supaya bertakwa.

Begitu juga Nabi Muhammad mengajak umat agar bertakwa setiap khotbah Jumat yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga sekarang.

Sikap asli manusia akan tampak ketika menghadapi  ujian. Apakah membuatnya sedih, kecewa, putus asa, marah ataukah dia makin dekat dengan Tuhan dan tawakal.

Bentuk ujian bukan hanya bencana dan musibah, tapi dapat berupa kesenangan, kebahagiaan, dan kesuksesan.

Allah menyampaikan dalam surah Al-Anbiya: 35.

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.

Al-Quran surah Al-Baqarah: 286 menjelaskan kadar ujian kepada seseorang itu sesuai dengan kapasitas hamba dalam mengatasinya.

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.

Namun banyak di antara manusia mencari solusi ujian tidak sejalan dengan kebaikan. Melampiaskan segala masalah yang menimpa dengan melanggar syariat. Padalah Allah menjelaskan jalan keluar menyelesaikan masalah dengan jalan takwa.

Baca Juga:  Empat Ujian, Satu Hakikat: Cara Al-Qur’an Membaca Manusia

Seperti disebutkan dalam surah Ath-Thalaq di ujung ayat 2

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا ۙ

Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.

Ibnu Katsir mengomentari ayat di atas bahwa barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam semua apa yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua apa yang dilarang baginya, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari urusannya.

Sedangkan Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat di atas ialah Allah akan menyelamatkannya dari setiap kesusahan di dunia dan akhirat.

Setelah diberikan jalan keluar dari segala permasalahannya, Allah menambah dengan memberi rezeki dari segala hal yang tidak terduga. Dijelaskan dalam surah Ath-Thalaq: 3

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ

Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga

Maksud rezeki dari arah tidak dia duga adalah dari arah yang tidak terbetik dalam hatinya.

Qatadah menambahkan makna dari ayat tersebut ialah sesuai dengan apa yang dicita-citakannya, tetapi tidak terlintas dalam benaknya akan dapat diraih.

Baca Juga:  Bukan Azab, Bukan Pula Harapan: Memaknai Musibah dalam Islam

Langkah pertama untuk meningkatkan takwa dengan memperbaiki salat. Sebab salat secara bahasa berarti doa. Seperti dijelaskan di awal surah Al-Baqarah.

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَـٰبُ لَا رَيْبَ  فِيهِ  هُدًۭى لِّلْمُتَّقِينَ ٢

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ ٣

Kitab ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

Kedua ayat tersebut menjelaskan tentang ciri orang bertakwa yang menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk. Ciri orang bertakwa antara lain mendirikan salat.

Maka marilah senantiasa meningkatkan takwa agar setiap perjalanan hidup yang dilalui memperoleh pertolongan Allah dan memulai hal tersebut dengan memperbaiki salat.

Jurnalis Alfarabi  Penyunting Sugeng Purwanto