
Ramadan tak mengenal batas ruang dan waktu. Uhamka membuktikan, tadarus daring hadirkan kehangatan dan kekhusyukan di tengah era digital. Nilai-nilai profetik tetap terjaga, meski virtual.
Tagar.co – Di keheningan subuh Jumat (7/3/25), lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dunia maya. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggelar kegiatan tadarus daring bertajuk ‘FKIP Uhamka Bertadarus’ yang diikuti dengan penuh khidmat oleh para dosen dan tenaga kependidikan.
Selama Ramadan setiap Jumat, sejak pukul 05.00 hingga 06.30 WIB, layar komputer dan ponsel pintar para peserta memancarkan cahaya yang berbeda. Bukan notifikasi pesan atau unggahan media sosial, melainkan tampilan platform daring yang menghubungkan mereka dalam lingkaran tadarus.
Baca juga: Semangat Baru Pengaderan IPM: Pilot Project SPI 2025 Dimulai
Kegiatan yang diinisiasi oleh Wakil Dekan 4 FKIP Uhamka Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Amirullah, M.A., ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan FKIP Uhamka.
“Kami ingin menjadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk merefleksikan diri dan meningkatkan kualitas spiritual. Tadarus daring ini menjadi salah satu upaya kami untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Amirullah.
Dia menambahkan, “Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini menjadi wahana untuk menyemai nilai-nilai profetik di tengah kesibukan akademik.”

Dibagi menjadi delapan kelompok bimbingan dosen dan dua kelompok khusus karyawan, para peserta dengan antusias melantunkan ayat demi ayat Al-Qur’an. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa hangat, meskipun terpisah oleh jarak dan ruang virtual.
Purnama Syae Purrohman, Ph.D, Dekan FKIP Uhamka, mengungkapkan kegiatan ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, yang menekankan pentingnya penguatan kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
“Prof. Haedar Nashir mengajak kita semua untuk mendalami Surah Al-Ma’un dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Tadarus ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar kita untuk mewujudkan pesan beliau,” tutur Purnama Syae Purrohman.
Lebih dari sekadar membaca, kegiatan tadarus ini juga menjadi ajang untuk saling bertukar pikiran dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Para peserta berbagi pengalaman dan pemahaman, memperkaya wawasan, dan mempererat tali silaturahmi.
Di tengah arus informasi yang deras dan tantangan zaman yang kompleks, FKIP Uhamka menghadirkan oase ketenangan dan pencerahan melalui tadarus daring. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di era digital, nilai-nilai spiritualitas tetap relevan dan menjadi kompas dalam menjalani kehidupan. (#)
Jurnalis Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni












