Opini

Sunni dan Syiah Memandang Perang Iran-Israel

38
×

Sunni dan Syiah Memandang Perang Iran-Israel

Sebarkan artikel ini
Sunni dan Syiah memiliki perbedaan teologis mendasar, namun dalam isu geopolitik perang Iran-Israel, dukungan ini berfokus pada tujuan bersama melawan hegemoni Barat dan pendudukan Israel atas Palestina.
Warga Iran mendukung pemerintah menyerang Israel.

Sunni dan Syiah memiliki perbedaan teologis mendasar, namun dalam isu geopolitik perang Iran-Israel, dukungan ini berfokus pada tujuan bersama melawan hegemoni Barat dan pendudukan Israel atas Palestina.

Oleh Ridwan Ma’ruf, Majelis Pemberdayaan Wakaf Tanah PDM Sidoarjo, Pendiri Tahfidz Al Fatih Islamic School Sidoarjo , Spiritual Parenting Islam Sidoarjo.

Tagar.co – Perang Iran melawan Israel dan Amerika (AS) menimbulkan perdebatan solidaritas antara Sunni dan Syiah di kalangan muslim. Banyak kalangan muslim memandang mendukung Iran karena prinsip solidaritas perlawanan terhadap kolonialisme dan kezaliman semata.

Sunni dan Syiah memiliki perbedaan teologis mendasar, namun dalam isu geopolitik, dukungan ini berfokus pada tujuan bersama melawan hegemoni Barat dan pendudukan Israel atas Palestina, terlepas dari alasan program nuklir yang sedang dikembangkan oleh Iran.

Iran dipandang sebagai pendukung utama  Palestina dalam menghadapi Israel. Dalam situasi di mana banyak negara muslim lain diam bahkan  bekerja sama dengan Amerika atau  Israel, maka dalam situasi ini Iran berada di garis depan mendukung faksi-faksi yang melawan Israel.

Kebijakan luar negeri Iran sangat anti-Amerika dan anti-Israel, sebab dua negara itu penyebab genosida masyarakat Palestina. Mendukung negara mana pun yang melawan ketidakadilan dan agresi militer atas Palestina , tanpa melihat mazhabnya, adalah bentuk prinsip pembelaan sesama umat Islam (ukhuah), atau solidaritas kemanusiaan atas Palestina.

Baca Juga:  Bolehkah Wanita Haid Membaca Al-Qur’an di HP?

Pembelaan ini bersifat strategis dan situasional (politik). Dukungan terhadap isu Palestina/kekuatan yang melawan Israel sering kali diletakkan pada bingkai menentang penjajahan, namun kerja sama sektarian tetap menjadi poin perdebatan. Allah ta’ala berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 2.

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Penggunaan ayat ini  sebagai dalil untuk membantu Iran  yang mayoritas Syiah  dalam menghadapi agresi Amerika dan Israel memiliki sudut pandang yang berbeda di kalangan para ulama, yaitu :

Pertama, Sudut Pandang Dukungan (Berdasarkan Prinsip Kemanusiaan/Politik)
Sebagian pihak berargumen bahwa membantu Iran atau kelompok mana pun yang memerangi pihak yang dianggap agresor (seperti Israel/AS) dapat dikategorikan sebagai tolong-menolong dalam kebajikan (menentang penjajahan/kezaliman) dan takwa. Fokusnya adalah pada aliansi politik-militer melawan musuh bersama, terlepas dari perbedaan akidah.

Kedua, Sudut Pandang Kehati-hatian (Berdasarkan Akidah)
Di sisi lain, ulama ahlussunnah sering menekankan bahwa tolong-menolong harus didasarkan pada ketakwaan dan syariat yang benar.

Baca Juga:  Din Syamsuddin Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace yang Berubah Menjadi “Board of War”

Dukungan terhadap Iran sering dipandang kompleks karena perbedaan akidah yang mendasar antara Sunni dan Syiah, terutama terkait isu-isu yang dianggap menyimpang oleh Sunni.

Keutamaan Bangsa Iran

Nama lain dari Iran adalah bangsa Persia dikenal memiliki tradisi sastra dan filsafat yang kaya, serta memberikan kontribusi besar pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Militer Persia terorganisasi secara sistematis . Selain itu, mereka didukung kavaleri yang kuat dan keahlian memanah yang tinggi dan strategi perang. Bahkan Nabi Saw pernah bersabda tentang keutamaan bangsa Persia berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallaahu anhu berkata : Ketika kami duduk di sisi Nabi Saw, tiba-tiba turun padanya surat Al-Jumu’ah (pada ayat 3 – Dan ada orang-orang lain dari golongan mereka belum datang ), aku tanya : “ Siapakah mereka ya Rasulullaah ? Tetapi tidak dijawab oleh Nabi Saw hingga berulang tiga kali, sedang di antara kami ada Salman Al-Farisi, tiba-tiba Nabi Saw meletakkan tangannya pada Salman dan bersabda : “Andaikan iman itu berada di atas bintang Tsurayya pasti akan dapat dicapai oleh orang-orang dari golongannya ini.” (Sahih-Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Takbir di Bawah Bayang-Bayang Bom

Salman Al-Farisi dalam hadis ini adalah salah satu sahabat Nabi Saw yang  berasal dari Persia (sekarang Iran). Oleh karenanya Rasulullaah Saw mengirimkan surat ke Persia, Romawi, dan umat-umat lainnya. Nabi Saw menyeru kepada mereka untuk menempuh jalan Allah Ta’ala serta apa yang dibawa oleh Risalah Nabi Saw.

Pada tahun 1935, Syah Reza Pahlavi secara resmi meminta dunia internasional menggunakan nama Iran menggantikan Persia dalam korespondensi resmi.

Kesimpulan

Oleh karenanya dalam Geopolitik, maka mengajak umat untuk melihat konflik Iran-Israel hendaknya  secara proporsional, di mana fokus utamanya adalah melawan agresi penjajahan terhadap Palestina, bukan sekadar perbedaan Sunni-Syiah. Namun secara umum , bahwa keputusan untuk memberikan bantuan seringkali dipertimbangkan berdasarkan konteks kemaslahatan, keadilan, dan tanpa mendukung penyimpangan akidah.

Ulama menekankan untuk fokus pada musuh bersama yang berbuat zalim seperti penjajah Israel daripada membesarkan perbedaan mazhab yang dapat melemahkan umat Islam. Wallaahu ’alam. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto