
Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya sukses mengikuti ujian tugas akhir di FPK Unair. Inovasi pembelajaran ini hasilkan karya ilmiah yang menginspirasi.
Tagar.co – Halaman Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo, Surabaya, menjadi saksi semangat belajar siswa kelas 5 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya.
Sebanyak 96 siswa didampingi oleh 15 guru hadir untuk melaksanakan Ujian Tugas Akhir, sebuah metode pembelajaran berbasis Project Based Learning (PBL) yang bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kerja mandiri dan kolaboratif.
Tepat pukul 08:15 WIB, rombongan siswa tiba di gedung FPK dan langsung diarahkan oleh Terry Previo Avianto, S.Pi., M.Si, penanggung jawab dari fakultas, untuk menuju ruang ujian di lantai 5 yang telah disiapkan.
Pembukaan Acara
Acara pembukaan Ujian Tugas Akhir dihadiri oleh Wakil Dekan 3 FPK, Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T. Dua siswa berbakat, Kania Prajnazanitha Harindra dan Muhammad Keenan Arfa, tampil sebagai MC, membuka acara dengan semangat dan percaya diri. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Sang Surya yang dipandu oleh Naysila Farahnisa Ahmad dengan penuh kepiawaian.
Baca juga: Arigatou Sensei! Keceriaan Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Bertemu Guru dari Jepang
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si, menyampaikan apresiasi kepada pihak FPK Unair yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Dia juga memberikan ucapan selamat kepada para siswa yang telah berhasil sampai pada tahap ujian ini dengan membawa produk-produk inovatif mereka.
Wakil Dekan 3 FPK, Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T, turut memberikan motivasi kepada para siswa, mengapresiasi keberanian mereka dalam menyelesaikan karya ilmiah sejak dini. Suasana semakin meriah ketika beliau mengajak semua peserta meneriakkan jargon khas FPK, “FPK!” yang disambut riuh dengan “Iwak-iwak-iwak!” oleh seluruh peserta.

Interaksi dan Pembelajaran
Setelah pembukaan, suasana semakin hidup dengan sesi ice-breaking yang dipandu oleh Sugeng Trimawan, S.Pd. Teknik permainan kata dan gerakan yang diberikan berhasil membangkitkan semangat siswa untuk menghadapi sesi berikutnya.
Sesi materi “Life Below Water” yang disampaikan oleh Terry Previo Avianto, S.Pi., M.Si, menarik perhatian peserta. Dengan gaya interaktif, beliau memaparkan potensi laut Indonesia serta pentingnya menjaga ekosistemnya. Para siswa aktif merespons pertanyaan yang diajukan, menunjukkan pemahaman mereka tentang pentingnya melestarikan lingkungan laut.

Presentasi Ujian Tugas Akhir
Layaknya mahasiswa, siswa kelas 5 Sekolah Kreatif Baratajaya mempresentasikan hasil penelitian mereka. Setiap kelompok diberikan waktu 10 menit untuk memaparkan proyeknya di hadapan tiga penguji, yakni Terry Previo Avianto, S.Pi., M.Si dari FPK Unair; Ira Nurmasari, S.T., S.Pd dari Sekolah Kreatif Baratajaya; serta Heru Tjahyono dari Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS).
Proyek yang diangkat mencakup berbagai bidang, mulai dari sains dan teknologi, lingkungan, nutrisi, hingga seni dan kreativitas. Berikut adalah 15 judul tugas akhir yang dipresentasikan:
- Sains dan Teknologi: Sirine Gempa Bumi
- Sains dan Teknologi: Vacuum Cleaner
- Sains dan Teknologi: Filter Air
- Sains dan Teknologi: Dispenser Mini
- Lingkungan: Crayon dari Minyak Jelantah
- Lingkungan: Membuat Kertas dari Daun Kering
- Lingkungan: Kreasi Batik Ramah Lingkungan
- Lingkungan: Kreasi Cangkang Telur
- Seni dan Kreativitas: Scrap Frame 3D
- Seni dan Kreativitas: Topeng Ksatria
- Seni dan Kreativitas: Education Pop-up Book
- Nutrisi: Vegetables Ice Cream
- Nutrisi: Cookies with Fruit Vegetable Sauce
- Nutrisi: Abon Tulang Ikan
- Nutrisi: Kue Talam Ubi Talas
Setiap kelompok membawa produk hasil penelitian mereka dan mengenakan pakaian serta aksesoris sesuai dengan tema proyek yang diangkat.

Penutupan dan Motivasi
Menutup kegiatan, Heru Tjahyono memberikan pesan inspiratif kepada para siswa agar terus berinovasi dan tidak mudah menyerah. Beliau menegaskan bahwa proyek yang mereka buat merupakan langkah awal dalam perjalanan panjang mereka menuju generasi emas yang kreatif dan inovatif.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana siswa dan guru menikmati hidangan bersama. Sebelum meninggalkan ruangan, mereka memastikan kebersihan tetap terjaga dengan membersihkan sampah masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan sholat Dzuhur berjamaah sebelum para siswa kembali ke sekolah.
Keberhasilan penyelenggaraan Ujian Tugas Akhir ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis proyek dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna bagi siswa. Dengan metode ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis, bekerja sama, dan menghasilkan solusi nyata untuk tantangan di sekitar mereka. (#)
Jurnalsi Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












