Telaah

Siapakah Sebaik-baik Manusia Menurut Nabi?

35
×

Siapakah Sebaik-baik Manusia Menurut Nabi?

Sebarkan artikel ini
Ustaz Soedjono

Lek tuku tape ojo lali karo serabi
sing penting atimu tansah nrima lan rila
Wong apik iku dudu sing akeh banda lan harta
nanging sing alus budi lan tansah migunani kanggo sesama

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Dalam kehidupan modern, sering kali seseorang dinilai berdasarkan popularitas, materi, atau status sosial. Padahal, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa yang terunggul bukanlah yang paling kaya atau berpengaruh, melainkan yang memiliki akhlak paling mulia.

Akhlak menjadi cermin keimanan dan kualitas ibadah seseorang — tanpa akhlak baik, segala ritual bisa terasa kosong dan tak bermakna.

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Bukhari No. 6035)

Hadis ini menegaskan bahwa kemuliaan manusia bukanlah karena harta, jabatan, atau banyaknya ilmu, melainkan bagaimana akhlak itu memancar dalam perilaku sehari-hari. Orang berakhlak baik akan menebarkan kasih sayang, menghadirkan ketenangan, dan menjadi teladan yang membuat orang lain mencintai Islam.

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Baca juga: Bukti Cinta Rasul, Lakukan Amalan Ini!

Akhlak mulia adalah buah dari iman yang benar. Tanpanya, ibadah menjadi kering, ilmu kehilangan makna, dan kekuasaan bisa berubah menjadi kezaliman. Karena itu, Rasulullah ﷺ menempatkan akhlak sebagai ciri utama manusia terbaik.

Doa Penutup

Setelah kita memahami betapa pentingnya akhlak dalam pandangan Islam, sudah sepatutnya kita memohon kepada Allah agar selalu diberi kekuatan untuk menjaga lisan, hati, dan perbuatan. Sebab, hanya dengan pertolongan-Nya kita mampu merawat akhlak mulia dan menjauhkan diri dari keburukan.

“Ya Allah, ya Latif, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang halus dalam bertutur, tawaduk dalam bertindak, bermakna dalam berkata, bermanfaat dalam berbuat, serta istikamah dalam beribadah. Amin.”

Sebagai penutup, mari kita wujudkan akhlak mulia itu dengan memperbanyak ibadah di tengah malam. Salat tahajud menjadi cara terbaik untuk mendekat kepada Allah, membersihkan hati, dan meneguhkan jiwa agar tetap konsisten dalam kebaikan.

Penyunting Mohammad Nurfatoni