Feature

Hangatnya Kebersamaan Wali Murid MI Mutwo di Pantai Putri Klayar

18
×

Hangatnya Kebersamaan Wali Murid MI Mutwo di Pantai Putri Klayar

Sebarkan artikel ini
Bunda-bunda wali murid sedang menyiapkan makanan (Tagar.co/Nurkhan)

Pantai Putri Klayar menjadi ruang belajar kebersamaan kelas 1: anak-anak bermain ombak, orang tua berbagi bekal, dan madrasah merajut harmoni. MI Mutwo percaya, dari sinilah prestasi akan tumbuh.

Tagar.co – Senyum ceria anak-anak dan keakraban para orang tua mewarnai kebersamaan yang digelar wali murid kelas satu Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo). Pada Jumat (5/9/2025), mereka bersama wali kelas Ni’matus Sholichah serta saya sebagi kepala madrasah, berangkat menuju Pantai Putri Klayar, Panceng, Gresik, Jawa Timur, untuk menikmati waktu bersama.

Perjalanan dimulai dengan cara sederhana: naik mobil pikap yang disopiri langsung saya setir. Meski kendaraan seadanya, canda anak-anak dan obrolan ringan para orang tua membuat jalan berliku menuju pantai terasa singkat. Justru di sinilah serunya. Kita bisa lebih dekat, bisa saling bercerita sepanjang jalan.

Baca juga: Rabu Malam Penuh Cahaya di MI Mutwo: Tilawah Al-Qur’an Jadi Ekstrakurikuler Baru

Sesampainya di lokasi, hamparan pasir putih dan semilir angin laut menyambut rombongan. Anak-anak berlarian ke tepi pantai, ada yang sibuk membangun istana pasir, ada pula yang berani mengejar gulungan ombak kecil. Sementara itu, para orang tua segera menata tikar dan membuka bekal yang sudah disiapkan bersama.

Baca Juga:  Merajut Harmoni Lintas Generasi: Spirit Idulfitri dalam Manajemen Madrasah

Suasana makan siang penuh keakraban itu tergambar jelas. Beberapa ibu kompak menyiapkan hidangan: ada yang menuangkan mi ke piring kertas, ada yang meracik rujak segar, sementara yang lain membagi lauk pauk sederhana hasil olahan rumah.

Di tengah tawa dan canda, mereka saling menyuapi anak-anak, memastikan semua bisa ikut menikmati. Hidangan rumahan—mulai ayam goreng renyah, tales rebus, hingga es serbat dingin—menjadi pengikat kehangatan di bawah rindangnya pepohonan pantai.

Lebih dari Sekadar Jalan-Jalan

Ni’matus Sholichah mengaku kegiatan ini lebih dari sekadar jalan-jalan. “Alhamdulillah, acara seperti ini membuat hubungan wali murid dan sekolah semakin erat. Anak-anak juga belajar arti kebersamaan, sementara orang tua bisa saling mengenal lebih dekat. Semoga semangat ini terus terjaga,” ujarnya sambil ikut mencicipi rujak.

Kegembiraan anak-anak yang bermain bebas di pantai adalah hadiah tersendiri. Apalagi ada makan bersama dengan rujak dan es serbat. Suasananya jadi lebih hidup. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut lagi.

Menariknya, sebelum pulang, mereka sempat duduk melingkar di pasir mendengarkan tausiyah ringan dari kepala madrasah tentang pentingnya silaturahmi dan kerja sama. Debur ombak seolah menjadi musik pengiring refleksi sore itu.

Baca Juga:  Menembus Ombak Menuju Gili Trawangan, Perjalanan Laut yang Menguji Adrenalin

Menjelang senja, rombongan kembali pulang dengan hati hangat. Anak-anak masih berat berpisah dengan laut, sementara para orang tua membawa pulang rasa syukur dan kebersamaan.

Pantai Putri Klayar menjadi saksi bahwa harmoni antara sekolah, orang tua, dan anak-anak dapat tumbuh lewat kegiatan sederhana namun penuh makna.

Kebersamaan ini diharapkan menjadi awal dari agenda-agenda serupa di MI Mutwo. Sebab, dari keluarga besar yang kompak, anak-anak akan tumbuh lebih percaya diri, penuh semangat, dan siap meraih prestasi. (#)

Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni