
Dosen PKM internasional dari UM Purwokerto dan Unisa Yogyakarta menggelar pelatihan pencegahan dan penanganan anxiety bagi pekerja migran Indonesia di Malaysia. Antusiasme tinggi warnai diskusi hingga larut malam!
Tagar.co – Jauh dari rumah dan keluarga, para pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia seringkali bergulat dengan rasa cemas. Untuk itulah, tim dosen dari Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto dan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta “terbang” ke Klang Lama. Mereka berbagi ilmu dan kiat-kiat praktis mengatasi anxiety (kecemasan) dalam sebuah pelatihan yang hangat dan akrab, Sabtu (22/2/2025) malam.
Bertempat di markas Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah (PRIM PRIA) Klang Lama, 45 PMI menyimak dengan antusias. Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional yang digawangi oleh Badan Koordinasi KKN Internasional dan Pengabdian Masyarakat Dosen Internasional (BKKPI) PCIM-PCIA Malaysia.
Baca juga: Jalin Silaturahmi dan MoU Pendidikan, Aisyiyah Se-Eks Keresidenan Pekalongan Kunjungi PCIA Malaysia
Para pekerja migran itu mendapatkan ilmu dari sumber-sumber yang kompeten. Ada Ratna Yunita Setiyani Subardjo, M.Psi., Psikolog, yang tak hanya mengajar di Unisa Yogyakarta, tetapi juga aktif sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCIA Malaysia, Wakil Ketua BKKPI, dan sedang menempuh studi doktoral di Malaysia. Hadir pula Dr. apt. Elza Sundhani, M.Sc., dan apt. Nur Aini Budiyanti, M.Clin.Pharm., keduanya dosen Farmasi UM Purwokerto yang ahli di bidangnya.
Malam itu, ruang pertemuan PRIM PRIA menjadi ruang berbagi. Nur Aini membuka sesi dengan mengajak peserta mengenali “wajah” kecemasan dan bagaimana mencegahnya agar tak semakin menjadi.
Setelahnya, Ratna Yunita, dengan gayanya yang interaktif, memandu peserta mempraktikkan teknik relaksasi dan cara-cara jitu mengelola stres di tengah tekanan pekerjaan. Terakhir, Elza Sundhani melengkapi dengan penjelasan tentang terapi, baik yang alami maupun yang memerlukan obat-obatan, untuk mengatasi kecemasan.
Nuriyatun Nafiah, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia, yang hadir mewakili Ketua Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, menyambut baik kegiatan ini. Dia berharap ilmu yang didapat bisa menjadi bekal berharga bagi para pekerja migran.

Sesi tanya jawab menjadi bukti bahwa pelatihan ini “mengena”. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul sangat personal dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pekerja migran. Ada yang bertanya cara mengatasi stres, ada yang curhat tentang anak yang cemas, ada pula yang ingin tahu cara terbaik menghadapi tekanan tugas akhir kuliah.
Waktu seakan berjalan lebih cepat. Diskusi yang seharusnya selesai pukul 22.00, molor hingga hampir tengah malam. Namun, tak ada raut lelah di wajah peserta.
Ratna Yunita, yang juga memandu acara, menutup dengan pesan menyentuh. “Kecemasan itu bukan hal biasa. Itu kondisi khusus. Tapi, setiap orang punya kunci untuk mengatasinya. Temukan ‘senjata’ kita masing-masing untuk melawan stres, agar kita tetap sehat mental dan bisa terus berkarya.”
Ia lalu mencontohkan berbagai “senjata” itu: mendengarkan musik, menyanyi, berolahraga, berzikir, membaca Al-Qur’an, atau sekadar menonton video lucu.
Elza Sundhani menambahkan, jika keluhan berlanjut dan mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Sementara itu, Nur Aini mengingatkan pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat. “Kadang, yang kita butuhkan hanya kepedulian,” katanya.
Tokoh-tokoh penting komunitas seperti Nuriyatun Nafiah, M. Khonzin (Ketua PRIM Klang Lama), dan M. Lazim (Ketua Majelis Ekonomi dan Pemberdayaan PCIM Malaysia) pun ikut aktif berdiskusi.
Hadir pula dalam acara ini Nita Nasyitah (Wakil Ketua PCIA Malaysia), Renggo (Bendahara BKKPI PCIM PCIA Malaysia), Norhabibah (Ketua PRIA Klang Lama), serta para anggota PCIM PCIA PRIM PRIA Malaysia. Kebersamaan malam itu diakhiri dengan foto bersama, menjadi kenangan manis kolaborasi lintas negara demi kesehatan mental para pahlawan devisa. (#)
Jurnalis Sholikan Abdul Halim Penyunting Mohammad Nurfaoni












