
Senja Ramadan memberikan pengalaman belajar yang membahagiakan. Di Mugeb School, siswa kelas I dan VI mengulurkan tangan, berbagi takjil ke tetangga, masjid, maupun pengguna jalan raya.
Tagar.co – Pada Senin sore yang mendung (17/3/2025), terdengar riuh tawa dan semangat anak-anak kelas I dan VI. Mereka bergegas mengumpulkan dua kotak takjil di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School).
Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) 2 tahun ini memang menjadi momen istimewa. Terutama bagi siswa kelas I yang untuk pertama kalinya ikut serta dalam aksi berbagi takjil.
Empat lokasi menjadi saksi ketulusan dan semangat mereka dalam berbagi. Ialah lingkungan tetangga sekitar sekolah, Masjid Faqih Oesman Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Jalan Sumatra GKB, dan jalan masuk perumahan Graha Kembangan Asri (GKA) yang berada di belakang sekolah.
Khusus ketika berbagi dengan tetangga sekitar sekolah, setiap kelas–baik kelas I maupun VI–mengirimkan perwakilan seorang siswa dan siswi. Pada saat terjun, siswa kelas I ditemani kakak kelas VI yang penuh perhatian.
Dzulkarnain, S.Pd.I., dengan senyum ramahnya, memimpin rombongan kecil yang terdiri dari Abbasy Ahmad (kelas VI Fathonah), Muhammad Zidan Arzaaqun Najib, dan Arsyila Sakinah Ikmawan (kelas I Kilimanjaro).
Langkah kaki mereka ringan menyusuri Jalan Belitung II. Secara bergantian, mereka mengetuk pintu demi pintu rumah warga.
“Assalamualaikum, kami dari Mugeb School ingin berbagi takjil,” sapa Dzul dengan suara riang. Ada yang langsung membukakan pintu, ada yang membuat mereka bersabar beberapa saat.
Di salah satu rumah, Arsyila menunjuk ke arah jendela. “Rumah itu kosong, Ustadz. Tetapi lampunya menyala.”
Tanpa ragu, Arza mengajak temannya itu. “Ayo, kita coba ketuk pagarnya!” Semangat mereka tak surut, bahkan di hadapan pintu yang tertutup.

Masjid dan Jalan Raya
Sementara itu, di Masjid Faqih Oesman, takjil siswa bagikan kepada para jamaah yang mulai memadati masjid. Ada pula yang mereka berikan ke tim takmir.
Kemudian untuk di Jalan Sumatra, siswa kelas VI dengan sigap menyapa para pengendara. Mereka tak segan mengulurkan takjil dengan senyum tulus.
Adapun di jalan masuk perumahan GKA, pemandangan mengharukan terlihat. Siswa kelas I berbaris rapi di trotoar. Masing-masing anak membawa kardus berisi paket takjil.
Arka Wirasena, dengan suara lantangnya, berseru, “Pak, takjil!” Ia sambil melambai ke kepada seorang pengendara motor yang melintas pelan ke arahnya. Senyumnya merekah, seolah kebahagiaan terpancar dari setiap takjil yang ia berikan.

Kembali ke Kelas
Usai berbagi, wajah-wajah lelah namun puas kembali ke kelas. Setibanya di kelas, Ilmi Zahrotin Faidzullah Al-Hamidy, wali kelas I Fuji, menyambut mereka dengan pertanyaan, “Bagaimana pengalaman berbagi takjil tadi? Seru tidak?”
“Seru!” jawab mereka kompak. Suara mereka berpadu dalam harmoni keceriaan, seolah energi mereka masih penuh meski sedang belajar puasa penuh sampai Magrib.
Melihat wajah-wajah mungil penuh bahagia itu, Ilmi menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar berbagi takjil, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian dan motivasi untuk berbagi kepada sesama.
“Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka,” ujarnya dengan senyum bangga.
Senja itu, Mugeb School menjadi saksi bagaimana tangan-tangan kecil mampu menebar kebahagiaan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan peduli. Anak-anak Mugeb School telah membuktikannya. (#)
Jurnalis Ilmi Zahrotin Faidzullah Al Hamidy Penyunting Sayyidah Nuriyah












