
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan serukan persatuan negara Muslim untuk membela minoritas Muslim yang terdiskriminasi di berbagai belahan dunia.
Tagar.co – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan, menyerukan kepada negara-negara muslim di seluruh dunia untuk bersatu dan lebih peduli terhadap nasib umat Islam yang hidup sebagai minoritas di berbagai negara.
Seruan ini disampaikan saat menerima kunjungan Mr. Abdul Malik Mujahid, pimpinan NGO Justice for All, AS, dan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, dan Dr. Rahmat Hidayat dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Kantor MUI Pusat, Jakarta, pada 30 Januari 2025.
Amirsyah mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi umat Islam di negara-negara minoritas, seperti di Uighur, yang seringkali menghadapi diskriminasi dan perlakuan tidak adil. Ia menyoroti adanya standar ganda dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), di mana Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948 tidak konsisten diterapkan di berbagai negara, terutama yang memiliki minoritas muslim.
“Kami mengajak negara-negara muslim di dunia untuk bersatu dan peduli terhadap nasib umat Islam di negara-negara minoritas,” ujar Amirsyah. “Ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 103, yang menyerukan persatuan dan kesatuan umat Islam.”

Mr. Abdul Malik Mujahid menyampaikan keprihatinannya atas nasib umat Islam di negara-negara minoritas. Ia menekankan pentingnya penegakan nilai-nilai Hak Asasi Beragama bagi semua umat beragama, tanpa diskriminasi.
Amirsyah menambahkan, beberapa faktor yang menyebabkan Islam menjadi minoritas di suatu negara antara lain adalah aksi pemurtadan dan perlakuan HAM yang inkonsisten dan diskriminatif. Ia berharap negara-negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, seperti Pakistan, Indonesia, India, Bangladesh, Nigeria, Mesir, Iran, dan Turki, dapat terus mendukung dan bersatu membela hak-hak umat Islam di seluruh dunia.
“Mari kita bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai HAM secara baik dan benar, sehingga semua umat beragama dapat hidup berdampingan, rukun, dan damai,” ajak Amirsyah. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












