
PCM ini mempunyai madrasah ibtidaiyah, TK-PAUD, tiga masjid, panti asuhan, musala, dan Islamic Center lengkap dengan ruang pertemuan dan kamar menginap.
Tagar.co – Satgas Percepatan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang terus bergerak mengunjungi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di seluruh wilayah.
Senin (25/8/2025), giliran PCM Kedungjajang yang mendapat kunjungan.
Tim Satgas berangkat dari Gedung Dakwah Jalan Brantas tepat pukul 17.00 WIB. Perjalanan singkat, hanya 15 menit menuju lokasi.
Lima orang yang ikut serta yaitu Ketua Satgas M. Lutfi Aqil, Nadjib Faizin, M. Yusuf Hidayatullah, Zainal Arifin, dan Kuswantoro.
Setiba di Kedungjajang, rombongan melaksanakan salat Magrib di Masjid Al-Ashari. Di masjid itu pula pertemuan dengan jajaran PCM berlangsung.
“Tujuan kami menginventarisasi aset-aset yang ada di PCM, sesuai amanah PDM untuk menyelamatkan aset yang belum selesai ikrar wakafnya. Agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari,” kata M. Lutfi Aqil membuka pertemuan.
Ia menambahkan, kunjungan ke PCM Kedungjajang ini merupakan yang kesebelas dari rangkaian kunjungan ke cabang lain.
Menurutnya, percepatan administrasi wakaf perlu dilakukan agar data aset lebih jelas. Potensi Cabang Kedungjajang dianggap luar biasa sehingga proses percepatan diharapkan segera tuntas.
“Usulan-usulan dari PCM akan kami teruskan ke majelis terkait. Misalnya, ketika menyangkut LKSA akan kami sampaikan ke MPKS dan majelis lain sesuai bidangnya,” jelas Lutfi.
Ia menekankan pentingnya gerakan bersama dalam persyarikatan Muhammadiyah. “Kita tidak hanya bisa membangun, tetapi juga merawat, termasuk mengisi dengan sumber daya manusianya. Muhammadiyah ini besar, tidak bisa kita urus sendiri, harus sinergi dan kolaborasi,” ujarnya.
Lutfi juga berharap jika program percepatan wakaf ini berhasil, pengajuan bisa dilakukan secara massal. “Maka milik Kedungjajang ini mohon segera dituntaskan,” katanya.
Ia juga menyinggung terkait keberadaan Islamic Center yang ada di PCM Kedungjajang. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan Baitul Arqam sebaiknya ditempatkan di Islamic Center, sehingga tidak perlu menyewa tempat di luar.
Di sisi lain, kegiatan-kegiatan daerah bila ditempatkan di Islamic Center juga bisa mendorong dakwah persyarikatan di Kedungjajang.
“Apalagi tempatnya nyaman, sudah ada kamar-kamar untuk tidur, juga masjid,” ucapnya.
Lutfi menambahkan, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan Ortom seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, maupun IMM.
“Hal ini nanti saya sampaikan ke Pimpinan Daerah agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara Ketua PCM Kedungjajang, Abdullah Harwandi, menyampaikan ada aset MIM, masjid, TK-PAUD dalam satu lokasi, Masjid Al-Qoiroh, satu lokasi dengan LKSA, serta Masjid Ahmad Yani dan Musala Al-Iman.
Ia menyampaikan, karena waktu itu belum paham sepenuhnya maka masih ada nadzir perorangan. “Alhamdulillah kalau sekarang ada penertiban, segera kami lakukan perbaikan,” ujarnya.
Abdullah menegaskan pihaknya masih berusaha untuk menambah kader-kader Muhammadiyah dengan pembinaan khusus dari PDM agar PCM Kedungjajang semakin berkembang pesat. “Kami masih kurang kader untuk mengembangkan Muhammadiyah,” katanya.
“Alhamdulillah dengan adanya Satgas ini turun sehingga kami bisa menyampaikan uneg-uneg untuk disampaikan ke PDM,” tambahnya.
Terkait MIM, ia menegaskan akan terus berinovasi agar semakin maju dan jumlah murid bertambah.
Ia juga menyebut wakaf yang ada di Kedungjajang kebanyakan berupa tempat ibadah dan pendidikan. Bahkan ada satu yang baru selesai sertifikatnya, tetapi belum sempat diserahkan ke PDM.
“Dan mohon terkait Islamic Center yang sampai saat ini belum jalan, mohon dukungan dan dorongan agar gedung yang sudah terbangun lengkap ini bisa ada santrinya,” tutur Abdullah. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












