
Muhammad Hardika Pratama, siswa kelas 5 SD Al-Islam Cerme, membuktikan pepatah “buah tak jatuh jauh dari pohonnya” saat melantunkan azan dalam lomba HUT RI. Suara muazin sang paman mengalir kuat dalam lantunannya.
Tagar.co – Dengan mengenakan seragam merah lengkap dengan peci hitam, Muhammad Hardika Pratama berdiri di depan kelas 1A SD Al Islam Cerme, Gresik, Jawa Timur, Selasa 5 Juli 2025. Tangannya memegang mikrofon, bibirnya perlahan melantunkan azan dengan suara lantang dan penuh ketenangan.
Kabel panjang menghubungkan mikrofon ke amplifier sederhana di sudut ruangan. Di belakangnya, papan tulis putih menjadi latar yang kontras dengan semangatnya yang membara.
Baca juga: Bangga dan Bahagia, Inilah Deretan The Best Five SD Al-Islam Morowudi Cerme
Dika, demikian ia akrab disapa, adalah siswa kelas 5 yang mengikuti lomba azan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 RO yang diselenggarakan SD Al Islam Cerme (SDAC) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Lomba yang digelar di ruang kelas 1A ini diikuti oleh 13 peserta kategori kelas tinggi.
Ada darah muazin yang mengalir dalam diri Dika. Pamannya adalah muazin di Masjid Sabilul Muttaqin, Morowudi, Cerme. Tak heran, sejak kecil Dika sudah akrab dengan suara azan.
“Saya berlatih beberapa bulan yang lalu. Selain lomba di sekolah, saya juga ikut Pentas PAI se-Kecamatan Cerme dan meraih juara harapan 1,” ujar Dika saat berbincang dengan Tagar.co.
Dika rutin berlatih di bawah bimbingan Ustaz Khatibul Umam, guru tahfiz yang dikenal sabar dan telaten.
“Saya selalu mendukung anak-anak yang ingin belajar azan atau memperdalam Al-Qur’an. Dika sudah bersama saya beberapa bulan terakhir. Alhamdulillah hasilnya sudah bisa dinikmati. Semoga prestasi Dika bisa menjadi inspirasi bagi siswa SD Al Islam lainnya,” tutur Ustaz Khatibul di sela-sela kegiatan.

Wakil Kepala Sekolah, Ustazah Siti Fatimah, juga menyampaikan harapan besarnya terhadap kegiatan ini. “Pelaksanaan lomba azan ini diharapkan mampu memacu potensi anak-anak berbakat menjadi muazin-muazin terbaik di masa depan,” katanya.
Senada dengan itu, Ustaz Syaiful, salah satu guru di SDAC, menegaskan pentingnya kontinuitas acara serupa. “Kami berharap lomba ini bisa menjadi agenda tahunan untuk memunculkan bibit-bibit muazin di masjid-masjid wilayah Kecamatan Cerme dan sekitarnya, sebagai bagian dari syiar dan dakwah Islam,” ungkapnya.
Dika berharap bisa terus mengasah kemampuannya. “Semoga hasil lomba kali ini lebih baik, dan saya bisa terus mengumandangkan azan serta menjadi anak saleh yang lebih baik,” tuturnya dengan penuh semangat.
Di balik sederhananya ruang kelas tempat perlombaan ini digelar, semangat syiar Islam tumbuh dari suara-suara kecil yang mengumandangkan azan dengan bangga. Dika membuktikan, buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya. (*)
Jurnalis Mardiyana Z. Penyunting Mohammad Nurfatoni












