
PRM Kepuhkemiri kini punya rumah dakwah sendiri. Plakat telah dipasang, dapur langsung mengepul, dan harapan besar mulai dirancang dari rumah sewaan sederhana di Perumtas 3 Tulangan.
Tagar.co – Sebuah tonggak sejarah baru ditorehkan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kepuhkemiri, Tulangan, Sidoarjo. Pada Kamis malam, 15 Mei 2025, plakat bertuliskan “Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kepuhkemiri” resmi terpasang di depan sebuah rumah di Perumtas 3 Blok N4 No. 42, Desa Kepuhkemiri. Rumah sewaan itu kini menjadi sekretariat tetap PRM Kepuhkemiri—sekaligus pusat kegiatan dakwah dan syiar Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Peresmian yang dilakukan secara sederhana itu ditandai dengan pemasangan papan nama di dinding rumah, lalu dilanjutkan dengan makan bersama oleh para pengurus. Tanpa banyak seremoni, suasana keakraban justru terasa kental malam itu.
Menu utama yang disajikan adalah rica-rica belut, hasil olahan Anton Fuadi, Wakil Ketua Bidang Tabligh PRM Kepuhkemiri. Bahan belutnya sendiri merupakan sumbangan dari Cahyo Yulianto, yang didapat dari sisa ekspor.
Baca juga: PRM Kepuhkemiri Siap Gelar Kurban Mandiri Iduladha 1446
Di sela santap malam, Ketua PRM Kepuhkemiri, Agus Wahyudi, S.T., M.M., menyampaikan harapannya terhadap keberadaan sekretariat ini. “Dengan menyewa rumah ini, kami berharap bisa menjadikannya sebagai pusat sekretariat sekaligus griya dakwah. Ini bentuk kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat—bahwa kami datang untuk memberi manfaat dan memperkuat semangat kemasyarakatan,” ujarnya.
Selama ini, berbagai kegiatan PRM Kepuhkemiri seperti rapat dan pengajian rutin harus berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lain. Tak jarang panitia kesulitan karena belum tentu semua rumah bersedia menjadi tuan rumah. Kini, dengan adanya sekretariat tetap, berbagai kegiatan bisa lebih terjadwal dan konsisten.

Sekretariat ini juga terbuka untuk digunakan oleh Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Kepuhkemiri yang baru saja terbentuk, serta Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kepuhkemiri. PRA dapat menggelar kegiatan rutin seperti kajian bulanan, santunan anak yatim dan kaum duafa, hingga kegiatan ekonomi kreatif berupa penjualan pakaian bekas layak pakai yang hasilnya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan.
Agus Wahyudi mengakui, langkah menyewa rumah ini diambil karena PRM Kepuhkemiri belum memiliki Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti musala atau masjid. “Kami masih menunggu proses peralihan sertifikat rumah wakaf yang sedang dimediasi oleh PCM Tulangan dan PDM. Sudah hampir dua tahun belum ada kepastian, jadi untuk sementara ini kami perlu tempat yang tetap,” jelasnya.
Dengan tekad dan semangat gotong royong, PRM Kepuhkemiri kini melangkah lebih mantap sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang membumi dan memberi solusi di tengah masyarakat. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












