FeatureUtama

Rezeki Guru Swasta Lebih Banyak daripada Guru Negeri, Kata Dinas Pendidikan Gresik

37
×

Rezeki Guru Swasta Lebih Banyak daripada Guru Negeri, Kata Dinas Pendidikan Gresik

Sebarkan artikel ini
Dr. S. Hariyanto S. Pd, MM. saat memberikan sambutan pada kegiatan Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, Gresik, Jawa Timur, Sabtu 22 Februari 2025 (Tagar.co/Rahma Yulia Isnaini)

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto S. ungkap fakta: rezeki guru swasta lebih besar. Jangan khawatir, rezeki akan mengalir dari berbagai arah. Kualitas guru kunci utama.

Tagar.co – Dalam acara Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik yang diadakan di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, Gresik, Sabtu (22/2/2025), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto S. Pd, MM, menyampaikan pernyataan menarik mengenai kesejahteraan para pendidik.

Baca juga: Peran Lembaga Pendidikan Swasta semakin Diperhatikan Pemerintah

Dalam sambutannya, dia mengungkapkan bahwa fenomena kesejahteraan antara guru swasta dan guru negeri menunjukkan perbedaan yang mencolok. Ia menyatakan, “Hal ini terbukti bahwa guru yang berangkat haji, lebih banyak guru swasta daripada guru negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menenangkan para pendidik dengan menyampaikan, “Maka jangan kuatir, rezeki akan mengalir dari berbagai arah. Boleh gaji sedikit namun rezekinya besar dari berbagai arah.”

Kualitas Guru Menentukan

Selain membahas perbedaan kesejahteraan, Hariyanto menekankan bahwa kualitas guru sangat menentukan kualitas siswa. Guru yang baik, kreatif, dan inovatif akan menghasilkan siswa dengan karakter yang serupa.

Baca Juga:  Zada yang Tak Pernah Diam

Dalam konteks tersebut, dia menegaskan pentingnya empat kegiatan harian bagi para guru, yaitu: membaca, observasi, mengaktifkan komunitas belajar, dan melaksanakan berbagai kegiatan pendukung.

“Maka setiap hari ada empat hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru, yaitu membaca, observasi, aktifkan komunitas belajar dan lakukan berbagai kegiatan,” terangnya.

Dia kemudian menguraikan empat poin penting tersebut:

  1. Membaca: Guru dianjurkan untuk terus menggali ilmu melalui berbagai bacaan, sesuai dengan semangat “iqra” dalam Al-Qur’an.
  2. Observasi: Hariyanto berpesan agar para guru mencari sosok role model yang bagus untuk diamati, ditiru, dan dimodifikasi. “Hal yang paling cepat dan mudah agar bisa mengupade dan mengadopsi ilmu seseorang adalah dengan hadir dikelas mereka untuk bisa menirukan bagaimana bisa menjadi guru yang luar bisa,” tuturnya.
  3. Aktifkan Komunitas Belajar: Dia mengimbau untuk mengoptimalkan peran komunitas belajar, seperti melalui Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA), guna meningkatkan pertukaran pengetahuan. “Melalui kegiatan komunitas belajar, sharing seasion, maka akan dapat ilmu dari taman sebaya, sehingga ilmu bisa bertambah dan kreatifitas juga akan bertambah,” katanya.
  4. Mengikuti Seminar: Partisipasi dalam seminar dan kegiatan pengembangan diri lainnya dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Baca Juga:  Amplop Kosong di Hari Lebaran

Di akhir sambutannya, Hariyanto menyampaikan harapan agar upaya peningkatan kualitas guru terus berlanjut dan menghasilkan pendidik yang hebat serta luar biasa. “Semoga mampu menjagi guru yang hebat dan luar biasa,” harapnya kepada 189 peserta orientasi.

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Muhammad Nurfatoni