Feature

Mengukir Karakter Anak: Peran Guru PAUD yang Tak Terlupakan

41
×

Mengukir Karakter Anak: Peran Guru PAUD yang Tak Terlupakan

Sebarkan artikel ini
Ning Munasichah, S. Ag saat memberikan tausiyah pada kegiatan Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 22 Februari 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Pendidikan anak usia dini bagaikan mengukir di atas batu, membekas hingga dewasa. Guru PAUD adalah pengukir masa depan, menanamkan ilmu dan karakter

Tagar.co – Ungkapan “Memberikan ilmu kepada anak usia dini bagaikan mengukir di atas batu” disampaikan oleh Ning Munasichah, S.Ag dalam pidato iftitah pada acara Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (22/2/2025).

Ning Munasichah, S.Ag, Koordinator Bidang PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan ilmu pada anak usia dini. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa proses ini membutuhkan kesabaran dan metode khusus.

Baca juga: Rezeki Guru Swasta Lebih Banyak daripada Guru Negeri, Kata Dinas Pendidikan Gresik

“Memberikan sesuatu kepada anak usia dini itu bagaikan mengukir di atas batu,” ujarnya. “Butuh berbagai macam alat, metode, cara sehingga apa yang telah diberikan bisa diresap dan melekat kuat.”

Berbeda dengan orang dewasa yang ilmunya mudah diserap namun mudah pula hilang, ilmu yang diberikan pada anak usia dini akan membekas hingga dewasa. “Oleh karena itu, sebagai pendidik di KB dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik, jangan khawatir. Apa yang kita berikan kepada anak usia dini ini, sampai dia nanti menjadi dewasa tidak akan lupa, akan terus diingat bahkan sampai akhir hayat,” katanya.

Baca Juga:  Pengimbasan Bimtek Digitalisasi PAUD di Menganti, Guru makin Adaptif Hadirkan Pembelajaran Inovatif

Mengutip Al-Quran Surat An-Nisa ayat 9, ia mengajak para guru untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah, tetapi memberikan wawasan agar mereka dapat melanjutkan apa yang telah diajarkan.

Suasana kegiatan Orientasi Pandu Tunas Athfal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Gresik di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 22 Februari 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Ning Munasichah juga menyampaikan bahwa setiap orang adalah pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Ia mengingatkan akan tanggung jawab yang diemban setiap pemimpin. Untuk itu, ada beberapa persyaratan yang harus dipunyai oleh para pemimpin, yaitu:

  • Menjiwai para anggota: Memahami karakter setiap anggota agar dapat bersikap sesuai kondisi.
  • Memperluas ilmu pengetahuan: Belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga dari berbagai sumber seperti buku, kajian, dan kegiatan lainnya.
  • Memiliki kepekaan terhadap isu-isu masa kini: Waspada terhadap informasi yang beredar, terutama terkait kekerasan pada anak.
  • Menjadi uswah hasanah: Memberikan contoh dan teladan yang baik sebelum memerintah.

“Mendidik agar anak bisa berkarakter yang baik tidak semudah ketika memberikan di tingkat SLTA. Oleh karena itu patutlah bagi ibu-ibu sekalian untuk menambah wawasan yang lebih luas sehingga nanti bisa menjadi lembaga yang dapat kita andalkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Bangkit dari Sakit, Queen Juara Pencak Silat IPSI Cup Lamongan 2026

Jurnalis: Nadhirotul Mawaddah Penyunting: Mohammad Nurfatoni