Feature

RBC Institute Hadirkan Mobil Terbang di SMKN 13 Malang, Ajak Siswa Melek Literasi Digital

45
×

RBC Institute Hadirkan Mobil Terbang di SMKN 13 Malang, Ajak Siswa Melek Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
Mobil Terbang diserbu siswa SMKN 13 Malang. (Tagar.co/Istimewa)

Mobil Terbang RBC Institute singgah di SMKN 13 Malang. Ratusan siswa diajak membaca, berdialog, dan berani berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tak lagi sekadar kata, tapi pengalaman nyata.

Tagar.co — Suasana berbeda terasa di halaman SMKN 13 Malang, Jawa Timur, pada Jumat 29 Agustus 2025 pagi. Sebuah mobil berwarna cerah dengan tulisan Mobil Terbang—akronim Mobil Bakti terhadap Bangsa—terparkir rapi, seakan membawa dunia literasi mendekat ke para pelajar.

Hari itu, RBC Institute A. Malik Fadjar menggelar program Mobil Terbang Goes to School dengan misi sederhana namun mendalam: menumbuhkan budaya membaca dan berpikir kritis di kalangan siswa.

Sekitar 250 siswa dari berbagai jurusan hadir memenuhi aula sekolah. Mereka tak sekadar duduk mendengarkan, melainkan diajak aktif berdialog dalam sesi literasi digital. Pertanyaan-pertanyaan kritis bermunculan, mulai dari bagaimana membedakan berita benar dan palsu hingga cara menyampaikan pendapat secara logis dan berbasis fakta.

“Kami percaya literasi digital tidak boleh hanya dipahami sebatas kemampuan menggunakan gawai, tetapi harus dilengkapi dengan kebiasaan berpikir kritis,” ujar Direktur Eksekutif RBC Institute, Subhan Setowara, di sela kegiatan. “Kegiatan seperti ini menjadi ruang perjumpaan yang sehat antara siswa, buku, dan dunia pengetahuan.”

Baca Juga:  RBC A. Malik Fadjar Institute Kembangkan Board Game Edukatif untuk Menghidupkan Pemikiran Tokoh Pendidikan
Beberapa siswa SMKN 13 Malang menunjukan koleksu buku Mobil Terbang. (Tagar.co/Istimewa)

Sekolah Berubah Jadi Ruang Baca

Usai materi, suasana sekolah mendadak menyerupai festival buku. Ratusan koleksi bacaan—mulai dari novel populer, buku pengembangan diri, hingga referensi akademik—ditata di sekitar Mobil Terbang. Siswa pun langsung berkerumun, membuka halaman demi halaman dengan antusias. Beberapa bahkan membaca berkelompok sambil berdiskusi, menjadikan halaman sekolah bagai perpustakaan terbuka.

“Kalau siswa merasakan bahwa membaca itu asyik, mereka akan tumbuh dengan daya nalar yang kuat dan terhindar dari budaya instan yang kerap merugikan,” tambah Subhan.

Menutup Bulan Literasi

Kegiatan ini sekaligus menandai penutupan rangkaian Bulan Literasi yang digelar RBC Institute sepanjang Agustus. SMKN 13 Malang menjadi titik akhir perjalanan Mobil Terbang di bulan ini. Namun, RBC Institute memastikan langkahnya tidak berhenti di sini. Program serupa direncanakan menjangkau lebih banyak sekolah di Malang Raya agar akses literasi semakin merata.

Bagi para siswa, pengalaman hari itu bukan sekadar acara seremonial. Mereka pulang membawa kesadaran baru: membaca bukan beban, melainkan jendela untuk melihat dunia dengan cara yang lebih kritis, luas, dan mendalam. (#)

Baca Juga:  Mobil Terbang RBC Hadir di SDIT Iqra Bina Umat, Tumbuhkan Antusiasme Literasi Siswa

Jurnalsi Manda Danastri Penyunting Mohammad Nurfatoni