
Pembukaan Rakernas LPCRPM 2025 di Banjarmasin menyoroti pentingnya dukungan terhadap UMKM lokal. PWM Kalsel berharap acara ini menghasilkan otokritik untuk kemajuan organisasi di masa depan.
Tagar.co — Suasana semarak terasa di Lapangan Parkir Masjid Al Jihad, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Kamis (13/11/2025) siang. Ratusan peserta berkumpul untuk menghadiri Pembukaan CRM Award VI sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPCRPM 2025.
Sekitar 500 hadirin memadati lokasi. Mereka terdiri atas utusan LPCRPM PPM, PWM, LPCRPM PWM, Finalis CRM, Best of The Best, PDM Pendamping, dan Penggembira yang datang dari seluruh penjuru tanah air.
Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd., Ketua PWM Kalimantan Selatan, menyampaikan sambutan hangat di hadapan para peserta.
“Selamat datang kepada semua peserta yang datang dari seluruh penjuru tanah air. Yang datang di Kota Seribu Sungai,” ujarnya.
Ridhahani Fidzi berharap para peserta nantinya memiliki kesempatan untuk menikmati wisata susur sungai khas Banjarmasin. “Mudah-mudahan nanti ada acara susur sungai,” tambahnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada LPCRPM PP Muhammadiyah yang telah memberikan kepercayaan kepada LPCR Kalsel sebagai tuan rumah. Ia menekankan kebanggaan terhadap lokasi acara yang dipusatkan di masjid.
“Terima kasih kepada LPCRPM PP Muhammadiyah yang menaruh kepercayaan dan memberikan kesempatan kepada LPCR Kalsel, dalam hal ini dipusatkan di masjid sebagai tuan rumah. Semoga rapat kerja ini senantiasa dipusatkan di Masjid Al Jihad. Masjid ini masjid kebanggaan di Kalsel, dikomandani Pak Taufiq Hidayat,” katanya.
Bazar UMKM Lokal
PWM Kalsel, lanjutnya, turut mengucap terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas penunjukan ini. Rakernas ini juga dirangkai dengan bazar UMKM yang akan berlangsung hingga Ahad.
“Kami memberi kesempatan kepada pelaku ekonomi produk agar dikenal masyarakat luas. Banyak-banyaklah berbelanja, membeli produk UMKM kita. Kita wujudkan dukungan kita terhadap pelaku UMKM sebagai perhatian,” ajak Ridhahani Fidzi.
Ia menyebutkan bahwa pelibatan UMKM bukan kali pertama. Kegiatan skala nasional sebelumnya, seperti Rakernas Lazismu, juga didampingi bazar serupa. Hal ini akan berlanjut pada peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah mendatang yang berlangsung di Kalsel.
“Meski Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan, tapi selalu concern (menaruh perhatian) pada pelaku UMKM di tengah mereka menghadapi raksasa besar yang dua nama itu selalu muncul di pinggir jalan raya,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, secara khusus, Muhammadiyah memiliki lembaga yang menangani UMKM, yaitu Lembaga Pengembangan UMKM.
Otokritik untuk Perbaikan
Menutup sambutannya, Ridhahani Fidzi berharap Rakernas ini menjadi momentum evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran para utusan mengikuti rakernas, (dapat) melakukan otokritik terhadap apa yang kita lakukan selama ini, jadi bahan melakukan (perbaikan) yang akan datang,” harapnya.
Ia sekali lagi mengulang apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan untuk menyelenggarakan dua agenda tingkat nasional di bulan ini, yakni Rakernas Lazismu dan Rakernas LPCRPM. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












