Feature

Peserta Tobacco Control IPM Tour 2025 Tulis Surat untuk Presiden

28
×

Peserta Tobacco Control IPM Tour 2025 Tulis Surat untuk Presiden

Sebarkan artikel ini
Peserta Tobacco Control IPM Tour 2025 menulis surat untuk presiden. Kegiatan ini menutup seminar di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat.
Peserta Tobacco Control IPM Tour 2025 menulis surat untuk presiden. (Tagar.co/Krishna Haryatama Jayaningrat) 

Peserta Tobacco Control IPM Tour 2025 menulis surat untuk presiden. Kegiatan ini menutup seminar di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat.

Tagar.co – Tobacco Control Ikatan Pelajar Muhammadiyah (TC IPM) bersama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Ciputat sukses menggelar TC IPM Tour 2025, Jumat (21/2/2025).

Seminar di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat ini bertajuk “Media sebagai Alat Advokasi dalam Mendukung TAPS Ban dan Standardisasi Bungkus Rokok”. Peserta diajak aktif mendukung kebijakan Tobacco Advertising, Promotion, and Sponsorship Ban (TAPS Ban) serta standarisasi bungkus rokok untuk memperkuat upaya pengendalian tembakau di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Pengiat Tobacco Control Mukhtara Rama Affandi, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Banten Widhiashafiz, Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Tangerang Selatan Alif Mulya Syaputra, dan 85 peserta kader se-Ciputat.

Widhiashafiz mengungkap tujuan utama seminar ini. Yakni memberikan pemahaman kepada peserta mengenai peran penting media dalam advokasi pengendalian tembakau. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya gerakan pelajar untuk terus menyampaikan kebaikan.

Baca Juga:  Dari Sekolah Aman Bencana, Pelajar Muhammadiyah Belajar Mengelola Risiko

“Kita harus menjadi gerakan pelajar yang menyampaikan kebaikan dengan berdiskusi bersama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fakta, peringatan pada bungkus rokok di Indonesia masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain. “Ini menjadi sebuah masalah yang perlu segera teratasi,” lanjutnya.

Faktor Capai Impian

Sementara Pegiat Tobacco Control Mukhtara Rama Affandi mengingatkan peserta, kesehatan adalah faktor utama mencapai impian. Menurutnya, tanpa kondisi tubuh yang sehat, segala pencapaian dan harapan akan sulit tercapai.

“Apa yang kalian khayalkan hari ini tidak mungkin tercapai jika tidak dalam kondisi sehat,” tuturnya.

Rama juga menekankan, tujuan kegiatan ini bukan untuk membenci rokok atau orang yang merokok, tetapi untuk menyadarkan banyak perokok adalah korban dari industri rokok yang sangat besar di Indonesia, terutama di negara berkembang.

Lebih lanjut, Rama mengungkapkan efek psikologis iklan rokok yang terjangkau dan menarik perhatian anak-anak. “Iklannya unik-unik dan menyenangkan. Membuat anak-anak penasaran,” katanya.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya mencegah perokok muda. Karena semakin cepat seseorang merokok, semakin cepat pula kesehatan mereka terancam. “Kuat dan sehat adalah dua hal yang berbeda,” tambahnya.

Baca Juga:  Berbagi Pengalaman Pimpinan DPRD di Pelatihan Taruna Melati

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta menulis surat dukungan implementasi PP 28/2024 untuk presiden. Rama berharap, dari seminar ini peserta lebih aktif berkontribusi mengurangi dampak buruk tembakau di Indonesia. Serta mempercepat penerapan kebijakan yang lebih ketat demi kesehatan masyarakat. (#)

Jurnalis Sayida Humaira Penyunting Sayyidah Nuriyah