Feature

Kompak dan Ceria! Orang Tua dan Anak KB-TK Aisyiyah 41 Menganti Nikmati Outdoor Learning di Sebani Park

29
×

Kompak dan Ceria! Orang Tua dan Anak KB-TK Aisyiyah 41 Menganti Nikmati Outdoor Learning di Sebani Park

Sebarkan artikel ini
Kegiatan outdoor learning di Sebani Park menjadi pengalaman seru bagi anak-anak KB-TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik. Mulai dari flying fox, menangkap ikan, hingga menanam padi.
Keseruan anak-anak didik KB-TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik bersama dengan orang tua saat senam bersama dengan tim Nila Outbond di Sebani Park, Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 24 Februari 2025 (Tagar.co/Nofia Firdawati)

KB-TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik mengajak anak-anak didiknya merasakan pengalaman belajar di alam terbuka. Bersama orang tua, mereka mengikuti berbagai aktivitas seru di Sebani Park, mulai dari senam, menangkap ikan, hingga menanam padi.

Tagar.co – Kegiatan belajar di luar kelas menjadi metode kreatif yang diterapkan oleh KB-TK Aisyiyah 41 Menganti, Gresik, untuk mengembangkan kemandirian dan keterampilan anak didik. Pada Senin (24/2/2025), mereka menggelar kegiatan outdoor learning di Sebani Park, Pandaan, Jawa Timur, dengan berbagai aktivitas seru, mulai dari bercocok tanam, menangkap ikan, hingga permainan kekompakan bersama orang tua.

Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan anak didik KB-TK Aisyiyah 41 Menganti sudah berkumpul bersama orang tua mereka di depan ruko BSI Sidowungu, dekat lokasi sekolah. Dengan penuh antusias, mereka menaiki empat armada bus yang telah disiapkan, masing-masing didampingi oleh dua guru.

Setibanya di Sebani Park pukul 09.00 WIB, anak-anak langsung disambut dengan pemandangan kolam renang yang luas. Sesi pemanasan pun dimulai dengan senam bersama yang dipandu oleh tim Nila Outbound.

Baca Juga:  Empat Tanda Keberhasilan Puasa Ramadan, Pesan Idulfitri dari Kupang Krajan

Kekompakan dalam mengikuti gerakan menjadi tantangan pertama yang harus mereka taklukkan. Sorak sorai kegembiraan semakin terdengar ketika kelompok A berhasil menjadi pemenang dalam sesi senam pagi ini.

Permainan kekompakan ibu anak bersama dengan tim Nila Outbond di Sebani Park, Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 24 Februari 2025 (Tagar.co/ Nofia Firdawati)

Permainan Kekompakan yang Seru

Selanjutnya, berbagai permainan menarik digelar untuk melatih kerja sama dan kekompakan. Anak-anak bermain berpasangan dengan teman, lalu berpasangan dengan orang tua mereka dalam serangkaian tantangan yang menguji koordinasi dan kecepatan berpikir.

Instruksi sederhana seperti “posisi,” “berdansa,” hingga “tupai melompat” mengundang gelak tawa dan keseruan. Para orang tua juga ikut berpartisipasi dalam setiap permainan, mempererat hubungan emosional dengan anak-anak mereka. Bagi yang gagal menyelesaikan tantangan, ada “hukuman” ringan berupa tembakan kasih dan sayang, yang justru menambah keceriaan suasana.

Flying Fox, Tantangan Keberanian

Setelah sesi permainan kelompok, anak-anak mendapat kesempatan untuk mencoba flying fox. Awalnya, beberapa tampak ragu, namun dengan semangat dan dukungan teman-temannya, mereka akhirnya berani meluncur di atas ketinggian.

“Sampai rasanya aku mau main lagi,” ujar Fatih Razka Salahudin Wiratama dengan senyum lebar usai meluncur di flying fox.

Kegiatan tangkap ikan di Sebani Park, Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 24 Februari 2025 (Tagar.co/ Nofia Firdawati)

Latihan Kesabaran dengan Menangkap Ikan

Dari tantangan adrenalin, anak-anak diajak untuk melatih kesabaran melalui kegiatan menangkap ikan di kolam. Mereka melepas sepatu dan kaos kaki, lalu dengan penuh semangat menangkap ikan hias yang telah disebar di air.

Baca Juga:  Harga Mahal Sebuah Niat Baik

“Seru banget, aku dapat ikan banyak,” seru Gaishan Raffasya Hafis, yang dengan lincah berhasil mengumpulkan lima ekor ikan.

Kak Bagus dari tim Nila Outbond menerangkan cara menanam padi sebelum anak-anak memasuki area tanam di Sebani Park, Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 24 Februari 2025 (Tagar.co/ Nadhirotul Mawaddah)

Menanam Padi, Belajar Mencintai Alam

Sebagai bagian dari pembelajaran mencintai lingkungan, anak-anak juga dikenalkan dengan cara bercocok tanam. Mereka diajarkan bagaimana menanam bibit padi dengan benar, termasuk pentingnya berjalan mundur agar tidak merusak tanaman yang telah ditanam.

“Kenapa Kak Bagus berjalan mundur?” tanya pemandu kegiatan. “Supaya tanamannya tidak terinjak,” jawab Najwa Faira Mecca dari kelas A Strawberry, menunjukkan pemahamannya.

Kegiatan outdoor learning ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter anak-anak dalam hal kemandirian, kekompakan, dan kreativitas. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka dalam kehidupan di masa depan. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni