
Siswa MI Mutwo duduk rapi beralaskan tikar merah di halaman madrasah, kompak mengenakan busana putih dengan kopiah hitam, menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. bersama guru dan wali murid.
Tagar.co – Ratusan siswa MI Muhammadiyah 2 (MI Mutwo) Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur, duduk rapi beralaskan tikar merah di halaman madrasah, Sabtu (6/9/2025).
Mereka mengenakan busana putih dengan kopiah hitam, sementara para wali murid dan guru memadati sisi belakang, menyaksikan dengan penuh antusias peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.
Tahun ini, MI Mutwo merayakan Maulid dengan semarak dan sarat makna. Acara digelar bukan sekadar untuk mengenang kelahiran Rasulullah, melainkan juga menanamkan kecintaan kepada Nabi sejak dini, mengajarkan teladan akhlak mulia melalui kisah, serta melestarikan tradisi Islam yang diwariskan turun-temurun.
Lomba Kasidah Jadi Favorit
Dari berbagai rangkaian kegiatan, lomba karaoke kasidah menjadi yang paling ditunggu. Lantunan sair islami menggema penuh semangat, menebarkan nuansa religius sekaligus gembira. Menariknya, lomba ini tidak dilaksanakan per kelas, melainkan secara beregu.
Anak-anak bebas membentuk kelompok sesuai pilihan mereka sendiri, sehingga terjalin kekompakan yang lahir dari kebersamaan.
Baca juga: Hangatnya Kebersamaan Wali Murid MI Mutwo di Pantai Putri Klayar
Salah satu kelompok siswi tampil begitu anggun dengan busana putih sederhana yang dipadu jilbab hitam dan hiasan mahkota bunga di kepala.
Mereka berdiri sejajar di panggung dengan senyum percaya diri sambil mengucapkan salam khas kasidah. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa lomba ini tidak hanya soal suara merdu, tetapi juga melatih keindahan penampilan, kebersamaan, dan keberanian tampil di depan banyak orang.
“Anak-anak terlihat bahagia sekaligus antusias. Lomba karaoke kasidah ini memberikan pengalaman berharga, karena mereka bisa belajar seni islami sambil memperingati Maulid Nabi dengan cara yang meriah,” tutur Uswatun Hasanah, Wakasis MI Mutwo.

Belajar Akhlak dari Kisah Nabi
Peringatan Maulid di MI Mutwo tidak berhenti pada hiburan. Lewat kisah Nabi, selawatan, hingga drama bertema Islam, anak-anak diajak meneladani sopan santun, kejujuran, kasih sayang, dan rendah hati.
Selain itu, lomba kasidah, pidato, hingga drama kisah Nabi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas dan keberanian tampil di depan umum. Dengan begitu, mereka tidak hanya mengenal Nabi sebagai sosok sejarah, melainkan menjadikannya teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan Cinta Rasul sejak Dini
Uswatun Hasanah menambahkan, bagi MI Mutwo, Maulid Nabi adalah momentum pendidikan akhlak sekaligus wadah mempererat kebersamaan antara guru, siswa, dan wali murid. Suasana syukur dan kebersamaan tampak jelas sepanjang acara berlangsung.
Dengan penuh harapan, dia menekankan menekankan agar semangat cinta Rasul yang tumbuh di hati anak-anak tidak berhenti di acara Maulid, tetapi terus terbawa dalam keseharian mereka. Anak-anak diharapkan tumbuh sebagai pribadi berakhlak mulia, penuh kasih, dan bermanfaat bagi sesama. (#)
Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni












