
Futsal bukan sekadar cabang olahraga populer, tetapi juga bisa menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan
Tagar.co – Amphitarium Museum Muhammadiyah, Lantai 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 4 Giwangan Yogyakarta menjadi saksi berakhirnya rangkaian kegiatan Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Acara penutupan Ahad petang (6/7/2025) berlangsung hangat dan penuh semangat. Hadir di tengah-tengah kegiatan Ketua pimpinan pusat Muhammadiyah bidang pendidikan, kebudayaan dan olahraga Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Ketua LPO PP Muhammadiyah, Jajaran pengurus KONI DIY Dr Gatot Sugiharto S.H., M.H., Jajaran pengurus Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) DIY, para instruktur kursus kepelatihan futsal PSSI Jakarta serta tamu undangan yang memenuhi lokasi kegiatan yang dimulai pukul 19.00 Wib.
Dalam sambutan penutupannya, Prof Akib, sapaan akrabnya, menyampaikan pesan yang kuat bahwa pentingnya sinergi antara olahraga dan dakwah di persyarikatan muhammadiyah mulai dari level pimpinan pusat hingga yang paling bawah di level ranting.
Dia mengingatkan dakwah membutuhkan fisik yang sehat dan kuat, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW melalui kegiatan memanah, berkuda hingga berenang
“Nabi Muhammad SAW mencontohkan pentingnya olahraga dalam kehidupan. Beliau mengajarkan umatnya untuk menjaga kekuatan jasmani demi mendukung kekuatan rohani. Kita sebagai penerus perjuangan dakwah, juga perlu menjaga itu, salah satunya melalui futsal,” ujarnya
Menurutnya, futsal bukan sekadar cabang olahraga populer, tetapi juga bisa menjadi medium efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Dia menekankan bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah saat ini memiliki minat tinggi terhadap kegiatan ekstrakurikuler futsal, sehingga kehadiran pelatih bersertifikat nasional sangat dibutuhkan
“Futsal bisa menjadi lahan dakwah berkemajuan. Para pelatih tidak hanya mengajarkan teknik bermain, tetapi juga bisa menjadi figur teladan dalam akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai Islam. Sering saya diskusi dengan beberapa ketua takmir masjid kalo bisa dan memungkinkan kelebihan tanah yang dimiliki masjid ini dibangun lapangan olahraga sehingga kita selain dapat melakukan kajian juga turut serta membawa anak anak yang bisa berolahraga dengan didampingi oleh para pelatih yang sudah berlisensi ini,” imbuhnya.
Dia berharap para pelatih yang sudah melalui proses kursus kepelatihan ini mampu menginternalisasi ilmu dan wawasan barunya baik di AUM maupun di persyarikatan didaerahnya masing masing.

Lisensi Kepelatihan
Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional berlangsung mulai tanggal 1-6 Juli 2025 tersebut diikuti oleh 60 peserta yang datang Jawa barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jaim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan hingga DIY.
Sebelum mengikuti kegiatan penutupan, Mereka terlebih dahulu diuji oleh para instruktur untuk melakukan simulasi latihan dikeadaan sesungguhnya yang meliputi coaching method hingga coaching proses dilapangan futsal Jogokariyan Yogyakarta.
Materi yang sudah dishare oleh instruktur sehari sebelumnya, mereka praktikkan dilapangan untuk memenuhi nilai kepelatihan sebagai syarat dikeluarkannya lisensi kepelatihan futsal level 1 nasional tersebut.
Peserta kursus yang sebagian besar guru olahraga atau pembina ekstrakurikuler futsal di sekolah Muhammadiyah juga praktisi olahraga futsal dengan sigap dan antusias yang tinggi mengikuti simulasi ujian praktik dengan sukacita.
Peserta kursus asal Surabaya Fajar Dicky Yudhistira, mengungkapkan kelegaanya setelah melakukan simulasi pelatihan tersebut. Baginya, kegiatan simulasi ini merupakan hal yang ia tunggu sebagai syarat kelulusan.
“Alhamdulillah tema latihan saya tentang dribbling 1 vs 1 dapat terlaksana, dengan waktu dibatasi 20 menit tidak mudah memang untuk merancang materinya, namun tadi dibantu teman teman peraga simuasinya berjalan mulus dan tuntas,” ucapnya.

Ketua Panitia kegiatan Afif Jerusalem, menjelaskan kegiatan simulasi praktik ini penting dilakukan sebagai syarat kelulusan kursus kepelatihan futsal. Materi meliputi teknik dan taktik spesifik futsal hingga dasar dasar futsal yang sudah diberikan olah instruktur mulai hari pertama hingga hari kelima tersebut dituangkan didalam log book dan dipraktikkan dihari keenam ini harus tuntas.
“Tantangannya para coachces harus mempraktikkan teori yang didapat melalui simulasi hari ini dengan peraga yang sudah disiapkan panitia dan Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terlaksananya kursus ini. Ia berharap pelatihan ini menjadi langkah awal terbentuknya jaringan pelatih futsal Muhammadiyah yang solid dan profesional.
“Dengan selesainya kursus ini, harapan besar tertanam bahwa dari kaki-kaki yang berlari di lapangan futsal, akan lahir generasi sehat, kuat, dan berakhlak menjadi bagian dari dakwah berkemajuan Muhammadiyah melalui olahraga. Semangat yang terpancar dari wajah-wajah para pelatih baru ini menunjukkan bahwa futsal bukan lagi sekadar pertandingan dalam lapangan kecil, melainkan jalan dakwah luas yang penuh potensi,” tandasnya. (#)
Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja. Penyunting Ichwan Arif.












