Feature

LPO PP Muhammadiyah Mencetak Pelatih Berkarakter dengan Ajarkan Komunikasi Efektif

28
×

LPO PP Muhammadiyah Mencetak Pelatih Berkarakter dengan Ajarkan Komunikasi Efektif

Sebarkan artikel ini
Kursus kepelatihan futsal LPO PP Muhammadiyah mencetak pelatih berkarakter dengan mengupas tuntas komunikasi efektif, teori, dan praktik untuk kemajuan futsal Indonesia.
Coach Andri Irawan menerangkan komunikasi efektif di depan peserta Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional oleh LPO PP Muhammadiyah Yogyakarta di lapangan futsal 4R. (Tagar.co/Bening Satria)

Kursus kepelatihan futsal LPO PP Muhammadiyah mencetak pelatih berkarakter dengan mengupas tuntas komunikasi efektif, teori, dan praktik untuk kemajuan futsal Indonesia.

Tagar.co — Kursus pelatih futsal level 1 nasional memasuki fase krusial. Kursus ini hasil kerja sama antara Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yogyakarta dan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi. Auditorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk sesi teori dan lapangan futsal 4R Mergangsan, Yogyakarta, untuk sesi praktik. Sebanyak 60 peserta antusias mengikuti setiap sesi. Mereka dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Kalimantan, hingga DIY.

Sebagian besar peserta merupakan akademisi dari beberapa Amal Usaha Muhammadiyah. Mereka tampak serius menyerap ilmu dari instruktur berpengalaman, Coach Andri Irawan dan Coach Deny Handoyo. Keduanya instruktur futsal AFC.

Pada hari keempat, Jumat (4/7/2025), sesi “komunikasi efektif dalam kepelatihan” menarik perhatian khusus. Sesi ini menyentuh dimensi teknis komunikasi, menggali cara pelatih membangun koneksi kuat dengan pemain, baik secara verbal maupun nonverbal.

Baca Juga:  Menebar Kebaikan dan Satukan Perbedaan, UPT SDN 94 Gresik Gelar Gema Ramadan

Komunikasi merupakan aspek fundamental dalam dunia kepelatihan. Peserta pun belajar memahami tiga dimensi utama dalam proses komunikasi. Yakni mengirim dan menerima pesan, komunikasi verbal, serta komunikasi nonverbal dan konten pesan.

Menguasai Alur Komunikasi Efektif

Coach Deny Handoyo menekankan pentingnya pelatih menyampaikan instruksi atau materi latihan kepada pemain secara jelas dan efektif. Ia menjelaskan, keberhasilan komunikasi pelatih dan pemain sangat menentukan sejauh mana instruksi dapat diterjemahkan menjadi aksi di lapangan. Oleh karena itu, pelatih wajib menguasai alur komunikasi efektif.

“Terdapat enam langkah utama dalam proses komunikasi antara pelatih dan pemain. Pertama, pelatih memiliki ide atau gagasan yang ingin tersampaikan,” ungkapnya.

Kedua, pelatih menerjemahkan ide tersebut menjadi pesan yang dapat peserta mengerti. Ketiga, pelatih mengirimkan pesan melalui media atau alur tertentu.

Keempat, pemain menerima pesan yang pelatih kirim. Kelima, pemain menafsirkan pesan yang dia terima.

“Dan yang terakhir, pemain merespons secara internal dan menginterpretasikan makna pesan tersebut,” jelas Coach Deny saat pemaparan materi di kelas.

Baca Juga:  Siapkan Lomba Edukatif dan Kreatif, IPM Spemdalas Gelar Colorful Ramadan

Pada sesi tanya jawab, peserta berdiskusi mengenai tantangan dalam menyampaikan pesan kepada pemain dengan latar belakang berbeda. Anas Surya Saputra menggarisbawahi, komunikasi pelatih tidak hanya soal menyampaikan instruksi, tetapi juga menciptakan hubungan sehat dan membangun kepercayaan dengan pemain.

“Kadang bukan kata-kata kita yang membuat pemain bergerak, tapi ekspresi kita, intonasi kita, bahkan gestur tubuh kita,” ujar Coach Andre Irawan.

Ia menambahkan, “Pelatih harus peka terhadap dinamika psikologis pemain!”

Kursus kepelatihan futsal LPO PP Muhammadiyah mencetak pelatih berkarakter dengan mengupas tuntas komunikasi efektif, teori, dan praktik untuk kemajuan futsal Indonesia.
Coach Deny Handoyo menjelaskan komunikasi efektif kepada peserta kursus di Auditorium Universitas Ahmad Dahlan. (Tagar.co/Bening Satria)

Mencetak Agen Perubahan Futsal Indonesia

Di akhir sesi teori, instruktur membagi peserta menjadi beberapa kelompok untuk simulasi komunikasi pelatih-pemain. Mereka menerapkan coaching method dan coaching process dalam konteks latihan di lapangan menggunakan log book. Ini akan mereka praktikkan pada sesi sore sesuai tema coaching yang instruktur tentukan.

Kursus ini menjadi wadah penting bagi para calon pelatih untuk meningkatkan kapasitas profesional. Sekaligus mengembangkan karakter kepemimpinan kuat dan komunikatif.

Dengan bekal ilmu dan pengalaman dari kursus ini, para pelatih diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam dunia futsal Indonesia, khususnya di lingkungan Muhammadiyah dan wilayah masing-masing.

Baca Juga:  Gaungkan Lomba Milad Ke-51, MTsN 2 Trenggalek Sambut Usia Emas

Hari keempat ini bukan sekadar sesi pelatihan teknis, melainkan refleksi, kepelatihan adalah seni memengaruhi dan membimbing. Dengan salah satu kunci utamanya terletak pada komunikasi efektif dan bermakna. (#)

Jurnalis Bening Satria Prawita Diharja Penyunting Sayyidah Nuriyah