Feature

SD Mugres Semai Kebiasaan Menabung lewat Parents’ Day bersama Praktisi Bank

44
×

SD Mugres Semai Kebiasaan Menabung lewat Parents’ Day bersama Praktisi Bank

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas IV SD Mugres belajar menabung dan cara mengenali uang asli melalui metode 3D bersama praktisi perbankan dalam program edukatif Parents’ Day.
Ramadhania Kinanti (tengah), murid kelas IV SD Mugres, bertanya kepada narasumber Ratna Nirmalawati (kanan) tentang uang rupiah. (Tagar.co/Venna Yulia R.)

Siswa kelas IV SD Mugres belajar menabung dan cara mengenali uang asli melalui metode 3D bersama praktisi perbankan dalam program edukatif Parents’ Day.

Tagar.co — Ramai suara anak-anak memenuhi Aula Matahari Kampus A SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) pada Rabu pagi, 28 Januari 2026. Bukan sedang bermain, ratusan pasang mata siswa kelas IV ini justru tengah serius memandangi selembar kertas berharga di tangan mereka. Hari itu, sekolah menyulap ruang kelas menjadi laboratorium keuangan mini melalui program andalan bertajuk Parents’ Day.

Mengusung tema “Menabung dan Mencermati Uang Asli”, sekolah menghadirkan sosok yang bukan orang asing bagi mereka. Ratna Nirmalawati, seorang pegawai Bank Gresik yang juga wali murid kelas IV. Ratna, sapaan akrabnya, hadir sebagai narasumber. Kehadirannya membawa angin segar karena siswa tidak hanya belajar teori dari buku teks Bahasa Indonesia, tetapi langsung menyerap ilmu dari praktisi perbankan yang berpengalaman.

Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah

Eka Meitasari, S.Pd., membuka kegiatan dengan pesan mendalam. Ia menekankan, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, melainkan hasil sinergi dengan orang tua. Menurutnya, menghadirkan orang tua dengan latar belakang profesi beragam adalah cara terbaik membekali murid dengan keterampilan hidup (life skills) sejak dini.

Baca Juga:  Sebar Mubalig, Cahaya Muhammadiyah Terangi Pelosok Kalimantan Tengah

“Melalui kegiatan Parents’ Day, murid dapat belajar langsung dari orang tua dengan latar belakang profesi yang beragam. Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kebiasaan positif, seperti gemar menabung dan bersikap bijak dalam menggunakan uang,” ungkap Eka Meitasari, S.Pd. dengan nada optimis.

Ratna Nirmalawati kemudian mengambil alih ruang belajar saat itu. Ia memulai sesi dengan pertanyaan sederhana tentang fungsi uang yang langsung memancing keriuhan jawaban dari para siswa.

Dengan gaya bicara yang luwes, Ratna menjelaskan, uang bukan sekadar alat tukar untuk jajan, melainkan instrumen masa depan yang harus dikelola dengan tanggung jawab. Ia memotivasi para siswa agar mulai menyisihkan uang saku mereka ke dalam celengan atau rekening bank.

Baca Juga: Tumbuhkan Akhlak, SD Mugres Laksanakan Qiamulail di Masjid Istimewa Ini

Praktik 3D dan Pertanyaan Kritis

Inti dari kegiatan ini adalah sesi praktik mengenali keaslian uang. Ratna mengajak para siswa menerapkan metode 3D yang legendaris: dilihat, diraba, dan diterawang. Suasana seketika menjadi sibuk. Murid-murid mengeluarkan uang kertas yang mereka bawa dari rumah, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke arah cahaya lampu aula untuk mencari tanda air (watermark).

“Uang harus kita jaga dan gunakan dengan bijak. Dengan menabung, kalian belajar disiplin dan bertanggung jawab sejak dini,” jelas Ratna Nirmalawati di hadapan para murid yang menyimak dengan saksama.

Baca Juga:  Refleksi Materi Fikih PKDA, Siswa Spemdalas Ikuti Quiz Digital

Sambil mendengarkan, para siswa juga sibuk mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi tantangan seputar ciri-ciri fisik uang rupiah. Selanjutnya, kepintaran siswa SD Mugres teruji saat sesi tanya jawab terbuka.

Ramadhania Kinanti Aurhist Putri, salah satu murid kelas IV, melontarkan pertanyaan yang cukup berbobot untuk anak seusianya. “Bu, siapa yang mencetak uang di Indonesia dan siapa yang mengelolanya?” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu.

Ratna dengan sigap menjelaskan, Perum Peruri adalah pihak yang mencetak uang, sementara Bank Indonesia (BI) bertindak sebagai lembaga yang mengelola dan mengedarkannya. Diskusi pun berkembang hingga membahas kriteria uang rusak yang masih layak tukar di bank.

Melalui simulasi sederhana, Ratna menunjukkan, uang yang sobek atau cacat masih memiliki nilai asalkan memenuhi syarat tertentu. Pengalaman belajar yang tak biasa ini pun berakhir dengan senyum puas para calon penabung muda tersebut. (#)

Jurnalis Venna Yulia Rachmawati Penyunting Sayyidah Nuriyah